Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

Maulida Chartagupta by Maulida Chartagupta
22/05/2026
in Peristiwa
Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

Migas berdampingan Pertanian

Status Bojonegoro sebagai salah satu pusat industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional, faktanya tak geser kekuatan sektor agraria. Sebaliknya, kolaborasi migas dan sektor pertanian justru perkuat posisi Bojonegoro sebagai penghasil komoditas pertanian terbesar kedua di Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, saat melakukan pemaparan bersama perwakilan EMCL di Anjungan Pameran ExxonMobil Indonesia, dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Kamis (21/5/2026).

“Industri migas dan sektor pertanian bisa berjalan berdampingan serta saling berkolaborasi. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program kemasyarakatan dari ExxonMobil yang mampu ikut mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Bojonegoro,” ujar Zaenal.

Zaenal menjelaskan, tantangan utama pertanian di wilayah Bojonegoro terletak pada karakteristik tanahnya yang berjenis tanah hitam dengan kandungan Nitrogen (N) organik yang rendah, sehingga membutuhkan perlakuan khusus untuk meningkatkan kesuburan.

“Dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk mendorong penggunaan bahan organik guna mengembalikan kesuburan tanah. Di sisi lain, Dinas Pertanian juga terus memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian serta pelatihan pembuatan pupuk organik guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani kita,” jelasnya menambahkan.

Pernyataan Kepala Dinas tersebut sejalan dengan pemaparan perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Slamet Rijadi, dalam sesi presentasi program Right of Way (RoW) atau pengelolaan jalur pipa minyak hulu di ajang yang sama.

EMCL menjalankan Program Pertanian Ramah Lingkungan di sepanjang jalur pipa distribusi sepanjang 72 kilometer yang melintasi Bojonegoro dan Tuban. Program ini menyasar para petani yang menggarap lahan di sekitar koridor keselamatan pipa (RoW), di mana untuk wilayah Bojonegoro sendiri tercatat ada 654 petani yang terlibat aktif.

Slamet Rijadi menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kelancaran pasokan energi nasional tidak bisa dipisahkan dari peran serta para petani di daerah operasi.

“Selama EMCL beroperasi, kelancaran operasional tanpa insiden di sepanjang 72 kilometer jalur pipa hulu ini dapat tercapai berkat dukungan luar biasa dari para pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar. Melalui program kemitraan ini, EMCL, relawan, dan para petani penggarap lahan terus bersinergi agar keamanan serta keselamatan pipa sebagai Objek Vital Nasional tetap terjaga bersama,” tegas Slamet.

Melalui pendampingan pertanian ramah lingkungan yang dilakukan EMCL bersama mitra, efisiensi biaya pengolahan lahan petani berhasil ditekan hingga 25-30 persen. Menariknya, inovasi ini juga mendongkrak produktivitas panen padi dari yang semula rata-rata 6,6 ton per hektare melesat menjadi 8,1 ton per hektare di wilayah Bojonegoro.

Sinergi ini terbukti efektif menanamkan kesadaran keselamatan operasi hulu migas. Melalui edukasi rutin mengenai aktivitas yang dilarang (Do and Don’ts) di atas jalur pipa serta pembentukan 76 “Petani Pelopor”, potensi gangguan keselamatan operasional berhasil ditekan drastis. Salah satu capaian terbaiknya adalah keberhasilan menekan angka pembakaran sampah atau jerami di atas lahan jalur pipa hingga mencapai nol kasus pada tahun 2026.

Guna memastikan keberlanjutan ekonomi warga, program kemitraan ini juga telah menginisiasi berdirinya Koperasi Manunggal Agro Lestari yang resmi berbadan hukum pada tahun 2025. Koperasi ini menjadi wadah mandiri bagi para petani dalam mengelola bisnis pertanian dan mengamankan rantai pasok hasil panen mereka ke depan.

Tags: Exxonmobil Cepu LimitedMakin Tahu IndonesiaMigas berdampingan pertanianPertanian Bojonegoro
Previous Post

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

Next Post

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

BERITA MENARIK LAINNYA

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih
Peristiwa

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja
Peristiwa

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro
Peristiwa

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026

Anyar Nabs

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026
Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

22/05/2026
Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

21/05/2026
Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

20/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: