Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Rindu yang Berantakan

Yefitta Musthofiyah by Yefitta Musthofiyah
22/10/2019
in JURNAKULTURA
Rindu yang Berantakan

Chatingan terus bosen, nggak chatingan kangen. Sekali pas kangen, ngechat malah berantem.

Jarak yang terlalu jauh untuk dihampiri dan momentum yang rumit untuk ditemui, menjadi perihal menyedihkan yang diidap seorang perempuan. Sosok yang konon lihai menyimpan perasaan.

Tentu saja, ini cerita pedih tentang rindu yang tak kunjung bertemu. Atau kangen yang berujung uring-uringan: “Kangen? mau yang lebih nekat, temui!!” pikirku, tapi aku tak berani.

Di balik lancarnya chat yang mirip lintasan jalan tol, terdapat rasa rindu kacau balau, tapi berhasil kusimpan dengan baik. Andai mengungkap kangen semudah memutar lagu di spotify, mungkin aku tak akan terjebak di situasi menyebalkan ini.

Yang kurasakan saat ini; adalah kangen, kangen lagi, kangen terus. Terkadang melihat kamu baik-baik saja, membuatku sadar untuk jangan keseringan kangen dan sedih-sedihan.

Tapi rindu nggak ngerasa cemas dan sedih itu kayak makan nasi pecel yang kurang garam. Nggak lengkap. Kenapa sih rasa rindu harus dilengkapi seperangkat cemas dan kesedihan?

Aku pengen menikmati rindu yang rindu saja. Nggak pake cemas dan sedih. Tapi nggak bisa. Dan kalau sudah cemas dan sedih, aku nggak punya referensi yang bagus untuk ngomong.

Kadang aku pengen mabuk agar bisa mengatakan apapun dengan jujur, bodoh memang. Ada kekosongan yang tak bisa ditawar, yaitu kedatanganmu. Mendapat perhatianmu secuil, menunggu kedatanganmu tak mungkin.

“Jaga kesehatan”

“Jangan begadang”

“Aku sayang kamu”

Duh, bahagianyaa… Seketika juga, aku terbangun dari mimpi… Haluu.

Bisa aku jamin, kamu itu sumber permasalahan rinduku. Rinduku selalu menggebu tapi kamu pura-pura tak tahu. Aku mau kamu tahu, tapi aku tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya dengan baik.

“Kalau butuh cerita, ceritalah sekarang juga. Jangan sungkan. Aku punya waktu lebih untuk mendengar ceritamu” katanya.

Rasanya ingin ku jawab, “Ini bukan cerita panjang yang membutuhkan waktu berjam- jam, cerita ini hanya 4 kata yang diucapkan 10 detik: aku rindu, ingin ketemu.” Tapi aku selalu gagal untuk ngomong kayak gitu.

Chatingan terus bosen, nggak chatingan kangen. Sekali pas kangen, ngechat malah berantem, itu definisi kita. Aku dan kamu.

Kau tahu, rinduku selalu berantakan, tapi tak pernah kau bereskan. Karenamu, aku rela disetubuhi rindu tanpa temu, bahkan tanpa dibayar.

Tags: CechatinganRindu
Previous Post

Manajemen Persibo Tunggu Putusan Banding dari Komdis PSSI Jawa Timur

Next Post

Wajib Menang Lawan PSM, Syarat Utama Persibo Lolos 16 Besar

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: