Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Silent Spring dan Kepedulian Lingkungan Hidup

Mia Oenoto by Mia Oenoto
11/11/2020
in Cecurhatan
Silent Spring dan Kepedulian Lingkungan Hidup

Inti dari persoalan lingkungan bukan terletak pada objek fisiknya, melainkan terletak pada hati setiap manusia.

Mengingat pentingnya lingkungan hidup terhadap keberlangsungan manusia, Motion for Nature dibantu Periplus adakan bedah buku Silent Spring karya Rachel Carlson (1962).

Acara bedah buku ini ditayangkan live di Zoom dan dihadiri oleh pembicara Andreas Pramudianto yang dikenal dekat dengan pak Pram, ditemani Priyaji Agung Pambudi sebagai moderator.

Acara bedah buku ini dihadiri sekitar 90 orang yang terdiri dari dosen, pemerhati dan aktivis lingkungan, mahasiswa, dan kalangan masyarakat umum.

Nabs, dalam review buku Silent Spring, pak Pram menjelaskan pentingnya menjaga interaksi manusia dan linkgungan di sekitarnya. Dia mengatakan bahwa kita perlu merenung dan merefleksikan atas pola interaksi yang telah dilakukan dengan alam.

Karena, saat ini dia percaya, masalah kerusakan lingkungan akan terus meningkat bila kita tidak melakukan tindakan.

Salah satu topik menarik yang di diskusikan bersama para peserta bedah buku adalah umur dari buku Silent Spring. Yaps, walau buku Silent Spring diterbitkan lebih dari 50 tahun lalu, ancaman perkembangan manusia terhadap lingkungan hidup masih relevan sampai hari ini.

Saat menulis buku itu, Rachel Carson mengutarakan masalah pengunaan bahan insektisida (DDT) yang berlebihan, seiring kemajuan agrikultur di Amerika. Sedangkan di Indonesia, ancaman kepada lingkungan hidup tidak dibatasi dengan pestisida yang berlebihan.

Pak Pram menjelaskan tentang meningkatnya isu-isu global yang berkaitan dengan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan hidup karena perkembangan modernitas yang tidak bertanggung jawab.

“Kita sedang berada pada kondisi yang tidak mudah karena kerusakan lingkungan semakin menghawatirkan dan memberi tekanan bagi keberlangsungan kehidupan bumi.” kata Pak Pram.

Pak Pram percaya bahwa inti dari persoalan lingkungan bukan terletak pada objek fisiknya, melainkan terletak pada hati setiap manusia. Maka mengembangkan pola pikir untuk merawat dan menjaga keberlangsungan lingkungan hidup merupakan sebuah prioritas utama dalam bidang konservasi.

Pandangan dia terhadap solusi permasalahan lingkungan hidup, selaras dengan pandangan Rachel Carson dalam buku Silent Spring.

“Kita harus mengedukasi diri kita sendiri, keluarga, dan orang di sekitar untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan, perlindungan, dan pelestarian lingkungan demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan keadilan lintas generasi.” pesan Pak Pram.

Dia berharap buku karya Rachel Carson dapat menginspirasi kita untuk bergerak dalam membangun masa depan dengan mempedulikan lingkungan hidup di sekitar kita.

Tags: Isu Lingkunganlingkungan hidup
Previous Post

Zlatan: Arogansi Pengetahuan dan Mengetahui Batas

Next Post

Pesan Singkat di Hari Ayah

BERITA MENARIK LAINNYA

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026
Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis
Cecurhatan

Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis

12/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Penyemayaman Api Abadi dan Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Malowopati dalam Peringatan HJB 349

Penyemayaman Api Abadi dan Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Malowopati dalam Peringatan HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

18/10/2026
Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

17/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: