Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Rumah Ipus, Penghasil Handcraft Bernilai Jual Tinggi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
19/12/2018
in JURNAKULTURA
Rumah Ipus, Penghasil Handcraft Bernilai Jual Tinggi

Industri kreatif saat ini sedang berkembang pesat. Tidak hanya di kota besar, di daerah-daerah juga. Industri ini sedang digandrungi para pemuda kreatif. Mulai dari produksi karya-karya kerajinan tangan hingga start up digital. Tentu saja, ini menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bojonegoro termasuk kota dengan pertumbuhan ekonomi kreatif yang pesat. Industri kreatif yang ada turut berperan aktif. Salah satunya adalah Rumah Ipus Handcraft. Rumah Ipus bergerak di industri produk kerajinan tangan.

Siti Nur Banin, pemiliki Rumah Ipus Handcraft, pada awalnya berjualan masker organik. Hal itu dia lakukan pada 2014 saat masih kuliah. Dia berjualan secara online. Produk tersebut dipasarkan melalui media sosial instagram.

Pada 2016, dia mencoba usaha membuat kerajinan tangan. Kemudian, akun instagram masker organik dia ganti menjadi Rumah Ipus Handcraft. Pada awalnya, dia membuat kerajinan berupa bantal jarum pentul. Hal ini dia lakukan bersama suaminya, Iwan Adhi Prasetyo.

“Dinamakan Rumah Ipus, itu panggilan sayang kami sejak pacaran dulu.” kata Banin.

Saat ini, Rumah Ipus Handcraft sudah memproduksi ratusan jenis kerajinan. Mulai dari bantal jarum, gantungan kunci, boneka flanel, bantal kecil, hiasan dinding, hiasan meja dan masih banyak jenis lain. Hal itu tergantung pemesanan pelanggan juga. Rumah Ipus bisa menyesuaikan keinginan dan selera pelanggan.

“Pernah ada pelanggan yang memesan 600 pcs untuk souvenir pernikahan. Katanya bagus.” tambah ibu 1 anak tersebut.

Keberadaan Rumah Ipus sendiri mampu membuka lapangan kerja baru. Ada sebanyak 7 orang yang membantu produksi handcraft. Sebagian adalah ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar Rumah Ipus.

Pemasaran produk sendiri menggunakan bantuan media online. Promosi yang dilakukan pun sangat gencar. Tidak hanya melalui media sosial saja, tapi juga di berbagai marketplace besar Indonesia. Cara ini sangat membantu dalam memasarkan produk-produknya.

Sejak menggunakan marketplace digital untuk memasarkan produk, penjualan Rumah Ipus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Omset per bulan bisa mencapai Rp 30 juta Rupiah. Jumlah yang cukup fantastis untuk bisnis kreatif seperti ini.

Penjualannya pun bisa dikatakan sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua. Bahkan, pernah ada pelanggan yang memesan dari Singapura.

“Kalau ngirim ke sana (Singapura) agak ribet katanya, jadi pelanggannya minta di kirim ke Kalimantan saja.” tutur Banin.

Sekarang ini, Rumah Ipus Handcraft sudah melebarkan sayap usahanya. Selain produk kerajinan, terdapat pula studio foto, home decoration, custom gift dan pembuatan buku edukasi. Bahkan, tempatnya sempat dijadikan kunjungan edukasi kerajinan tangan.

Rencana ke depan, Banin dan Iwan ingin membuka tempatnya sebagai wisata edukasi. Dengan begitu, lebih banyak orang yang bisa belajar membuat kerajinan tangan yang punya nilai jual.

Rumah Ipus ini terletak di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro. Tidak jauh dari Kantor Desa Sumuragung. Jadi, selain membeli produk secara online, bisa datang langsung ke Rumah Ipus untuk belajar membuat kerajinan tangan.

Bagi nabsky-nabsky budiman yang ingin melihat produknya, langsung aja cek di toko-toko online. Atau langsung datang untuk melihat dan belajar membuat kerajinan tangan.

Tags: Handycraft BojonegoroUMKM Bojonegoro
Previous Post

Milly & Mamet dan Kekhawatiran Spin-Off AADC

Next Post

Jurnasuara - Konser Musik di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita
JURNAKULTURA

Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita

06/08/2026
Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah
JURNAKULTURA

Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah

23/07/2026
Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

11/08/2026
Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

10/08/2026
Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

10/08/2026
Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu

Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu

09/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: