Mahasiswa Fokus Garap Pengembangan Geosite Kedung Lantung, Digitalisasi Wisata, dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 resmi dimulai. Pembukaan KKN-TK Kelompok 04 dilaksanakan pada (14 Juli 2026) di Balai Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan pembukaan tersebut menjadi awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa Universitas Bojonegoro bersama masyarakat Desa Drenges dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Wisata Edukasi dan Pengelolaan Lingkungan Menuju Pariwisata Berkelanjutan.”
Acara pembukaan dihadiri Kepala Desa Drenges, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, mahasiswa KKN-TK Kelompok 04, serta sejumlah perwakilan masyarakat Desa Drenges.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Drenges, Bapak Yaspingi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KKN-TK Universitas Bojonegoro di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan potensi desa.
“Kami menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro di Desa Drenges. Semoga melalui kegiatan ini dapat terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat, terutama dalam mengembangkan potensi desa serta memberikan manfaat bagi warga,” ujar Bapak Yaspingi.
Desa Drenges dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN-TK karena memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah Geosite Kedung Lantung. Kawasan tersebut memiliki keunikan geologi berupa fenomena rembesan minyak bumi alami yang menjadi daya tarik wisata edukasi serta bagian dari pengembangan potensi Geopark Bojonegoro.
Ketua Kelompok 04 KKN-TK Universitas Bojonegoro, Imdadul Muarijil Ula, mengatakan bahwa program kerja yang dibawa oleh mahasiswa dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki Desa Drenges.
“Kami berharap pelaksanaan KKN-TK ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Program yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada kegiatan selama masa KKN, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan,” ungkap Imdadul.
Dalam pelaksanaan KKN-TK ini, mahasiswa Kelompok 04 memiliki beberapa program unggulan yang berfokus pada pengembangan wisata edukasi dan pengelolaan lingkungan.

Pada bidang pariwisata, mahasiswa akan melakukan pengembangan kawasan Geosite Kedung Lantung melalui kegiatan konservasi lingkungan, penataan kawasan wisata, penyediaan sarana pendukung kebersihan, serta digitalisasi promosi wisata melalui media sosial dan video dokumenter.
Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan pemetaan potensi desa sebagai upaya memperkuat identitas dan branding wisata Desa Drenges.
Sementara pada bidang lingkungan, mahasiswa membawa program pengelolaan limbah pertanian dan rumah tangga melalui pemanfaatan limbah janggel jagung menjadi kompos, pembuatan eco enzyme, serta inovasi tungku pembakaran sampah minim asap sebagai solusi pengurangan pencemaran lingkungan.
Sementara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-TK Kelompok 04, Ichwan Hadi Saputra menyampaikan bahwa kegiatan KKN harus mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“KKN merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan untuk diterapkan di tengah masyarakat. Harapannya mahasiswa mampu menjadi penggerak inovasi serta membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Drenges,” jelas Ir. Ichwan Hadi Saputra.
Selain program utama tersebut, mahasiswa Kelompok 04 juga menyiapkan kegiatan pendukung berupa pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM lokal serta edukasi lingkungan kepada anak-anak Desa Drenges melalui metode pembelajaran kreatif (fun learning).
Melalui kegiatan KKN-TK Tahun 2026 ini, Universitas Bojonegoro berharap mahasiswa dapat meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN-TK Kelompok 04 Universitas Bojonegoro diharapkan mampu mendukung Desa Drenges menuju desa wisata edukasi yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.







