Bagi sebuah gerakan sosial, perjalanan hampir dua dekade bukanlah waktu yang singkat. Di dalam rentang waktu itu, Ademos menapaki jalan panjang untuk merawat ruang belajar bersama masyarakat, membangun kesadaran kolektif, serta menumbuhkan kemandirian sosial dari tingkat akar rumput.
Pada 15 Maret 2026, Ademos Indonesia genap berusia 19 tahun. Sejak berdiri pada 2007, Ademos mengembangkan semangat “Sinau Bareng”—sebuah pendekatan belajar yang setara, dialogis, dan membebaskan. Dalam praktiknya, konsep ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang perjumpaan gagasan antara masyarakat, aktivis, akademisi, hingga pemangku kebijakan. Dari ruang-ruang sederhana itulah lahir berbagai inisiatif pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Selama 19 tahun, Ademos tidak hanya hadir sebagai lembaga, tetapi sebagai gerakan pengetahuan. Gerakan yang percaya bahwa perubahan sosial berkelanjutan hanya dapat tumbuh jika masyarakat menjadi subjek utama dalam proses belajar, berpikir, dan bertindak.
Transforming for Sustainability
Tahun ini, peringatan ulang tahun Ademos mengusung tema Transforming for Sustainability, yang dijiwai semangat 19 Tahun Perjalanan Adaptif, Inovatif, dan Berkelanjutan.” Tema tersebut merefleksikan kesadaran bahwa perubahan zaman menuntut gerakan sosial untuk terus bertransformasi. Bukan hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan dinamika baru tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya.
Transformasi itu tergambar pula dalam identitas visual Ademos. Filosofi warna hijau muda yang dahulu menjadi simbol awal pertumbuhan kini dimatangkan menjadi hijau tua. Perubahan ini menyimbolkan kedewasaan organisasi—sebuah perjalanan yang ditempa oleh pengalaman, tantangan, dan pembelajaran panjang.

Namun bagi Ademos, perjalanan tersebut tidak pernah ditempuh sendirian. Kedewasaan yang diraih hari ini adalah hasil dari jejaring kebersamaan yang terjalin dengan banyak pihak. Para mitra, komunitas, relawan, hingga sahabat gerakan menjadi bagian penting yang turut merangkai cerita perjalanan Ademos.
Di usia ke-19 ini, Ademos memaknai peringatan bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi dan syukur. Sebuah kesempatan untuk melihat kembali jejak perjalanan sekaligus meneguhkan komitmen masa depan: menjaga ruang belajar kolektif, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Perjalanan 19 tahun mungkin belumlah panjang dalam sejarah perubahan sosial. Namun ia cukup untuk menunjukkan satu hal: bahwa gerakan yang dibangun di atas semangat belajar bersama dan kepercayaan kolektif memiliki daya hidup yang kuat.
Seperti filosofi “Sinau Bareng” yang terus dirawat, Ademos percaya bahwa masa depan tidak dibangun oleh satu pihak saja. Ia lahir dari percakapan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus belajar bersama. Di usia ke-19 ini, Ademos kembali menyalakan harapan yang sama: bahwa perubahan yang berkelanjutan selalu dimulai dari ruang-ruang kecil tempat orang-orang duduk bersama, berdialog, dan saling belajar.








