Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Sejarah Car Free Day dan Kondisinya di Bojonegoro

Dian Wisnu Adi Wardhana by Dian Wisnu Adi Wardhana
27/01/2019
in Cecurhatan
Sejarah Car Free Day dan Kondisinya di Bojonegoro

Car Free Day (CFD) awalnya diniati sebagai hari bebas asap kendaraan. Namun, seiring bergulirnya waktu, CFD menjelma jadi ruang bertemu dan berbagi perihal baik.

Masyarakat metropolitan seperti di Jakarta tentu sangat merindukan udara bersih. Polusi udara yang ditimbulkan emisi gas buang kendaraan sudah sangat meresahkan.

Keresahan inilah yang kemudian memicu warga ibukota menggelar Car Free Day (CFD) pada 2001 silam. Acara CFD pertama kali digelar beberapa aktivis lingkungan di sepanjang jalan Imam Bonjol, Jakarta.

Sedangkan pemerintah Jakarta sendiri secara resmi menggelar CFD pada bulan September 2007. Kegiatan tersebut diresmikan dengan nama HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor).

Car Free Day merupakan kampanye lingkungan hidup yang bertujuan mengurangi polusi akibat emisi kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mengisolasi suatu kawasan dari kendaraan bermotor dalam waktu tertentu.

Di kawasan tersebut, masyarakat dapat leluasa berolah raga, berkumpul dan beraktifitas tanpa perlu khawatir menghirup asap kendaraan. Istilahnya, memeluk udara bersih.

Selain menurunkan tingkat polusi, CFD juga bertujuan mengkampanyekan penggunaan sepeda, transportasi umum, sekaligus berjalan kaki. Hal ini ditujukan untuk menekan tingkat kemacetan di Jakarta.

Car Free Day, pada level internasional, pertama kali digelar di Belanda pada 25 November 1956. Saat itu, negeri Bunga Tulip menggelar Car Free Day setiap hari Minggu.

Di tahun 2000, tepatnya tanggal 22 September, pemerintah eropa menggelar Car Free Day pertama yang diikuti serempak oleh negara-negara di benua Eropa.

Kegiatan ini kemudian berkembang secara global. Dari peristiwa itulah Car Free Day internasional ditetapkan pada tanggal 22 September.

Bagaimana CFD di Bojonegoro?

Nabs, Bojonegoro memang bukan kota metropolitan. Tingkat polusi dan kemacetan di kota ini belum terlalu meresahkan. Namun bukan berarti nggak boleh ikutan Ceefde-an, dong~

Di Bojonegoro sendiri Car Free Day pertama kali digelar pada 2 November 2014. Tempat diselenggarakannya di alun-alun kota. Pemkab bersama dinas terkait membatasi akses kendaraan bermotor di seputaran alun-alun setiap hari minggu pagi mulai dari jam 5 – 8 pagi.

Selain berolahraga, masyarakat Bojonegoro memanfaatkan CFD untuk kegiatan-kegiatan lain seperti; kopdar komunitas, membuka lapak baca, pertunjukan seni, hingga berdagang. Bagi para pedagang, khususnya makanan, CFD sangat membantu meningkatkan omzet penjualan.

Bu Ani, salah seorang pedagang nasi pecel mengatakan, saat hari biasa, pendapatannya mencapai Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Namun saat di CFD, mencapai Rp 1 juta. Bahkan, saat ramai, jumlah itu bisa lebih.

“Kalau di CFD bisa dapat 1 juta lebih.” ungkap Bu Ani kemarin (27/1)

Nabs, menjaga lingkungan adalah kewajiban kita sebagai manusia. Sebab lestarinya suatu lingkungan selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup manusia. Hadirnya CFD adalah bentuk kasih sayang manusia terhadap lingkungan itu sendiri.

Jadi kapan kita jogging minggu pagi bareng?

Tags: BojonegoroCar free dayCFDMinggu
Previous Post

Rekap Try Out ABC Unair 2019

Next Post

Berikut Ini Rahasia Di Balik Prestasi Nasional Desa Mojodeso

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan
Cecurhatan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya
Cecurhatan

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari
Cecurhatan

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: