Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Optimisme Sawah Bojonegoro dan Mekanisasi Pertanian

Iwan Zuhdi by Iwan Zuhdi
12/05/2025
in Cecurhatan
Optimisme Sawah Bojonegoro dan Mekanisasi Pertanian

Ilustrasi: Mekanisasi Pertanian

Tahun 2025, masih banyak petani Bojonegoro yang merasa kesulitan input pertanian, harga pupuk dan obat pertanian naik, sulit cari tenaga kerja, jual gabah di atas HPP (Harga Pokok Penjualan) harus ngotot.

Biaya diesel untuk pertanian mahal, cuaca tak menentu, kemarin panas terik hari ini hujan lebat hingga banjir bandang. Kenapa ini terjadi? Banyak sekali jawaban di benak kita.

Banyak sudut pandang yang bisa mewakili jawaban. Tapi tahan dulu. Suara petani di warung-warung berseliweran, suara petani disaung-saung berterbangan.

Hanya bisa bergumam, tanpa jawaban, Meski ada jawaban itupun hanya jawaban warung. 100 persen bercanda. Iya betul hanya bercanda.

Ada kabar yang tak bercanda dan hangat dari Pemerintah Bojonegoro, yang bakal menerapkan beberapa sentuhan dibidang pertanian. Yakni mekanisasi pertanian, penggunaan teknologi canggih untuk menunjang kegiatan pertanian.

Perubahan penggunaan dari solar ke daya listrik, dan pemakaian drone sprayer atau alat semprot tanpa awak. Yang harapanya untuk menekan modal pertanian.

Dikabarkan program tersebut akan dilaunching 26 Mei mendatang. Semoga sentuhan ini bisa dirasakan dan membawa dampak (impact) signifikan terhadap petani gurem Bojonegoro.

Jika melihat data luas persawahan dari website Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, ditahun 2024 luas lahan irigasi 36.737 hektar dan luas lahan tadah hujan 46.460 hektar.

Di sini ada potensi besar untuk menerapkan mekanisasi pertanian, tinggal teknis lapangan seperti apa dan bagaimana kegiatan campaign kepada SDM/Petani sekitar. Mengingat sepintas petani Bojonegoro mayoritas masih menggunakan cara-cara lama atau gaya tradisional.

Kalau membahas mekanisasi pertanian sebenarnya banyak sekali alsintan (alat mesin pertanian) yang bisa diterapkan di persawahan Bojonegoro. Entah itu dataran tinggi atau dataran rendah, sawah yang model tingkat miring (terasering) ataupun yang datar.

Penulis pernah melihat beberapa alsintan yang beroprasi di persawahan Bojonegoro, seperti, pompa air berbasis listrik, drone sprayer, combine harvester (pemanen kombinasi), rice transplanter (mesin tanam), alat deteksi cuaca, alat siram otomatis, traktor roda dua, mesin pengolah tanah, mesin panen.

Selain itu juga penyemprot tanaman, pengabut gendong bermotor (mist blower), pengering, perontok multiguna, pengupas gabah, pengayak (shifter), penyosoh (rice polisher), penghancur jerami, pemotong rumput, serta Rice Milling Unit (RMU). Sangat banyak sekali. Tinggal pilih tinggal pilih.

Namun, semangat mekanisasi ini harus ingat kata-kata Menteri Pertanian. Pak Amran et.al pernah menulis buku berjudul “Revolusi Mekanisasi Pertanian” menyebutkan bahwa mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting dalam modernisasi pertanian yang memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai instrument untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan daya saing produk pangan dan pertanian di Indonesia.

Meskipun telah lama pemanfaatan alsintan diimplementasikan, namun jumlah dan jenis alsintan tersebut masih belum mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing secara signifikan. Oleh karena itu diperlukan upaya revolusif yang mampu mendongkrak kinerja alsintan pada khususnya dan mekanisasi pada umumnya.

Mencoba menelaah kata-kata di atas bahwa perlu upaya besar untuk mengimplementasikan program mekanisasi ini. Intervensi program ini perlu semangat dari banyak pihak, khusunya dari petani Bojonegoro sendiri. Bagaimana caranya petani mendapat edukasi soal mekanisasi yang bisa diterima dan diterapkan bersama.

Menyampaikan perbedaan analisis usaha tani kepada petani secara jelentreh. Ini loh kalau kita pakai gaya lama, dan ini loh untungnya kalau kita pakai cara mekanisasi. Mungkin sesimpel itu.
Dalam buku tersebut juga disampaikan bahwa mekanisasi pertanian merupakan pilihan yang memang harus diambil untuk memacu peningkatan produksi, produktivitas, efisiensi dan daya saing.

Faktor lain sebagai alasan pentingnya mekanisasi adalah semakin berkurangnya ketersediaan tenaga kerja (usia muda) pada kegiatan usaha pertanian. Selama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi pergeseran tenaga kerja pertanian ke non-pertanian lebih dari 5 persen.

Ini bisa menjadi pemicu semangat revolusi mekanisasi di Bojonegoro, meski sedikit orang yang masih bergumam soal tenaga kerja yang akan tergeser, entah boleh atau tidak seorang buruh tani khawatir pekerjaanya diganti oleh mesin-mesin yang berdegung di persawahan.

Semangat mekanisasi tak kan terelakan.
Penulis pernah mengikuti Research beberapa isu Pertanian-Peternakan. Bertemu ribuan petani dengan berbagai gaya penerapan pertanian lokalnya. 80 persen obrolan mereka soal keluhan-keluhan pertanian.

15 persen soal teknis bertani, 5 persenya bercanda-canda. Ya beetul bercanda, kadang juga perlu bercanda. Termasuk soal dilemanya pekerjaan petani dan buruh tani bakal diganti mesin-mesin canggih.

Ada sisi yang mereka anggap belum bisa diterima dengan dada yang lapang, dan ada sisi yang menganggap mekanisasi ini urgent atau segera. Ternyata petani punya sudut pandang yang luas. Kadang mereka punya niat meng-otak-atik beberapa kebijakan pemerintah, meski hanya lewat gremengan pinggir galeng (obrolan di pinggir pematang sawah).

 

*Penulis adalah Alumni Magister Pertanian Universitas Brawijaya

Tags: Mekanisasi Pertanian BojonegoroSawah Bojonegoro
Previous Post

Energi Positif Menjadi Pribadi Bermanfaat

Next Post

Paradigma Zakemsalam

BERITA MENARIK LAINNYA

Batu Bara dan Piring Kosong
Cecurhatan

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 
Cecurhatan

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: