Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Peresmian TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk: Solusi Sampah dan Ekonomi Sirkular Partisipatif di Bojonegoro

Bakti Suryo by Bakti Suryo
24/09/2026
in Peristiwa
Peresmian TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk: Solusi Sampah dan Ekonomi Sirkular Partisipatif di Bojonegoro

Peresmian TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk, Kamis (24/9/2026).

Udara panas musim kemarau masih berembus di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/9/2026). Suasana pedesaan yang biasanya tenang tampak jauh lebih semarak. Antusiasme masyarakat setempat mewarnai peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) “Srawung Makmur”. Fasilitas terpadu ini menjadi babak baru tata kelola lingkungan. Khususnya pengelolaan berbasis masyarakat di desa aliran Bengawan Solo tersebut.

TPS 3R Srawung Makmur bukan sekadar pendirian bangunan fisik. Ia adalah bentuk sinergi multi-pihak. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Trucuk, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), serta organisasi kemasyarakatan Alas Institute yang menjadi pendamping.

Fasilitas ini diarahkan untuk mengubah limbah domestik menjadi sumber daya bernilai ekonomis. Selain itu, untuk menjaga lingkungan melalui pendekatan partisipatif. Khususnya warga Desa Trucuk dan warga Bojonegoro secara umum.

Di balik kokohnya bangunan TPS 3R Srawung Makmur, ada alur perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari urusan administrasi hingga advokasi yang dilakukan tingkat desa. Langkah ini berawal dari kepekaan pemerintah desa akan persoalan sampah. Terutama jumlah produksi sampah yang makin meningkat.

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Kepala Desa Trucuk, Sunoko. Dia menceritakan awal mula muncul gagasan serta proses realisasi. Koordinasi dan komunikasi yang erat dilakukan pada jajaran pimpinan ke tingkat kecamatan. Proses ini menjadi pintu pembuka perwujudan fasilitas pengolahan sampah modern ini.

“Alhamdulillah, kami selama ini selalu komunikasi dan koordinasi dengan Pak Camat, sehingga kami dibimbing, diarahkan dan disarankan untuk membuat proposal. Akhirnya kami bisa mendapatkan fasilitas seperti ini dari ExxonMobil,” ucap Kepala Desa Trucuk, Sunoko, saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Sambutan Kepala Desa Trucuk, Sunoko saat Peresmian TPS 3R Srawung Makmur.

Sunoko menuturkan bahwa inisiatif desa tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kejelasan. Kejelasan dalam bentuk naskah usulan. Selain itu, perlu pula pengawalan yang konsisten dari pemangku wilayah. Dukungan pendampingan Camat Trucuk berhasil mengantarkan proposal. Akhirnya, proposal disetujui sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) EMCL.

Namun, fasilitas fisik bagi Sunoko hanyalah alat pendukung. Nilai sesungguhnya terletak pada efektivitas dan keberlanjutan. Terutama dalam pemanfaatan bangunan tersebut oleh seluruh lapisan warga desa.

“Harapan kami, bangunan ini tidak hanya berdiri seadanya, tetapi juga bisa berjalan manfaatnya dan juga berkembang kegiatannya untuk kemakmuran masyarakat Desa Trucuk,” ujar Sunoko penuh harap.

Kehadiran pihak swasta melalui program pemberdayaan masyarakat menjadi pilar penting yang mempercepat hadirnya infrastruktur TPS 3R di Trucuk. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan semangat gotong royong terintegrasi.

Perwakilan EMCL, Tezhart Elvandiar menegaskan pentingnya hubungan antara giat sosial dan kemitraan. Terlebih dalam menangani isu-isu kelestarian lingkungan hidup. Termasuk di wilayah sekitar operasi perusahaan. Sesuai dengan program yang diusung EMCL, yaitu Gerbang Sapu Bersih.

“Ini momen kita untuk merayakan gotong royong bersama dan kolaborasi untuk solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata External Engagement and Socioeconomic Manager ExxonMobil Cepu Limited, Tezhart Elvandiar, dalam kesempatan tersebut.

Sambutan Perwakilan EMCL, Tezhart Elvandiar saat Peresmian TPS 3R Srawung Makmur.

Tezhart mengungkapkan, program pengelolaan sampah memang berjalan secara bertahap. Dari situ, program mulai menunjukkan dampak nyata. Antusiasme masyarakat dalam mengelola sampah terus meningkat. Hingga saat ini, program EMCL tersebut menjangkau lebih dari 1.200 rumah tangga. Bahkan, melibatkan sekitar 350 anggota bank sampah. Giat ini telah mendapat dukungan dari 95 relawan dan kader lingkungan.

Selain itu, ada lebih dari 220 perempuang tergabung dalam kelompok arisan sampah. Kelompok ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 130 bank sampah. Kelompok bank sampah tersebut sudah memberikan manfaat sosial dan lingkungan masyarakat.

Lebih jauh, EMCL berharap bahwa model kemitraan yang telah terbangun kokoh ini dapat terus dipertahankan. Apalagi turut ditiru di daerah lain. Ini menjadi bentuk ikhtiar menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat dan mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap kolaborasi yang baik ini dapat terus lanjut untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih berdaya, dan masyarakat yang lebih baik bagi Bojonegoro,” ucap Tezhart Elvandiar menambahkan.

Momen peresmian TPS 3R Srawung Makmur ini terasa makin istimewa dengan kehadiran Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Wahono datang langsung untuk meresmikan sekaligus memberikan pengarahan strategis. Di hadapan ratusan warga, pengelola bank sampah, dan tokoh masyarakat yang hadir, Bupati menekankan pentingnya komitmen bersama dalam merawat fasilitas publik.

Bupati berpesan agar keberadaan TPS 3R benar-benar dikelola secara profesional dan transparan. Itu semua demi kepentingan warga desa secara keseluruhan. Bukan sekadar simbolik saat acara peresmian.

“Jadi saya minta tolong betul ke Pak Kades, ini kebutuhan kita bersama yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan program yang harus kita selaraskan,” kata Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Sambutan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat Peresmian TPS 3R Srawung Makmur.

Setyo Wahono menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma (perubahan budaya) masyarakat dalam memandang sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa yang harus dibakar. Atau lebih parahnya dibuang ke sungai. Sampah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Tentunya bila dikelola dengan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

“Sehingga bagaimana kita mengurangi, mendaur ulang, menggunakan kembali sampah-sampah yang bisa kita manfaatkan nilai ekonomisnya. Maka pada kesempatan hari ini saya hanya sekadar membagi pendapat soal sampah. Yang penting, bisa menambah nilai ekonomis yang baik dan berkelanjutan, bisa mengurangi pencemaran lingkungan, dan masyarakat bisa merawat terus berlanjut dimanfaatkan,” ujar Setyo Wahono.

Peresmian hari ini menjadi titik mula bagi pengelola TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk. Titik di mana serangkaian agenda operasional mulai berjalan. Selain menampung dan memilah sampah warga, pengelola TPS 3R juga akan memproduksi pupuk kompos organik. Ada pula pembudidayaan magot. Budidaya magot ini untuk menunjang program bupati yang lain, seperti kolega dan gayatri.

Melalui integrasi program arisan sampah dan keterlibatan kelompok perempuan di desa, kehadiran TPS 3R ini diyakini tidak hanya menekan potensi pencemaran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan bagi warga lokal.

Diresmikannya TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk hari ini membawa wujud nyata pesan gotong royong. Pesan yang menginspirasi, yaitu dari sampah yang terpilah, lingkungan bersih tercipta, dan kesejahteraan warga bertumbuh secara berkelanjutan.

Tags: Alas InsituteDesa TrucukEkonomi SirkularExxonmobil Cepu LimitedPengelolaan Sampah BojonegoroSolusi SampahTPS 3RTPS 3R Srawung Makmur
Previous Post

Nyalakan Literasi Digital Bojonegoro, EMCL dan PDPM Gelar Festival 2026

BERITA MENARIK LAINNYA

Nyalakan Literasi Digital Bojonegoro, EMCL dan PDPM Gelar Festival 2026
Peristiwa

Nyalakan Literasi Digital Bojonegoro, EMCL dan PDPM Gelar Festival 2026

24/09/2026
Bukan Sekadar Mengumpul dan Menjual, Warga Sudu Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah 
Peristiwa

Bukan Sekadar Mengumpul dan Menjual, Warga Sudu Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah 

23/09/2026
Briefing Akbar KIBO 12: Sambutan Awal Menjelang Hari Inspirasi 2026 di Bojonegoro
Altertainment

Briefing Akbar KIBO 12: Sambutan Awal Menjelang Hari Inspirasi 2026 di Bojonegoro

19/09/2026

Anyar Nabs

Peresmian TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk: Solusi Sampah dan Ekonomi Sirkular Partisipatif di Bojonegoro

Peresmian TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk: Solusi Sampah dan Ekonomi Sirkular Partisipatif di Bojonegoro

24/09/2026
Nyalakan Literasi Digital Bojonegoro, EMCL dan PDPM Gelar Festival 2026

Nyalakan Literasi Digital Bojonegoro, EMCL dan PDPM Gelar Festival 2026

24/09/2026
Ironi Spiderman: Superhero Penyelamat Dunia Yang Kehilangan Dunia-nya

Ironi Spiderman: Superhero Penyelamat Dunia Yang Kehilangan Dunia-nya

24/09/2026
Bukan Sekadar Mengumpul dan Menjual, Warga Sudu Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah 

Bukan Sekadar Mengumpul dan Menjual, Warga Sudu Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah 

23/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: