Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
“Panas ra iso cewok, udan ra iso ndodok.” Parikan Jawa lawas yang bermakna musim kemarau tidak bisa cebok, musim penghujan...
Read more“Panas ra iso cewok, udan ra iso ndodok.” Parikan Jawa lawas yang bermakna musim kemarau tidak bisa cebok, musim penghujan...
Read moreMenimbang bahan yang dibawa arus zaman: memilih mana yang beracun dan mana yang bisa dilebur untuk mengolah kemungkinan. Begitulah kerja-kerja...
Read moreWarga Tinggang Lor, Ngraho, Bojonegoro, menemukan kapak purba di kawasan hutan tepi sungai Bengawan. Pendata cagar budaya menyerahkannya ke Museum...
Read moreRatusan tahun sebelum The Nature Conservancy (TNC), Rainforest Alliance, maupun Greenpeace lahir ke dunia, mereka telah berdiri tegak melindungi hutan...
Read moreGeliat skateboard di Bojonegoro semakin populer di kalangan masyarakat. Terutama pascaperhelatan kejuaraan nasional skateboard bertajuk “Gledexan Ing Bumi Angling Dharma”,...
Read moreAda kisah-kisah yang tidak dibuat untuk dipercaya secara harfiah. Ia diceritakan agar manusia belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda....
Read morePernahkah kita heran melihat tingkah para penguasa? Aturan berubah seperti cuaca, keputusan negara terasa seperti pertunjukan sulap, sementara pejabat berbicara...
Read moreApakah muktamar akan mengembalikan NU sebagai organisasi yang berdaulat, atau sebaliknya: hanya jadi panggung rebutan kuasa yang melemahkan legitimasi moral...
Read moreKonsep Liminalitas: ruang ambang dan alasan kenapa jembatan, persimpangan, dan perbatasan desa mampu melahirkan nuansa horor dan keangkeran. Ada tempat-tempat...
Read moreSemakin banyak orang bersekolah tinggi, semakin sedikit orang yang mau memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru. Ilmu hanya menjadi gudang definisi. Sore itu...
Read more