Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ketua DPRD Bojonegoro: Menanam Pohon Harus Jadi Tradisi

Aska Pradipta by Aska Pradipta
25/01/2026
in Cecurhatan
Ketua DPRD Bojonegoro: Menanam Pohon Harus Jadi Tradisi

pesan ekologis Abdulloh Umar

Gelombang kegiatan tanam pohon tengah marak di Bojonegoro. Dari komunitas warga, pelajar, organisasi masyarakat, hingga lembaga pemerintah, aksi tanam pohon kerap menjadi agenda bersama yang menandai kepedulian terhadap lingkungan. Namun di tengah euforia tersebut, muncul sebuah pengingat penting: menanam pohon tidak boleh berhenti sebagai tren musiman.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon semestinya melampaui sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, aksi ini harus tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup yang mentradisi, tertanam dalam keseharian masyarakat, bukan hanya hadir ketika ada momentum tertentu atau agenda formal.

“Pelan-pelan, tren ini harus menjadi tradisi” ucap Abdulloh Umar pada Jurnaba (25/1/2026).

‎Lebih jauh Ketua DPRD Bojonegoro itu menjelaskan, adanya tren menanam pohon, secara umum, sudah amat bagus. Namun, lebih utama lagi jika tidak berhenti pada tren. Melainkan harus menjadi semacam tradisi. Sebab, kata dia, tren bisa hilang kapanpun karena terganti tren lainnya. Sementara tradisi lebih awet dan bertahan lama.

Pesan dari Abdulloh Umar, menjadi refleksi kritis atas kecenderungan gerakan lingkungan yang selama ini kerap berhenti pada simbol. Pohon ditanam, foto diambil, lalu perhatian beralih ke isu lain. Padahal, makna ekologis sebuah pohon justru terletak pada proses panjang setelah penanaman: perawatan, perlindungan, dan keberlanjutan ruang hidupnya.

Databox Ekologi yang dihimpun tim riset Jurnaba menyatakan, Bojonegoro sesungguhnya punya tradisi menanam pohon sejak lama. Terutama di kawasan bukit kapur dan pinggiran sungai Bengawan. Menanam pohon, bagi masyarakat di kawasan tersebut, menjadi sebuah sarat uborampe (instrumen pelengkap) dalam memperingati musim tanam ataupun peralihan musim.

Dalam konteks Bojonegoro—wilayah yang secara historis dan ekologis bergulat dengan isu air, hutan jati, dan perubahan bentang alam—menanam pohon sejatinya bukan hal baru. Tradisi ekologis masa lalu telah lama mengenal relasi intim antara manusia dan vegetasi. Pohon bukan sekadar objek hijau, melainkan penyangga kehidupan: menjaga mata air, menahan erosi, menyediakan pangan, hingga menjadi penanda ruang sosial.

‎Karena itu, pesan Abdulloh Umar dapat dibaca sebagai ajakan untuk mengembalikan etika ekologis ke dalam laku hidup sehari-hari. Menanam pohon bukan hanya soal berapa bibit yang masuk ke tanah, tetapi sejauh mana kesadaran ekologis itu hidup dalam cara manusia memperlakukan lingkungannya. ‎Menanam pohon sebagai tradisi, berarti menjadikannya praktik berulang lintas generasi—ditanam di halaman rumah, di tepi sungai, di ruang publik, dan dalam kesadaran kolektif.

‎Tradisi semacam ini tidak lahir dari instruksi sesaat, melainkan dari pembiasaan, keteladanan, dan pemahaman bahwa lingkungan bukan warisan leluhur semata, melainkan titipan untuk masa depan. Di tengah krisis ekologis yang kian nyata, Bojonegoro membutuhkan lebih dari sekadar tren hijau. Ia membutuhkan budaya merawat, di mana menanam pohon adalah awal dari hubungan panjang antara manusia dan alam—hubungan yang dijaga, dirawat, dan diwariskan.

Tags: Abdulloh UmarDPRD BojonegoroTradisi Menanam PohonTren Menanam Pohon
Previous Post

Irsyaduth Thalabah: ‎Pesantren Ekologi yang Mengelola Air Melalui Mandala Pohon

Next Post

Wajah Jalan Pangpol Bojonegoro Mulai Terlihat Ciamik

BERITA MENARIK LAINNYA

KH Anwar Musaddad, Penyelamat Ribuan Jamaah Haji pada Perang Dunia II
Cecurhatan

KH Anwar Musaddad, Penyelamat Ribuan Jamaah Haji pada Perang Dunia II

28/01/2026
Memilih di Antara Pil Pahit: Demokrasi, Tawa, dan Kandang Bernama Pilihan
Cecurhatan

Memilih di Antara Pil Pahit: Demokrasi, Tawa, dan Kandang Bernama Pilihan

27/01/2026
Dopamin Singgasana: Kekuasaan sebagai Candu Paling Sah
Cecurhatan

Dopamin Singgasana: Kekuasaan sebagai Candu Paling Sah

24/01/2026

Anyar Nabs

KH Anwar Musaddad, Penyelamat Ribuan Jamaah Haji pada Perang Dunia II

KH Anwar Musaddad, Penyelamat Ribuan Jamaah Haji pada Perang Dunia II

28/01/2026
Memilih di Antara Pil Pahit: Demokrasi, Tawa, dan Kandang Bernama Pilihan

Memilih di Antara Pil Pahit: Demokrasi, Tawa, dan Kandang Bernama Pilihan

27/01/2026
Wajah Jalan Pangpol Bojonegoro Mulai Terlihat Ciamik

Wajah Jalan Pangpol Bojonegoro Mulai Terlihat Ciamik

26/01/2026
Ketua DPRD Bojonegoro: Menanam Pohon Harus Jadi Tradisi

Ketua DPRD Bojonegoro: Menanam Pohon Harus Jadi Tradisi

25/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: