Menjelang pergantian tahun, masyarakat mulai menata bermacam rencana menghadapi tahun baru 2025. Hal itu dinilai positif. Seperti diucapkan Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar. Menurut Umar, merancang bermacam agenda di ujung tahun, menjadi tanda pribadi yang optimistis. Namun, lanjut Umar, harus realistis.
“Jangan berharap ke tahun, tapi pada Tuhan” ucap Umar sambil tersenyum.
Kepada Jurnaba.co, Umar bercerita banyak tentang falsafah pergantian tahun. Menurutnya, pergantian tahun adalah siklus penting dalam menjalani hidup. Akhir tahun, sudah sepatutnya menjadi ruang evaluasi atas bermacam agenda yang dilakukan selama setahun ini. Ini penting untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang pernah dilakukan dalam setahun.
Sebaliknya, akhir tahun juga menjadi perihal penting untuk merencanakan dan menyiapkan bermacam agenda masa depan. Hal ini, menurut Umar, sangat penting. Khususnya sebagai arah untuk menentukan orientasi dan pendekatan cita-cita hidup di hari-hari ke depan. Asal, menurutnya, disikapi secara bijaksana.
“Evaluasi dan resolusi harus disikapi secara bijaksana” Kata alumni Ponpes Tambakberas Jombang itu.
Mengevaluasi hari yang lalu dan mem-proyeksi hari ke depan, menurut Umar, harus dilakukan secara bijaksana. Artinya, apapun terjadi, bukan sesuatu yang penting. Yang paling inti dan penting, menurut dia, adalah upaya dan usaha yang telah dilakukan. Sebab, nilai dari sebuah evaluasi dan target adalah upayanya.
Terkait Bojonegoro ke depan, politisi Partai PKB Bojonegoro itu mengatakan, menatap masa depan harus secara optimistis. Hal ini, menurut dia, karena mengangankan sesuatu yang baik di masa depan, adalah bukti sikap seorang yang optimis. Dan sikap optimistis, menurutnya, selain dianjurkan agama, juga harus dimiliki oleh semua orang.
“Tahun depan Bojonegoro penuh banyak harapan. 2025 ini Bojonegoro lebih baik” pungkas Ketua Dewan Legislatif Bojonegoro tersebut.








