Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pameran Temporer 2026: Membuka Jejak Peradaban Bojonegoro

Aska Pradipta by Aska Pradipta
13/09/2026
in Peristiwa
Pameran Temporer 2026: Membuka Jejak Peradaban Bojonegoro

Subkultur Njipangan: panitia menjelaskan sejarah Bojonegoro kepada tamu dari Belanda (JNB)

Peradaban tak selalu menyisakan istana. Jejaknya kadang tersimpan dalam arsip, prasasti, hingga cerita. Dari jejak-jejak itulah, Jipang (nama kuno Bojonegoro) kembali dibaca, dalam agenda bertajuk Pameran Temporer 2026: Jejak Peradaban Bojonegoro, yang dilaksanakan Bojonegoro History di Museum Rajekwesi (11–13 /9/ 2026).

Selama tiga hari, pameran tersebut tidak hanya menghadirkan artefak dan narasi sejarah. Bojonegoro History merangkainya dengan sejumlah kegiatan yang mempertemukan sejarah, budaya, literasi, arsip, memori kolektif, hingga kreativitas masyarakat.

Rangkaian kegiatan dibuka pada Jumat, 11 September 2026, melalui Opening Ceremony Pameran Temporer 2026. Pada hari yang sama, pengunjung diajak menyusuri jejak sejarah melalui Walking Tour Kota Tua Vol. 1, dengan rute Perahu Besi Ngraho dan Kawasan Kota Toea Padangan.

Pameran Temporer 2026: Menghadirkan masa lalu sebagai subjek pengetahuan (Jurnaba)

Dari ruang pamer, perjalanan kemudian berlanjut melalui dialog dalam Sarasehan Budaya “Menafsir Ulang Rentetan Sejarah Bojonegoro”. Agenda ini menjadi ruang untuk melihat sejarah Bojonegoro bukan sebagai rentetan tanggal semata, melainkan sebagai narasi yang terus dapat dibaca dan ditafsir ulang.

Memasuki Sabtu, 12 September 2026, rangkaian acara berlanjut dengan Seminar Sejarah “Jipang dalam Jejak Prasasti dan Dinamika Jalur Maritim Bengawan Solo”. Tema itu membawa pembicaraan sejarah ke dalam konteks prasasti, jalur sungai, dan dinamika maritim yang membentuk perjalanan kawasan Bengawan Solo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Walking Tour Kota Tua Vol. 2, kembali mengambil rute Perahu Besi Ngraho dan Kawasan Kota Tua Padangan.

Pameran Temporer 2026: Melihat kembali sejarah Bojonegoro

 

Sejarah juga dipertemukan dengan dunia kepenulisan melalui Writing Class x Relima Bojonegoro “Bojonegoro dalam Sepotong Puisi”. Sementara itu, Walking Tour Kota Bojonegoro Vol. 3 mengajak peserta menelusuri sejumlah titik bersejarah, mulai dari Eks Karesidenan Bojonegoro, Kantor Pos, Rumah Singgah Bung Karno, Bioskop, hingga Makam Pahlawan.

Pada hari yang sama, agenda Sarasehan Budaya bertajuk “Peradaban Islam Bengawan Bojonegoro” memperluas pembacaan sejarah melalui jejak Islam di kawasan Bengawan.

Ada pula Riding Memory Lane, hasil kolaborasi dengan BSLR. Peserta tidak hanya bersepeda menyusuri ruang kota, tetapi juga diajak bercerita tentang sejarah dan arsip Bojonegoro. Dengan demikian, jalan yang sehari-hari dilewati kembali dibaca sebagai ruang penyimpan ingatan.

Rangkaian Pameran Temporer 2026 ditutup pada Minggu, 13 September 2026. Agenda pertama adalah Visit & Read x Bojonegoro Book Party bertema “Membaca Masa Lalu, Menafsir Masa Kini: Menelusuri Jejak Bojonegoro Lewat Foto, Narasi, Arsip dan Memori Kolektif”.

Berikutnya, kegiatan penutup membawa sejarah dan geopark ke dalam pendekatan seni melalui Art Paper Class x Wild Flower Art Home “Colouring Geopark Bojonegoro”.

Melalui rangkaian tersebut, Pameran Temporer 2026 menempatkan sejarah bukan semata sebagai sesuatu yang dipajang di balik kaca museum. Sejarah dibawa keluar menuju jalan, sungai, arsip, sepeda, buku, puisi, percakapan, dan karya seni.

Di sanalah “jejak peradaban” menemukan maknanya: bukan hanya tentang apa yang ditinggalkan masa lalu, tetapi bagaimana jejak tersebut dibaca kembali oleh masyarakat hari ini.

 

Tags: Pameran Temporer 2026Sejarah BojonegoroSubkultur Njipangan
Previous Post

Peradaban Islam Bengawan: Dari Catatan hingga Kesenian

Next Post

Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara

BERITA MENARIK LAINNYA

Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan
Peristiwa

Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan

10/10/2026
Mitos Ledre: dari Remukan hingga Jodoh Idaman
Peristiwa

Mitos Ledre: dari Remukan hingga Jodoh Idaman

09/10/2026
Festival Ledre Bojonegoro: Perempuan Penggerak Perekonomian
Peristiwa

Festival Ledre Bojonegoro: Perempuan Penggerak Perekonomian

09/10/2026

Anyar Nabs

Menghayati Siklus Abadi Bengawan Solo: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

Menghayati Siklus Abadi Bengawan Solo: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis

Pria Menulis demi Membayar Tangis, Siasat Bertahan di Dunia yang Patriarkis

13/10/2026
Aku Ingin Pesan Seporsi Kasih Tanpa Keraguan

Aku Ingin Pesan Seporsi Kasih Tanpa Keraguan

11/10/2026
Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan

Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan

10/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: