Konser musik lintas generasi memeriahkan suasana malam minggu masyarakat Bojonegoro. Tepatnya di halaman GOR Utama Bojonegoro, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander pada sabtu malam (25/4/2026). Konser bertajuk Love Live Legendary ini menghadirkan tiga musisi papan atas Indonesia, antara lain Donnie Sibarani, Idgitaf dan Ari Lasso.
Konser dibuka dengan penampilan Donnie Sibarani, mantan vokalis Ada Band. Donnie berhasil memanaskan suasana dengan tembang-tembang hits 2000-an miliknya. Lagu-lagu bertema cinta yang menghadirkan perasaan nostalgik bagi penonton. Mulai dari ‘Masih’, ‘Surga Cinta’ dan ‘Karena Wanita Ingin di Mengerti’. Donnie membawakan sembilan judul lagu dan sebagian lagi dibawa dengan aransemen medley.

Setelah penampilan Donnie selesai, segmen kedua dipersiapkan. Jeda persiapan dimanfaatkan penonton untuk membeli makanan dan minuman. Asal tahu saja, di area konser juga terdapat berbagai tenant kuliner berasal dari UMKM di Bojonegoro. Mulai dari makanan ringan hingga minuman populer seperti kopi.
Musik kembali menggema dan penampilan musisi kedua dimulai. Penyanyi dengan gaya rambut yang khas memasuki panggung. Idgitaf membuka penampilan dengan lagu berjudul ‘Sepenuhnya’. Musisi muda ini mewakili suara kegalauan Generasi Z melalui lagu-lagu ciptaannya.
“Jangan biarkan sesuatu mengganggu kita bersenang-senang malam ini. Saya mau semuanya menikmati karya-karya saya,” ucap Idgitaf setelah menyelesaikan lagu pertama.
Salah seorang penonton, Alda Rachmawati begitu menikmati performance dari Idgitaf. Sebagai seorang Gen Z, Alda mengaku bahwa lagu-lagu Idgitaf mewakili kegalauan para generasinya. Generasi yang sedang menghadapi quarter-life crisis dengan segala karut marut tahap kehidupan. Karya Idgitaf inilah yang mejadi penghibur di sela-sela kesibukan dunia.
“Senang sekali dengan lagu-lagu Idgitaf, soalnya liriknya begitu dekat dengan kehidupan Gen Z seperti aku,” kata Alda di sela-sela konser kepada Jurnaba.
Idgitaf berhasil membawakan delapan judul lagu. Mulai dari lagu ‘Sepenuhnya’, ‘Berakhir di Aku’ dan ‘Satu-Satu’. Sebagian penonton yang notabene Generasi Z turut sing-along mengiringi lantunan vokal Idgitaf. Dia berhasil membawakan delapan judul lagu. ‘Sedia Aku Sebelum Hujan’ menjadi titik gong penampilan yang dibawakan secara encore.

Penampilan yang paling dinantikan para penonton pun tiba saatnya. Suasana semakin meriah. Alunan musik dari lagu berjudul ‘Mengejar Matahari’ bergema. Ari Lasso memasuki panggung disambut dengan tepuk tangan dan jeritan penggemar. Bukti betapa antusias ribuan masyarakat Bojonegoro yang menghadiri konser lintas generasi tersebut.
Penampilan Ari Lasso tentu menggugah kenangan dan segala ingatan beraroma nostalgia. Tidak hanya bagi para penonton, tapi juga bagi Ari sendiri. Perasaan itu Ari ungkapkan di sela penampilannya. Ari bercerita bahwa dia memiliki ikatan emosional dengan Bojonegoro. Terlebih saat Ari masih kecil dan tinggal bersama orang tuanya untuk menetap di Bojonegoro.
“Saya alumni SD Kadipaten 2. Dulu Bojonegoro masih sangat sepi, sekarang perkembangan kotanya luar biasa,” ujar Ari Lasso di atas panggung disambut tepuk tangan para penonton.

Ari Lasso menyuguhkan dua belas judul lagu dalam aksi panggungnya malam itu. Antara lain ‘Arti Cinta’, ‘Rahasia Perempuan’ dan ‘Hampa’. Selain lagu miliknya, Ari juga membawakan lagu-lagu dari Dewa 19. Khususnya lagu yang kala itu dia masih menjadi vokalis Dewa 19.
Lagu dari Dewa 19 yang dibawakan Ari tentu memiliki nilai nostalgik yang sangat kuat. Lagu-lagu yang begitu hits di era 90-an dan memenuhi udara Indonesia melalui radio dan layar televisi. Mungkin, hanya manusia tinggal di goa yang tidak pernah mendengar lagu hits dari Dewa 19.
Ari Lasso membawakan lagu berjudul ‘Separuh Nafas’ pada puncak penampilannya. Sebuah lagu yang disambut suara penonton dengan turut bernyanyi bersama. Kemeriahan tersebut menjadi puncak acara konser Love Live Legendary. Letupan kembang api di langit GOR Utama Bojonegoro menjadi tanda selesai acara.
Kembang api juga menjadi tanda awal penonton untuk bubar barisan. Penonton bergerak perlahan untuk pulang. Sebuah kepulangan dengan membawa kesan yang cukup mendalam. Sebuah ingatan tentang konser lintas generasi yang begitu megah bersama musisi nasional di atas bumi Bojonegoro.








