Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

22 Januari, Buku dan Kisah Cinta yang Absurd

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
22/01/2019
in Cecurhatan, Peristiwa
22 Januari, Buku dan Kisah Cinta yang Absurd

22 Januari adalah romantisme sendu dan kesenduan yang teramat romantis. Sebuah lagu yang mampu hadirkan kesenduan dan romantisme secara keroyokan. Terutama bagi kamu yang kutu buku dan punya kisah khusus tentangnya.

Virgiawan Listanto (Iwan Fals), memang sering menciptakan lagu dengan pesan yang teramat mendalam. Namun selalu enak didengar di telinga. Tak salah jika dia dijuluki sebagai bapak musik balada.

Jika 22 Januari didengar secara asal, kita akan merasa bahwa lagu ini teramat romantis. Namun jika didengar kembali secara seksama, ada kegetiran yang coba ingin disampaikan. Meski, getirnya tidak bergetar secara jelas.

Jalan berdampingan tak pernah ada tujuan
Membelah malam mendung yang selalu datang
Kudekap erat, kupandang senyummu
Dengan sorot mata yang keduanya buta

Berat, Nabs. Sulit melanjutkan lirik lagu tersebut. Lagu ini menyimpan gelak haru yang tak terkira kedalamannya. Coba dengarkan saat tengah malam sambil pakai earphone. Kamu akan merasakan feelnya.

Lagu 22 Januari masuk dalam album Sarjana Muda yang rilis pada 1981 silam. Album ini memang berisi lagu-lagu Iwan Fals paling populer. Umar Bakrie, Hatta, dan Sarjana Muda adalah beberapa lagu populer pada album ini.

Ada banyak kisah yang bisa ditafsir dari lagu 22 Januari ini. Terutama jika saat kita saksikan video klip officialnya. Dari pengamatan saya, lagu ini berkisah tentang dua sejoli saling mencintai namun tak tahu harus dibawa kemana cinta mereka.

Dalam narasi lagu ini, ada kepasrahan puitis dan keputusasaan yang teramat melankolis. Bukan cinta yang tak berbalas. Tapi, bisa jadi, cinta tak terestui orang tua. Atau kekasih kedua. Atau Nabsky punya pembacaan lain? Hehe

Keberadaan Buku adalah Kunci

Saya membayangkan, seorang lelaki atau perempuan kutu buku yang telah lama menjomblo, tiba-tiba kenal dekat dengan seorang perempuan atau lelaki yang juga kutu buku. Dari sana, komunikasi pun terjalin. Nyaman. Dan menjalin kasih.

Dua buku teori
Kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu
Ku baca selalu

Bagi saya, kisah kasih berbasis buku selalu mengagumkan. Mencintai buku saja sudah sesuatu yang luar biasa. Apalagi jika saling mencintai karena buku. Betapa buku sangat berperan pada kisah-kisah percintaan. Hmm

Sayang, kisah kasih mereka (dalam lagu ini) ter-distract masalah eksternal. Jika tidak disetujui orangtua, bisa juga salah satu diantaranya sudah berpasangan. Dan dari sinilah, kesedihan lagu itu bermula.

Saya percaya jika Bang Iwan seorang pembaca buku. Itu bisa dilihat dari betapa memukaunya lirik di tiap lagunya. Tanpa baca buku, saya kira mustahil bisa menulis lirik seperti itu. Bahkan, ada beberapa lagu yang secara langsung menyebut kata “buku”.

Dari pengamatan yang tidak mendalam, ada tiga lagu Bang Iwan yang secara langsung menyebut kata buku. Antara lain; 22 Januari, Buku Ini Aku Pinjam, dan Sarjana Muda. Bagi penikmat buku, siapa yang tidak terkoyak mendengar lagu-lagu itu?

Ohya, Nabs. Pada 2009 lalu, Iwan Fals pernah menggelar konser di Bojonegoro lho. Tepatnya di lapangan Desa Pacul. Sayangnya, lagu 22 Januari tidak sempat dia bawakan karena minimnya alokasi waktu.

Sebagai kaum fals garis lemas seperti saya ini, tentu masih sangat ingin mendengar secara langsung Bang Iwan di Bojonegoro. Terlebih, saat ini, sejumlah venue di Bojonegoro sudah sangat konser-able.

Oke, Nabs, kembali ke lagu 22 Januari. Dari lagu tersebut, kita tahu betapa absurdnya rasa cinta. Tidak jelas. Dan cenderung aneh. Coba perhatikan dan renungkan, dari lagu itu, antara bahagia dan sedih terasa begitu sumir kan?

Dalam hidup, mungkin kita sering merasakan perasaan cinta yang seperti itu. Batas antara sedih dan bahagia teramat tipis. Bahagia dan sedih yang tidak jelas dari mana asalnya.

22 Januari adalah romantisme sendu dan kesenduan yang teramat romantis. Sebuah lagu yang mampu hadirkan kesenduan dan romantisme secara keroyokan. Mampus kau dikeroyok romantisme dan kesenduan!

Tags: 22 JanuariIwan Fals
Previous Post

Inilah Hasil Lengkap Try Out SBMPTN Forbbits

Next Post

Musisi EDM ini Besar Lewat Skena Musik Underground Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Hukum atau Senjata?
Cecurhatan

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja
Cecurhatan

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi
Cecurhatan

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026
7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

29/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: