Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Lebih Jauh Tentang Pertanyaan Berapa Nilai 1+1?

Ahmad Hasan Saifurrisal by Ahmad Hasan Saifurrisal
28/11/2020
in Cecurhatan
Lebih Jauh Tentang Pertanyaan Berapa Nilai 1+1?

Kenapa 1+1 hasilnya 2? Kenapa gak 3? Atau 7? Atau 11?

Beberapa hari ke belakang, jagad Twitter diramaikan dengan pertanyaan tersebut. Warganet — dari latar belakang keilmuan apa pun —  turut memberikan jawaban.

Jawaban yang paling sering muncul, dan banyak pula diaminkan oleh warganet lain — dengan mempertimbangkan banyaknya likes atau retweet — adalah bahwa 1+1=2 sudah disepakati demikian. Ada yang memandang kesepakatan tersebut dari segi nilai (bilangan), ada juga yang memandang kesepakatan tersebut dari segi simbol (angka) — baca kembali perbedaan antara angka dan bilangan dalam “5 Kesalahan dalam Menyebut Istilah Matematika”.

Dengan mengesampingkan bahwa 1₂+1₂ bisa saja menghasilkan 10₂ — baca kembali “Jawaban Singkat Atas Pertanyaan Berapa Nilai 1+1?” — mari kita menjawab, benarkah bahwa 1+1=2 adalah kesepekatan? Dari mana nilai 2 diperoleh?

Kesepakatan di dalam matematika bisa berupa kesepakatan aksiomatis atau simbolis. Kesepakatan aksiomatis tentu, sesuai namanya, terkait aksioma di dalam matematika. Aksioma adalah sesuatu yang dianggap benar tanpa perlu dibuktikan kebenarannya.

Kesepakatan simbolis, seperti yang kutulis dalam “Jawaban Singkat Atas Pertanyaan Berapa Nilai 1+1?”, terkait penulisan. Misalkan menulis angka 1, bisa dipastikan bahwa 1 yang dimaksud adalah bilangan basis 10 berdasarkan kesepakatan.

Sementara “1+1=2” bukanlah aksioma, bukan pula terkait simbol. Hasil “2” di sini datang dari pembuktian aritmetis. Alfred North Whitehead dan Bertrand Russell telah menuliskan buktinya dalam buku Principia Mathematica yang terbit antara 1910 hingga 1913. Seperti terlihat dalam gambar berikut.

sebua rumuz rumitz ~

Bayangkan jika semua pertanyaan matematis semacam ini dijawab dengan “kesepakatan”, tentu kerja guru matematika tak diperlukan lagi. Pembuktian matematika tak diperlukan lagi karena yang dibutuhkan hanya kesepakatan. Sungguh menkutkan! Bukan seperti itu seharusnya matematika diperlakukan.

Tags: KonsepMatematikaTrending Twitter
Previous Post

Kenapa Banyak Akhi-akhi Menolak Feminisme?

Next Post

1001 Keunikan Ngaji Esai 4

BERITA MENARIK LAINNYA

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026
Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis
Cecurhatan

Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis

12/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

16/10/2026
Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

15/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: