Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Tahukan Nabs, apa sih peristiwa yang mengawalinya? Ternyata, Hari Ibu Nasional sudah diperingati sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
Hari Ibu diperingati untuk mengenang peristiwa Kongres Perempuan Indonesia I.
Menurut buku Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama (1991), kongres tersebut dilaksanakan di Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta. Kongres berlangsung selama 4 hari. Yakni pada 22-25 Desember 1928. Hal itu lah yang menjadi acuan dalam peringatan Hari Ibu Nasional.
Lalu, bagaimana dengan peringatan Hari Ibu Nasional setiap tahunnya? Tentu hal ini berkaitan dengan peran ibu. Perempuan sebagai seorang ibu memiliki peran yang sangat penting. Baik di dalam keluarga, organisasi, masyarakat umum maupun bangsa dan negara.
Peran ibu tidak bisa lepas dari sosok seorang perempuan. Bahkan, ada quote menarik tentang perempuan dari Sujiwo Tejo, tokoh budayawan dan dalang.
“Perempuan merupakan gambaran dari wajah Tuhan”. ~ Sujiwo Tejo
Di dalam dunia puisi, sering kali perempuan digunakan sebagai simbol kecantikan, keindahan, bahkan ketuhanan. Hal yang mendasarinya, ibu merupakan sosok yang memiliki kasih sayang yang tak terhingga.
Selain sifat yang penuh kasih sayang, ibu juga memiliki kemampuan mengayomi dan memelihara. Hal itu dia lakukan dengan penuh rasa cinta.
Dalam agama Islam, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Pengasih dan Penyayang. Bukankah sifat seperti ini sangat mendasar dimiliki seorang ibu?
Jadi, ibu adalah representasi dari sifat Tuhan untuk diberikan kepada suami, anak-anaknya beserta keluarga.
Sujiwo Tejo juga pernah berpuisi pada acara Pagelaran Kasih Alam pada 21 Maret 2010 di Jawa Barat. Dengan mengusung tema acara Bumi Menanti Cinta, Sujiwo Tejo berpuisi tentang perempuan. Perempuan sebagai ibu, digambarkan sebagai bumi.
“Perempuan itu bumi. Meskipun diinjak-injak, dihujani, bahkan diludahi, dia tetap menumbuhkan kehidupan-kehidupan baru.” kata Sujiwo Tejo saat itu.
Seorang ibu bisa dikatakan sebagai dasar dari suatu peradaban. Berperan menumbuhkan kehidupan sekaligus memelihara kehidupan yang dia tumbuhkan. Jadi, seorang ibu memiliki peran yang sangat penting dan mendasar.
Bahkan, dengan penuh kesabaran, setiap sosok ibu berusaha menjalankan perannya di kehidupan semesta raya.
Tanpa mengkotakkan gender, seorang perempuan atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi. Bukan hanya seorang laki-laki atau ayah saja. Pada dasarnya, laki-laki dan perempuan memiliki peran masing-masing di dalam kehidupan budaya, sosial, maupun bangsa dan negara.
Sifat kesabaran dan welas asih pasti sudah ada di dalam jiwa seorang perempuan. Dari situ perempuan menjadi terlihat lemah. Padahal, itulah pondasi kaum hawa yang paling kuat.
Oleh karena itu, kita semua harus bisa menghormati dan menghargai sosok seorang ibu. Betapa besar dan pentingnya peran seorang ibu di dalam kehidupan ini. Untuk itu, mari kita semua bercermin, sudah benarkah cara kita menghormati ibu?








