Malam dua puluh sembilan Ramadhan yang biasa disebut Malem Songo, identik tradisi congok. Namun, tradisi itu rentan punah.
Beberapa desa yang ada di Kecamatan Sumberrejo sudah tidak mempertahankan tradisi congok. Tapi, desa yang terletak di Desa Banjarjo Kecamatan Sumberrejo ini masih bertahan. Dari dulu sampai saat ini.
Biasanya, tradisi congok malem songo ini dilakukan oleh beberapa orang tua. Namun, pemuda kali ini sangat antusias dan berperan.
Pemuda yang bergerak dalam mempertahankan Tradisi Congok Malem Songo di Desa Banjarjo Kecamatan Sumberrejo saat ini begitu baik.
Menurut hasil wawancara, yang saya lakukan pada salah satu pemuda, dia menjelaskan.
Dari beberapa tradisi yang sangat perlu dipertahankan ini, ialah congok malem songo juga.
Karena orang zaman dulu meyakini bahwa, setiap doa pasti akan datang cahaya. Entah cahaya kemenangan, maupun keberkahan.
Pemuda yang sering disapa Andi menjelaskan, “Desa Banjarjo masih bertahan untuk melestarikan tradisi congok malem songo ini, dan desa-desa yang lain sangat jarang.” Tuturnya.
Tradisi congok malem songo, memang sangat bermakna dalam setiap kehidupan. Dan bagaimana cara seseorang itu memaknai dan hingga menafsirkannya.
Dalam hal ini, mengutip ucapan Pramoedya Ananta Toer, hidup sungguh sangat sederhana yang hebat-hebat hanya tafsirannya.
Perlu sekali kita mempertahankan hal ini. Bukan hanya nikahan yang booming di saat Malem Songo. Namun, ada tradisi yang perlu dipertahankan.








