Eksistensi Persibo Bojonegoro tak hanya penting bagi suporter setianya. Keberadaan Persibo juga cukup krusial bagi para pedagang kecil, terutama para penjual lumpia yang jadi bagian dari tradisi di Stadion Letjen H. Sudirman.
Hiruk pikuk mewarnai stadion Letjen H. Sudirman pada Minggu sore (30/6/2019). Untuk pertama kalinya pada 2019, Persibo Bojonegoro kembali tampil di atas lapangan hijau. Laskar Angling Dharma melakukan uji tanding melawan tim Football Boots Indonesia (FBI).
Meski bertajuk laga uji coba, jumlah penonton yang hadir terbilang cukup banyak. Ada sekitar 1000 orang yang hadir langsung di stadion Letjen H. Sudirman untuk menyaksikan Persibo berlaga.
Tak hanya penonton atau suporter saja, laga uji coba ini jadi magnet bagi para pedagang kecil. Mulai dari penjual minuman, pedagang pentol, tahu petis dan tentu saja penjual lumpia.
Para pedagang kecil tersebut memang cukup terbantu oleh eksistensi Persibo Bojonegoro. Banyaknya penonton yang berada di stadion membuat para pedagang kecil tersebut bisa leluasa menjajakan produknya.
Di antara jajanan yang ada, lumpia jadi primadona. Bagaikan gula dan semut, keberadaan Persibo tak bisa dilepaskan dari pedagang lumpia. Bahkan ada semacam kepercayaan bahwa menonton Persibo tanpa melahap lumpia adalah suatu yang sia-sia.
Tak heran jika beberapa penjual lumpia yang sore itu ada di stadion nampak hilir mudik dengan gesit melayani para pembeli. Berkah besar bagi para penjual lumpia yang selalu ada ketika Persibo berlaga.
Menikmati lumpia saat Persibo berlaga sudah jadi tradisi lama. Sejak Persibo tampil di kompetisi divisi dua PSSI awal 2000-an, lumpia sudah jadi jajanan favorit para penonton yang hadir langsung di Stadion Letjen H. Sudirman.
Lumpia Persibo memang punya ciri khas khusus. Tak seperti yang lain, lumpia Persibo memiliki tekstur renyah. Di dalamnya juga ada sayuran yang digoreng kering. Jadi, rasa crispy sangat dominan. Sebagai pelengkap, ada daun bawang, cabai hijau dan saos kental untuk menyempurnakan rasa.
Sukarti, penjual lumpia yang saat itu hadir di stadion mengatakan jika dagangannya laris manis sore itu. Satu wadah yang mampu menampung sekitar 300 hingga 400 biji lumpia hampir tak tersisa.
“Dari rumah bawa sekitar 300 biji, Alhamdulilah ini tinggal beberapa saja,” ujar perempuan berusia 47 tahun tersebut.
Hadirnya pedagang lumpia ini juga jadi sesuatu yang selalu ditunggu oleh para suporter Persibo. Bagi para suporter, menonton Persibo sembari menikmati lumpia renyah dengan kombinasi saus dan daun bawang adalah kenikmatan yang tak tertandingi.
Satu di antara suporter yang menikmati lumpia khas Persibo adalah Hermawan Sulistyo. Pria yang berasal dari Dander tersebut memang bertujuan untuk menyaksikan Persibo berlaga sambil menikmati lezatnya lumpia.
“Kalau nonton Persibo itu wajib beli lumpia. Ini saya sekalian mau bungkus buat oleh-oleh orang rumah,” ungkap bapak satu anak tersebut.
Selama laga berlangsung, penjual lumpia memang terlihat mondar-mandir menawarkan dagangannya. Para penonton yang hadir pun silih berganti memanggil penjual lumpia yang sore itu jumlahnya tak seberapa. Bahkan, ketika pertandingan berakhir pun, masih banyak penonton yang membeli lumpia untuk dibawa pulang.
Menikmati lumpia saat menonton Persibo sudah jadi tradisi tersendiri. Tradisi yang akan terus mengakar di Stadion Letjen H. Sudirman, Bojonegoro. Gimana Nabs? Tertarik untuk menikmati kelezatan lumpia Persibo di stadion?








