Kemitraan industri hulu migas dan media dinilai penting. Bukan hanya untuk membangun pemahaman publik. Namun juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, kemandirian yang berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam Gala Dinner Lokakarya Media yang digelar SKK Migas–KKKS Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Yogyakarta, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media Jabanusa dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan” tersebut, dihadiri sejumlah pejabat SKK Migas dan pemimpin redaksi dari sejumlah kawasan Jawa Bali dan Nusa Tenggara.
Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Kristanto Hartadi, dalam sambutannya mendorong para pemimpin redaksi untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi para jurnalis. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas sekaligus kemerdekaan pers. Ia pun mengapresiasi dukungan SKK Migas terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Kristanto menyinggung pelaksanaan UKW yang digelar pada pekan sebelumnya. Ia bercerita mengenai seorang wartawan yang pada tahun sebelumnya belum dinyatakan lulus, namun kembali mengikuti ujian pada kesempatan berikutnya, dan berhasil lulus dengan nilai baik.
“Ini menarik karena semangatnya sangat tinggi,” ujarnya.
Kristanto menambahkan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi jurnalistik bukan sesuatu yang berhenti pada satu kesempatan. Wartawan, kata dia, perlu terus belajar dan meningkatkan kapasitas agar mampu mengikuti perubahan ekosistem media yang berlangsung sangat cepat. Ia juga berpesan kepada insan pers agar mampu bersaing di tengah arus informasi yang semakin kencang, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan terhadap peningkatan kualitas wartawan. Ia mengaku bangga bisa ikut mendukung upaya melahirkan wartawan yang berkualitas melalui kegiatan peningkatan kompetensi.
Menurut Anggono, pers profesional merupakan mitra strategis bagi industri hulu migas, terutama dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai kegiatan dan kebutuhan energi nasional. Media, kata dia, adalah partner strategis. Ia menekankan pentingnya media menyampaikan informasi yang benar dan utuh mengenai sektor migas pada masyarakat.
“Media dapat menjadi jembatan informasi, membantu masyarakat memahami persoalan energi secara komprehensif, termasuk manfaat, tantangan, serta aspek lingkungan yang menyertainya” ucapnya.
Anggono berharap, pemberitaan mengenai isu energi perlu dilihat secara proporsional dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Kemitraan antara industri hulu migas dan media, lanjutnya, diharapkan tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi mengenai kegiatan operasional migas, tetapi juga ikut mengangkat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan pada kemandirian dan keberlanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, media diharap dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional sekaligus membantu memperluas pemahaman publik mengenai peran sektor energi dan kontribusinya terhadap masyarakat.








