Bagi kawula muda, wisata tidak hanya tentang melihat dan menikmati wisata. Foto selfie dan update status menjadi kegiatan wajib.
Diiringi musik Jazz dan keroncong. Obrolan bertambah gayeng dengan cerita panorama unik lintas kota. Terlebih kopi hangat telah siap.
“Monggo”, tutur penjual, ibu paruh baya.
Biasanya ada getuk goreng, atau tape singkong. Namun, kali ini sepi jajanan. Angin sepoi – sepoi melambaikan daun padi yang hijau di seberang jalan.
Era wisata telah melebar hingga ke desa-desa. Wilayah yang dulunya diabaikan, sekarang telah dipermak sana-sini. Ada taman, hutan desa, waduk atau kali.
Bukan hanya pantai dan wisata buatan yang dikunjungi. Tetapi, semua mendapat porsi yang sama. Menimbang budget dan situasi saja.
Bagi kawula muda, wisata tidak hanya tentang melihat dan menikmati wisata. Foto selfie dan update status menjadi kegiatan wajib.
Bagi orang tua, kedatangan banyak orang-orang tentu akan membawa banyak kebutuhan. Dan dengan pemenuhan kebutuhan tersebut, pasti akan mendatangkan pemasukan.
Di beberapa titik memang permakannya kadang berlebih dan tidak membawa perubahan sambutan warganya. Ada yang bagus pemandangannya, tapi suram wajah penyambutnya.
Sedangkan, kadang gapuranya bagus, tetapi kamar mandinya lupa disapu. Yah, tidak apa-apa sebenarnya kan foto tidak sensitif pada bau.
“Monggo kopinya, mumpung masih hangat,”
Tempe gorengnya baru diangkat dari perapian juga lho.








