Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Filosofi di Balik Tagline dan Logo Bojonegoro Produktif

Widyastuti Septiyaningrum by Widyastuti Septiyaningrum
03/03/2019
in Destinasi, JURNAKULTURA
Filosofi di Balik Tagline dan Logo Bojonegoro Produktif

Tahun baru, pemerintahan baru, Bojonegoro juga memiliki tagline dan logo branding yang baru. Yakni Bojonegoro Produktif. Tagline ini menjadi sebuah dorongan semangat bagi Bojonegoro secara keseluruhan.

Sebab Bojonegoro Produktif tidak hanya tagline pemerintahan. Namun juga tentang semangat dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap Bojonegoro.

Bojonegoro Produktif menggambarkan bagaimana Bojonegoro bisa terus bergerak dan melangkah secara progresif. Tagline ini juga menjadi harapan untuk Bojonegoro kedepannya.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan, bahwa maka dari tagline Bojonegoro Produktif adalah tindakan bahwa setiap waktu yang berjalan harus semakin berkembang, bermakna dan berkarya.

Bersamaan dengan tagline yang baru, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga meluncurkan logo baru. Sebab suatu jargon tidak lengkap tanpa pengejawantahan dalam bahasa visual. Tentunya logo ini juga mengandung filosofi dan harapan yang ingin dicapai Bojonegoro.

Jika melihat dan mengamati logo Bojonegoro Produktif, ada empat ikon yang muncul. Di antaranya adalah padi, daun tembakau, sapi, serta ikon sumur minyak. Tentunya ikon-ikon ini memiliki tujuan dan makna tertentu.

Perpaduan empat ikon tersebut bernaun dalam bangun dua dimensi berbentuk bulat. Serta ditopang oleh dua garis lengkung dengan warna berbeda.

Paduan ikon dan bentuk pada logo tersebut membentuk imaji bumi dan embusan angin yang menerbangkan dedaunan tembakau.

Menurut pemaknaan filosofi logo Bojonegoro Produktif oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dua daun tembakau melambangkan identitas Bojonegoro sebagai penghasil tembakau terbaik.

Sedangkan ikon sapi yang dinaungi oleh sebentuk imaji bumi dimaknai sebagai kegiatan beternak. Yaitu belajar tentang kesabaran, dan juga melambangkan kesuburan suatu daerah.

Ikon padi melambangkan cita-cita tercukupinya kebutuhan masyarakat Bojonegoro akan pangan secara merata. Dengan harapan bahwa masyarakat akan menjadi makmur dan sejahtera.

Sedangkan ikon sumur minyak menggambarkan betapa minyak bumi di Bojonegoro telah berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan energi negeri.

Empat ikon ini menjadi sebuah pengingat. Bahwa Bojonegoro memiliki potensi besar dan tentunya ikonik. Potensi ini tentunya akan dituangkan dalam berbagai program.

Baik dari ranah pemerintahan maupun gerak masyarakat. Sebagai pengingat, empat ikon ini juga menyasar bagi dunia luar yang belum mengenal Bojonegoro

Ibarat suatu pertemuan singkat. Tidak berkenalan maka tidak akan ada kesempatan untuk menuangkan rasa sayang. Ikon di logo Bojonegoro Produktif ini kemudian menjadi suatu bentuk perkenalan yang singkat, namun padat makna.

Selain menyajikan ikon yang khas, logo Bojonegoro Produktif juga menyajikan lima warna yang memiliki filosofi yang berbeda-beda.

Warna kuning melambangkan warna hangat yang membawa keceriaan. Di sisi lain, warna kuning ini juga melambangkan optimisme, harapan, serta filosofi yang mendalam.

Warna merah menyimbolkan energi, keseimbangan dan kehangatan. Warna hijau melambangkan kesegaran, kesehatan kealamian & pembaharuan. Warna ungu menandakan aura kekuatan dan kemegahan.

Serta warna merah mempunyai arti & simbol hasrat, intensitas & keinginan besar untuk selalu maju. Warna merah ini juga menyimbolkan kehangatan, cinta, nafsu, power & energi.Tidak lupa memasukkan filosofi budaya oriental, merah sangat disukai karena memiliki arti bahagia.

Padu padan antara tagline, ikon khas, dan pemilihan warna yang filosofis menciptakan sebuah city branding, yakni Bojonegoro Produktif.

City branding sendiri merupakan pengejawantahan identitas kota dalam merek untuk ditawarkan pada dunia luar.

City branding bukan hanya tentang pembangkit semangat bagi pemerintah dan masyarakatnya saja. Hal ini juga merupakan sebuah metode perkenalan yang singkat dan bermakna.

Tags: Bojonegoro EnerjikBojonegoro produktif
Previous Post

Jejak Ketus dan Tatap Mata Sepi di Pasar Tradisional yang Ramai

Next Post

Refleksi Diri di Hari Flora dan Fauna Internasional

BERITA MENARIK LAINNYA

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: