Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Weton, Tumpeng dan Harapan

Mukarromatun Nisa by Mukarromatun Nisa
30/06/2020
in JURNAKULTURA
Weton, Tumpeng dan Harapan

Weton, tumpeng dan sego buceng lebih dari sekadar perpaduan momen dan kuliner. Lebih dari itu, mereka adalah harapan dalam simbol yang unik. 

Kali ini saya tidak menulis puisi atau cerpen, melainkan cerita nyata yang saya alami sendiri. Tentang weton. Atau hari lahir dalam hitungan Jawa.

Ibu saya perempuan Jawa banget. Jawa tulen istilahnya. Beliau masih menggunakan hari pasaran Jawa. Yaitu, kliwon, wage, legi, pahing dan pon.

Setiap hari rabu legi, tepat kelahiran saya atau yang biasa disebut weton, ibu selalu membuat nasi tumpeng. Istilah Jawanya sego buceng. Buceng sendiri memiliki arti nyebuto seng kenceng , selalu berdo’a terus menerus.

Buceng juga disebut tumpeng. Berbentuk kerucut yang memiliki arti yen metu kudu seng mempeng, kalau keluar harus sungguh-sungguh. Maksudnya adalah jika mengerjakan sesuatu harus sungguh-sungguh.

Seperti halnya dengan menulis. Harus sungguh-sungguh. Bukan sekedar menyatukan huruf, melahirkan kalimat serta membentuk paragraf. Namun juga harus ada isinya. Yang terpenting lagi, harus istiqomah.

Buceng atau tumpeng dulu sama Nenek Moyang yang beragama Budha dibuat untuk sesaji. Memuliakan gunung yang katanya tempat bersemayam Sang Hyang Widi.

Namun untuk yang beragama Hindu, buceng dibuat untuk meniru Gunung Suci Mahameru. Tempat bersemayam dewa-dewi.

Beda lagi dengan Islam. Dalam Islam buceng dibuat sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan. Allah SWT. Kata Ibu, “slametan weton, biar selamat.”

Lauk nasi buceng pun macam-macam. Tapi ibu selalu memakai mie bihun, oseng-oseng tewel, urap-urapan, telur rebus, dan ayam.

Weton memiliki arti hari lahir dalam pasaran Jawa. Semacam ulang tahun tapi sebulan sekali. Bukan pada tanggal dan bulan melainkan pada hari pasaran. Bahkan menurut ibu tidak ada ulang tahun, adanya weton.

Saat weton pula ibu menyuruh saya untuk berpuasa. Biar slamet juga katanya. Di daerahmu apa masih ada weton?

Tuban, Selasa 30 Juni 2020

Tags: Nasi TumpengSego BucengWeton
Previous Post

Wabup Bojonegoro dan APPA Siap Perangi Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak

Next Post

Unsung Hero Persibo Bojonegoro itu Bernama Roni Irawan

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

Kedung Lantung Diresmikan: Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya

16/10/2026
Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

Camping Ground dan Sarasehan Budaya Ramaikan Festival Lantung

15/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: