Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Takkan Berhenti, Film Garapan Anak SMA yang Juarai Festival Sinema Sekolah Provinsi Jatim

Radinal Ramadhana by Radinal Ramadhana
18/07/2019
in JURNAKULTURA
Takkan Berhenti, Film Garapan Anak SMA yang Juarai Festival Sinema Sekolah Provinsi Jatim

Era digital memicu berbagai prestasi bisa dicapai dari bermacam hal. Satu di antaranya, pembuatan film. Seperti dirasakan Shofia Tiara Cahyani. Dara 17 tahun tersebut menjuarai Festival Sinema Sekolah (FSS) tingkat Jawa Timur 2018 lalu.

Kepada Jurnaba.co, siswi SMA N 1 Bojonegoro tersebut banyak bercerita terkait pengalaman dan kesan-kesan dia mendapat prestasi prestisius sebagai juara pembuatan film pendek.

Dara akrab disapa Rara tersebut menceritakan, kedekatannya pada dunia film berawal dari kesukaan Rara nonton bioskop. Itupun film drama. Lalu, dia tahu jika ada lomba FSS pada 2017. Bahkan, dia memantau seleksi hingga pengumuman pemenangnya di YouTube.

Rara sempat pengen ikut. Tapi, karena tidak punya kamera, tidak punya tim, dan tidak punya gambaran skenario, dia minder. Pada 2018, dia baru memantapkan diri untuk ikut FSS beneran.

“Tahunya pada 2017, tapi berani ikutnya pada 2018,” ucap Rara.

Film yang dia beri judul Takkan Berhenti tersebut, kata Rara, tidak terlalu based on true story. Namun, memang ada unsur berapa sulitnya  menjadi penari di era modern kini. Tak hanya menceritakan sulitnya menjadi penari, dia juga menambahkan adegan yang sedikit berlebihan agar lebih filmis.

Rara mengatakan, kesulitan pra produksi ada pada proses mencari teman. Terutama yang mau dimintai tolong. Sebab, waktu itu, dia belum punya nama sebagai penulis naskah. Sehingga, apa-apa serba minta tolong.

“Konsep juga masih amburadul karena tidak ada yang bisa saya mintai pendapat,” imbuhnya.

Tapi, sambil berjalannya waktu, dia punya tim. Hanya, kesulitan tidak berhenti. Pasca produksi film, masalahnya ada pada ngompakin temen temen se tim. Baginya, itu benar-benar sulit. Sebab, tak ada bayaran apapun.

Dalam pembuatan film tersebut, capaian terbaik yang dia dapat adalah
ending film yang berbeda dari kebanyakan film. Mungkin kebanyakan film akan mengubah tokoh antagonis menjadi protagonis di akhir skenario.

Tapi, di film ini, Rara tidak mau membuat tokoh antagonis kalah. Namun tetap bersanding dengan tokoh protagonis dengan penyelesaian masalah yang berbeda.

Proyek pembuatan filmnya, mungkin sempat dianggap remeh. Tapi, setelah masuk 10 besar provinsi, banyak pihak mendukung sepenuhnya.

Film Takkan Berhenti mampu meraih predikat film terfavorit pertama pada FSS 2018. Bahkan, juga memenangkan  kategori “pemeran pembantu wanita terbaik. Setidaknya, itu sudah sangat membuat Rara bangga.

Sebab, semua berawal dari keisengan. Temannya bikin video dan dia bikin cerita. Dengan meminta bantuan banyak orang, proses take demi take video pun berjalan.

Rara mengaku, sebenarnya banyak kreator kreator video di Bojonegoro yang punya kualitas bagus. Hanya, sampai saat ini, dia belum menemukan karya film pendek dari Bojonegoro yang mendunia.

Padahal, kata dia, kualitas video dokumenter yang mereka hasilkan seharusnya mampu dijual-belikan. Tapi,  belum sampai ke ranah film karena mungkin tidak ada skenario atau script yang dibikin.

Dia berharap agar industri film bisa lebih ramai dari sebelumnya. Bisa lahir sutradara-sutradara muda baru yang bisa meneruskan industri film yang ada di Indonesia, khususnya kota kecil seperti Bojonegoro. Sebab baginya,  manusia akan mati, tapi film (karya) akan abadi.

Tags: Festival Sinema SekolahFilm PendekTakkan Berhenti
Previous Post

Dari SMK Menuju Jawara Olimpiade Akutansi Nasional

Next Post

Meski Kalah, Persibo Mampu Beri Perlawanan Maksimal pada Timnas U-19

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: