Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Memorabilia tentang Tole, Dukuh T, dan Bengawan Solo

Hafid Irfani by Hafid Irfani
29/12/2020
in Destinasi
Memorabilia tentang Tole, Dukuh T, dan Bengawan Solo

Kisah kenangan masa kecil tentang Dukuh T dan sungai Bengawan Solo. 

Mendengar kata Bengawan Solo, sebagian besar orang mungkin telah mengetahui bahwa Bengawan Solo adalah sungai terpanjang yang berada di pulau Jawa.

Lepas dari kegaharan Bengawan Solo, kali ini ada cerita dari masa kecil si Tole, anak pinggir nggawan/bengawan.

Siapa to, Si Tole? Perlu diketahui, Si Tole adalah seorang anak kecil yang dilahirkan dari keluarga sederhana yang hidup di pinggir bantaran sungai Bengawan Solo. Tepatnya di sebuah Dukuh T. Berada di kabupaten yang katanya lumbung pangan dan energi.

Nabs, kehidupan Si Tole tak jauh beda dari anak-anak pada umumnya. Orang tua Si Tole adalah seorang petani dan pada saat panen biasa menjual hasil buminya ke seberang bengawan yang tepatnya di bumi Ronggolawe.

Hasil bumi yang dijual biasanya berupa singkong (menyok), jagung, terong, bahkan cabe-cabean. (Apa? cabe-cabean?, candaan saja kok, Nabs, xixixi. Ya, pastinya cabai sungguhan, dong.)

Begitupun juga kebanyakan dari warga Dukuh T yang menjual hasil buminya di bumi Ronggolawe. Sepulang dari menjual hasil bumi, Si Tole biasa dibawakan jajanan pasar oleh orang tuanya seperti jipang, kerupuk manggar kesukaan Tole, tak lupa pula minuman yang sempat viral belakangan ini yaitu Cendol dawet, cendol dawet seger, piro, lima ratusan, terus, gak pakek ketan. Ingat bacanya biasa saja jangan sambil nyanyi, Nabs, wkwkwk.

Untuk pertama kalinya Si Tole kecil diajak mbahnya untuk menjual hasil bumi di seberang bengawan dengan dibonceng menaiki ontel tua milik mbah. Ada yang menarik sesampainya di tambangan (tempat penyeberangan yang ada di sekitar sungai Bengawan Solo) warga lokal biasa menyebutnya dengan Tambangan.

Si Tole dan Si Mbah di sambut oleh kakek-kakek sepuh, seraya bertanya kepada Si Mbah, “Putunem wis tuku banyu urung?” (Cucumu sudah beli air apa belum?) Waktu itu Si Tole belum mengerti apa maksudnya. Dan ternyata di Dukuh T mempunyai sebuah adat yang di percayai sejak dulu secara turun temurun bernama Tuku Banyu.

Yaitu, setiap warga lokal yang pertama kali menyeberangi sungai Bengawan Solo wabilkhusus untuk anak-anak, diharuskan menjalani adat Tuku Banyu.

Si Tole kecil pun menjalani adat tuku banyu tersebut, di karenakan Si Tole baru pertama kalinya menyeberangi bengawan menggunakan perahu. Dan persyaratanya berupa sebutir telur ayam jawa dan uang koin yang diarumkan ke dalam bengawan.

Setelah itu, Si Tole dibasuh menggunakan air bengawan pada mukanya sebanyak 3 kali. Biasanya adat tersebut dipimpin oleh orang yang dituakan.

Kebetulan adat yang di lakukan Si Tole dipimpin oleh kakek-kakek sepuh tadi. Merupakan orang yang memiliki tempat penyeberangan penghubung pangan di Dukuh T. Adat tersebut di percaya yang bertujuan agar di beri keselamatan oleh yang Maha Kuasa setiap saat menyeberangi sungai Bengawan Solo.

Inilah memorabilia masa kecil Si Tole mengenai salah satu adat istiadat yang berada di dukuhnya. Yang mana di zaman sekarang, perlahan adat tersebut mulai dilupakan. Si Tole yang sekarang telah tumbuh menjadi seorang pemuda dan amat sangat menyayangkan hal tersebut.

Tags: Bengawan SoloBojonegoroMemorabilia
Previous Post

Membangun Bojonegoro dengan Paradigma ‘Tiga Ibu’

Next Post

Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) Jemaat Bojonegoro dalam Tinjauan Historis

BERITA MENARIK LAINNYA

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro
Destinasi

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro

30/05/2026
Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: