Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
23/06/2026
in Cecurhatan
Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

Semangat saja tak cukup, butuh sistem yang baik.

Negara pemilik sistem yang baik, akan mengalahkan negara yang hanya mengandalkan semangat dan jumlah penduduk.

Ada satu kalimat yang belakangan sering muncul dalam percakapan sepak bola nasional: Jika Curaçao saja bisa masuk Piala Dunia, kenapa Indonesia tidak bisa? Toh, Indonesia pernah mengalahkan mereka. Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan terkesan emosional.

Namun, jika ditelaah lebih dalam, sesungguhnya terdapat pertanyaan yang sangat mendasar: apa yang selama ini menghambat Indonesia untuk menjadi negara langganan Piala Dunia?

Sebab, jika melihat modal yang dimiliki, Indonesia seharusnya tidak kekurangan alasan untuk berada di panggung sepak bola dunia. Indonesia pernah mengalahkan Curaçao pada laga FIFA Matchday tahun 2022 dengan skor 3-2 dan 2-1.

Namun, kemenangan itu tidak serta-merta dapat dijadikan ukuran bahwa Indonesia otomatis layak lolos ke Piala Dunia. Pasalnya, mengalahkan sebuah negara dalam satu atau dua pertandingan sangat berbeda dengan menjalani seluruh rangkaian babak kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Piala Dunia bukanlah kompetisi yang dimenangkan oleh euforia sesaat, melainkan oleh konsistensi jangka panjang. Tim yang lolos harus mampu menjaga performa, memiliki kedalaman skuad, stabilitas organisasi, serta sistem pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan.

Semangat saja tak cukup, butuh sistem yang baik.

Di sinilah letak persoalan Indonesia. Bukan pada bakat pemainnya, melainkan pada keberlanjutan sistem yang menopang sepak bola nasional. Ironisnya, jika dibandingkan dengan Curaçao, Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang jauh lebih besar.

Curaçao merupakan negara kecil di kawasan Karibia dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa. Indonesia memiliki populasi hampir 280 juta jiwa. Perbandingan ini menunjukkan sesuatu yang sangat kontras.

Indonesia memiliki sumber daya manusia yang nyaris tak terbatas, basis suporter yang luar biasa besar, serta kapasitas ekonomi yang memadai untuk membangun ekosistem sepak bola yang kuat. Namun, besarnya modal tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi.

Curaçao menunjukkan bahwa ukuran negara bukanlah penentu utama keberhasilan.
Yang lebih menentukan adalah bagaimana negara tersebut membangun sistem sepak bolanya.

Banyak pemain Curaçao tumbuh dan berkembang melalui akademi-akademi di Belanda. Mereka memiliki jalur pembinaan yang relatif tertata, memanfaatkan diaspora secara optimal, serta menjaga kesinambungan program sepak bola usia muda.

Pelajaran yang bisa dipetik sangat jelas. Di era sepak bola modern, ukuran negara sudah tidak lagi menjadi faktor dominan. Negara-negara kecil seperti Kroasia, Uruguay, maupun Islandia telah membuktikan bahwa sistem yang baik mampu mengalahkan keterbatasan jumlah penduduk.

Sebaliknya, negara besar yang tidak memiliki sistem yang matang akan kesulitan berkembang. Indonesia selama bertahun-tahun sering kali terjebak pada siklus yang sama: berganti pelatih, berganti program, dan memulai semuanya dari awal. Akibatnya, pembangunan sepak bola berjalan tanpa kesinambungan.

Padahal, prestasi internasional tidak dibangun dalam satu atau dua tahun, melainkan melalui proses panjang yang berlangsung lintas generasi.

Kabar baiknya, peluang Indonesia kini semakin terbuka. Format Piala Dunia 2026 yang diperluas dari 32 menjadi 48 peserta membuat kuota Asia bertambah menjadi delapan hingga sembilan negara. Situasi ini membuka ruang yang jauh lebih besar bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, kualitas Tim Nasional Indonesia juga menunjukkan tren positif. Peringkat FIFA terus membaik, pemain diaspora mulai memperkuat skuad, dan pembinaan usia muda mulai mendapat perhatian yang lebih serius. Target lolos ke Piala Dunia tidak lagi terdengar seperti mimpi yang mustahil.

Namun, keberhasilan tidak akan lahir hanya dari optimisme. Ada satu hal yang perlu terus diingat: Piala Dunia bukanlah hadiah bagi negara yang memiliki banyak penduduk, melainkan penghargaan bagi negara yang memiliki sistem yang baik.

Karena itu, jika Curaçao mampu berdiri di panggung sepak bola dunia, Indonesia seharusnya memiliki alasan yang jauh lebih kuat untuk melakukannya. Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia bisa masuk Piala Dunia?

Namun, apakah Indonesia bersedia membangun sistem sepak bola dengan kesabaran, konsistensi, dan visi jangka panjang?

Sebab, dengan segala modal yang dimiliki, Indonesia semestinya tidak hanya bermimpi menjadi peserta Piala Dunia sesekali. Indonesia harus mulai menyiapkan diri untuk menjadi kekuatan baru sepak bola Asia. Dan sejarah menunjukkan, negara pemilik sistem yang baik, pada akhirnya akan mengalahkan negara yang hanya mengandalkan semangat.

Tags: CuraçaoIndonesiaMakin Tahu IndonesiaPiala Dunia 2026
Previous Post

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

BERITA MENARIK LAINNYA

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan
Cecurhatan

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

22/06/2026
Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa
Cecurhatan

Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

21/06/2026
Gunung dan Pendakian Cinta: Tafsir Humanistik Pernikahan ala Modin Jawa
Cecurhatan

Gunung dan Pendakian Cinta: Tafsir Humanistik Pernikahan ala Modin Jawa

19/06/2026

Anyar Nabs

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

23/06/2026
Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

22/06/2026
Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

21/06/2026
Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

20/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: