Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mudahnya Berbuat Salah dan Sulitnya Meminta Maaf

Redaksi by Redaksi
04/06/2019
in Peristiwa
Mudahnya Berbuat Salah dan Sulitnya Meminta Maaf

Menjadi manusia bukan tanpa resiko. Sebagai makhluk yang dibekali akal dan bermacam kemampuan inderawi, manusia kerap berbuat salah. Sialnya, tak semua kesalahan itu disadari.

Dengan potensi berbuat salah yang cukup besar, manusia memiliki kemampuan gengsi di atas rata-rata untuk meminta maaf. Manusia tak seperti semut atau berang-berang yang bisa hidup apa adanya. Manusia memiliki kebutuhan untuk tidak terlihat bersalah.

Memaafkan, apalagi meminta maaf, menjadi perkara yang tidak sederhana. Terlebih, saat perasaan malu dan gengsi justru lebih dominan tersimpan di dalam hati dan kepala.

Sialnya, era digital memicu proses berbuat salah kian sangat mudah. Sebaliknya, proses meminta maaf sangat sulit. Bukan karena tidak bisa, tapi karena gengsi lebih memenuhi isi kepala.

Kita, mungkin pernah suatu hari mengabaikan pesan penting dari seseorang. Hanya karena pesan personal itu disampaikan melalui aplikasi cechatingan, dengan acuh tak acuh dan semena-mena, kita mengabaikannya.

Padahal, seseorang yang mengirim pesan secara personal (dan tidak melalui grup) itu, butuh cepat terkonfirmasi. Tentu, sikap pengabaian itu berbuntut mala yang tidak sederhana. Bahkan, memicu dendam pengabaian serupa.

Lebih sial dari itu semua, kita tidak pernah menyadari jika pengabaian itu berdampak mala yang luar biasa besar bagi orang lain. Saat kita baru menyadari kesalahan itu, alih-alih meminta maaf, kita justru sungkan dan berupaya melupakan kesilapan yang sempat diperbuat.

Kita, mungkin pernah suatu hari mengetik sebuah komentar di kolom aplikasi chating. Dan komentar itu, tanpa kita sadari memicu ketidakcocokan di hati orang lain.

Orang lain yang merasa tersakiti, tidak mengomunisasikan ketidakcocokan yang terjadi dan justru menginisiasi sebuah kerumunan rasan-rasan yang pada akhirnya memicu nilai buruk bagi orang lain yang dirasani.

Hanya dari kolom komentar itu, ribuan hingga jutaan dendam berbasis kesalah-pahaman terus diproduksi. Kemudahan berbuat salah di era digital, memang sebuah niscaya zaman. Sebab, tiap zaman memiliki permasalahan yang variatif.

Tapi, bukan berarti kita tidak bisa memperbaiki kondisi itu. Keberanian dan kedewasaan hati untuk meminta maaf adalah satu di antara banyak cara memperbaikinya.

Meski kami menyadari bahwa meminta maaf tidak melulu harus dilakukan di momen lebaran; di hari dan hati yang fitri ini, izinkan kami untuk meminta maaf atas kesalahan yang, mungkin luput kami sadari.

Selamat Iedul Fitri ya, Nabs. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Tags: Iedul FitriMeminta Maaf
Previous Post

Pecel Pustaka, Makan Pecel sambil Baca Buku

Next Post

Lebaran dan Kejenuhan-kejenuhan yang Menyertainya

BERITA MENARIK LAINNYA

Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite
Peristiwa

Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

05/07/2026
Bojonegoro Institute Ajak Publik Kawal Dana Abadi Bidang Pendidikan demi Transparansi dan Keberlanjutan Manfaat Antar Generasi
Peristiwa

Bojonegoro Institute Ajak Publik Kawal Dana Abadi Bidang Pendidikan demi Transparansi dan Keberlanjutan Manfaat Antar Generasi

02/07/2026
Pelatihan Budidaya Maggot dan Kompos di Bojonegoro Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Peristiwa

Pelatihan Budidaya Maggot dan Kompos di Bojonegoro Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

01/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

06/07/2026
Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

05/07/2026
Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

04/07/2026
Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

03/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: