Setiap hari, keluarga Ishak Krey di Kampung Bowi Subur, Satuan Pemukiman 6 (SP6), Papua Barat, harus menyusuri jalan sekitar 350 meter menuju sungai di belakang rumah bukan untuk mencari ikan. Melainkan sekadar mengambil air untuk minum, memasak, dan mandi, karena air di rumah mereka berwarna kuning dan tak layak pakai.
Kondisi itulah yang membuat Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) turun ke lapangan. Mereka menyusuri satu per satu rumah warga, melakukan survei kesehatan air minum rumah tangga (SKAM RT) berbasis sistem informasi geografis (GIS) ke lebih dari 100 rumah untuk memetakan dari mana air tiap keluarga berasal, mulai dari sungai, air hujan, sumur gali, hingga sumur bor dangkal maupun dalam.
Dari data itu, penentuan titik sumur bor dilakukan secara cermat. Mereka mempertimbangkan wilayah mana yang paling membutuhkan, sekaligus bermusyawarah dengan kepala kampung agar lokasi yang dipilih tidak menimbulkan gesekan sosial.
Satu titik sumur kini telah dibor lebih dari 10 meter, dengan target kedalaman 40–50 meter agar air bisa mengalir secara artesis tanpa perlu pompa. Bagi keluarga Ishak Krey, kehadiran sumur ini bukan sekadar soal akses air.
“Saya sekeluarga merasa terbantu dengan adanya sumur bor karena di sini airnya kuning dan harus mengambil sungai di belakang untuk kebutuhan sehari-hari” ucap Ishak Key (2/10/2026)
Key mengatakan, dengan adanya air itu, mereka juga bisa menyediakan kamar mandi untuk petani yang biasanya menyelep padi di belakang rumah. Sehingga tak bingung ketika harus BAB/BAK.
Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr. Sudarmaji mengatakan, ia dan pihaknya melakukan pemetaan wilayah demi pembuatan sumur bor. Kegiatan itu telah dilaksanakan sejak Agustus 2026 dan akan terus berlanjut selama dua bulan ke depan dengan target pemetaan seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur pemukiman di Satuan Pemukiman 6 (SP6).
Sudarmaji menjelaskan, pemetaan seluruhnya dilakukan secara mandiri oleh anggota tim menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga itu menegaskan, sistem tersebut digunakan untuk melakukan pemetaan air bersih.








