Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Gestri Kuratno, Seniman yang Mengubah Limbah Menjadi Karya Seni

Bakti Suryo by Bakti Suryo
29/10/2018
in Figur, Jurnavid
Gestri Kuratno, Seniman yang Mengubah Limbah Menjadi Karya Seni

Barang bekas yang sudah tak terpakai biasanya berakhir di tempat sampah. Namun di tangan seorang seniman bernama Gestri Kuratno, barang bekas bisa disulap menjadi karya yang punya nilai jual tinggi.

Gestri Kuratno adalah seniman seni rupa di Kota Bojonegoro. Aktivitas sehari-harinya mengolah bahan bekas dijadikan berbagai karya seni. Hal itu dia lakukan di tempat kecil miliknya, di bilangan warung Taman Bengawan Solo (TBS).

Pria paruh baya yang akrab disapa Pak Rat ini memanfaatkan berbagai barang bekas. Mulai dari kayu, triplek, papan, kertas, plastik hingga daun-daun kering bisa dia jadikan bahan kerajinan.

Barang-barang tersebut ia dapatkan dari sekitar Sungai Bengawan Solo. Kadang juga dari tempat pembuangan atau sisa-sisa bongkaran. Menurutnya, itu karena barang tersebut mudah didapat dan cukup murah untuk dijadikan bahan.

“Apa saja yang ada di sekitar sini. Ada kayu, papan bekas, gedebog, plastik bekas, daun-daun. Pokoknya barang bekas.” ujarnya menjelaskan.

Bapak satu anak ini lahir pada 19 Desember 1961 dari keluarga seniman. Saat itu, bapaknya seorang wartawan militer dan kakeknya seorang seniman batik.

Sejak kecil, Pak Rat sudah sangat dekat dengan dunia seni. Ketika duduk di bangku SD, sudah suka menggambar. Namun saat SMP, dia mulai menemukan keahlian khusus di bidang seni rupa.

Pada 1993, Pak Rat mulai menekuni bidang seni rupa, khususnya seni cukit. Setelah itu, dia hijrah ke Jakarta karena terlibat dalam sebuah proyek pembangunan. Kemudian, setelah masa reformasi, kembali ke seni rupa pahat. Tidak hanya itu, pada 1999 hingga 2002, dia sempat membuat layangan hias sebagai karya untuk diperdagangkan.

Pada 2010, Pak Rat membikin Galboro Art Work di area Taman Bengawan Solo. Tempat ini menjadi tempat tinggal sekaligus workshop karya seninya. Secara umum, karya seninya berupa patung pahatan kayu dan juga lukisan.

“Saya kalau membuat patung ya begitu. Tapi sekarang ini saya juga memikirkan nilai fungsinya agar bisa dijual. Tidak hanya sebagai pajangan saja.” ungkapnya saat ditemui di galerinya.

Pada 2013 lalu, dia mulai menggunakan limbah sebagai bahan baku. Sehari-hari, Pak Rat mencari bahan dan membuat karya seninya di sekitar Galboro Art Work. Memilih bahan baku dari limbah karena ekonomis. pasarannya gampang karena murah dan tidak rumit untuk dicari.

“Kalau yang didapat kayu atau papan ya saya pahat. Kalau ketemunya plastik atau kertas saya jadikan lukisan.” Tuturnya.

Karya seni yang Pak Rat buat ini bukan sekadar hobi, melainkan untuk mencukupi kebutuhan hidup berdasarkan keahlian yang dia miliki. Bahkan, dia memiliki pelanggan dari luar kota seperti Jogjakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan beberapa kota lain.

Biasanya, pelanggan dari luar kota tersebut memesan ke Pak Rat. Tidak hanya karya seni rupa dalam bentuk patung atau lukisan, melainkan juga kerajinan dan aksesoris lain.

“Kalau pesanan dari luar kota itu biasanya tongkat, aksesoris, hiasan dan kerajinan yang memiliki nilai fungsi. Bukan sekadar pajangan seni saja.”

Selama ini, Pak Rat memang berkarya dengan melukis dan memahat. Banyak yang bilang dia seniman surealis. Menurut Pak Rat sendiri, dia mengikuti trend seni dalam berkarya untuk alasan ekonomi.

“Berkarya tapi kalau tidak bisa dijual ya mau dapat pemasukan dari mana? Soal kebutuhan dan makan kan harus dipenuhi.” tutupnya.

Tags: ArtBengawan SoloPak Ratseniman
Previous Post

Resep Sederhana Menikmati Kesedihan

Next Post

Mengintip Dapur Kolektor Kaset Pita di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Yanto Penceng, Seniman Serbabisa dari Gang Sedeng Bojonegoro
Figur

Yanto Penceng, Seniman Serbabisa dari Gang Sedeng Bojonegoro

13/12/2025
Terimakasih, Prof. Dr. Fuad Hasan!
Figur

Terimakasih, Prof. Dr. Fuad Hasan!

12/12/2025
Prof. Dr. Abdus Salam, Ilmuwan Muslim Pertama yang Meraih Hadiah Nobel Fisika
Figur

Prof. Dr. Abdus Salam, Ilmuwan Muslim Pertama yang Meraih Hadiah Nobel Fisika

02/12/2025

Comments 1

  1. Pingback: Beethoven dan Notasi Penghancur Keterbatasan – Jurnaba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Pelajaran dari Luka yang Sama

Pelajaran dari Luka yang Sama

15/01/2026
Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

15/01/2026
Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

14/01/2026
Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

14/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: