Roni Irawan bisa disebut sebagai unsung hero Persibo. Secara sederhana, unsung hero adalah istilah yang merujuk seseorang yang melakukan sesuatu yang luar biasa, namun tak mendapatkan banyak sorotan dan rekognisi.
Dalam sejarahnya, Persibo Bojonegoro memiliki daftar penyerang berkualitas dari musim ke musim. Mereka jadi ujung tombak Persibo sekaligus idola warga Bojonegoro. Sebut saja Rebby Tjahyadi, Varney Pas Boakay, Samsul Arif, Perry Sah Kolie, Nur Iskandar, hingga Hasan Basri.
Namun, ada satu sosok penyerang yang namanya mungkin tak begitu diingat, tapi peformanya punya dampak yang luar biasa bagi Persibo Bojonegoro. Dia adalah Roni Irawan.
Roni Irawan merupakan penyerang Persibo di pertengahan 2000-an. Dia tercatat sebagai punggawa Persibo antara musim 2006 hingga 2007. Kala itu Persibo tampil di Divisi Satu Liga Indonesia (setara Liga 2).
Saat berseragam orange, Roni Irawan adalah salah satu penyerang berpengalaman yang dimiliki oleh Persibo. Sosok Roni Irawan bukanlah pemain “kemaren sore”. Sebelum memperkuat Persibo, Roni tercatat pernah tampil di Divisi Utama (setara Liga 1) bersama PSIS Semarang dan Persikota Tanggerang.
Sebagai pemain senior nan berpengalaman, Roni Irawan jadi tumpuan di lini depan Persibo. Ia diduetkan dengan penyerang asing asal Liberia, Varney Pas Boakay. Hasilnya cukup memuaskan.
Baca juga: Varney Pas Boakay, Si Nyentrik Pengukir Sejarah Persibo Bojonegoro
Pada musim 2006, Roni sukses membawa Persibo lolos ke babak 6 besar Divisi Satu. Padahal, Persibo saat itu berstatus sebagai tim promosi.
Pada babak 6 besar, Persibo berada satu grup dengan PSIM Jogja dan Persiter Ternate. Namun sayang, di dua pertandingan, Persibo selalu kalah. Asa untuk promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia pun sirna.
Peforma Roni Irawan bersama Persibo di musim 2006 dan 2007 memang cukup apik. Pemain kelahiran 1977 tersebut bahkan sempat jadi top skor Persibo dengan torehan belasan gol.
Roni Irawan bisa disebut sebagai unsung hero Persibo. Secara sederhana, unsung hero adalah istilah yang merujuk seseorang yang melakukan sesuatu yang luar biasa, namun tak mendapatkan banyak sorotan dan rekognisi.
Mentor Samsul Arif
Keberadaan Roni Irawan di Persibo bersamaan dengan munculnya sosok penyerang muda penuh talenta asal Bojonegoro, Samsul Arif. Samsul yang ketika itu baru masuk kepala dua, menunjukkan potensi yang luar biasa bersama Persibo Bojonegoro.
Karena lebih senior, Roni Irawan tentu ikut andil dalam “membentuk” Samsul Arif. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Roni ikut mentrasnfer ilmu kepada Samsul Arif. Baik saat latihan maupun ketika tampil di atas lapangan.
Baca juga: Jejak Persibo Bojonegoro di Divisi Satu 2003
Dengan potensi yang dimilikinya, Samsul pun mampu bersaing dengan Roni Irawan untuk menempati lini depan Persibo. Seringkali, pelatih Persibo saat itu, Gusnul Yakin memilih memasang Samsul daripada Roni Irawan.
Penampilan Samsul Arif yang makin meroket membuat Roni Irawan mulai tersingkir dari pilihan utama. Alhasil, setelah musim 2007, Roni Irawan hengkang ke klub lain.

Meski begitu, hubungannya dengan Samsul Arif tetap terjaga dengan baik. Kedua sosok yang pernah jadi idola suporter Persibo itu saling menghormati satu sama lain.
Contohnya ketika Samsul Arif memberikan jerseynya kepada Roni Irawan. Kebetulan saat itu, Samsul Arif sedang berseragam Persib Bandung.
Meski hanya memperkuat Persibo selama kurun waktu 2 tahun, sosok Roni Irawan tentu tak dapat dikesampingkan begitu saja. Dia jadi sosok penyerang yang ikut membantu Persibo tampil bagus di Divisi Satu, Piala Indonesia dan Piala Gubernur Jatim.








