Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

5 Perempuan Muslim Pengubah Wajah Dunia

Bakti Suryo by Bakti Suryo
03/10/2026
in Figur
5 Perempuan Muslim Pengubah Wajah Dunia

Ilustrasi: Satria SP (Unsplash).

Dunia modern Barat memproyeksikan diri sebagai benteng kesetaraan gender dan hak asasi manusia (HAM). Namun, dari kacamata sosio-politik, stigma terhadap perempuan sebagai second-class citizen tidak sepenuhnya lenyap. Bentuknya hanya bertransformasi dari subordinasi hukum yang kasatmata menjadi bias struktural yang lebih halus.

Perempuan Barat telah memenangkan hak pilih, kesetaraan di mata hukum, dan akses pendidikan. Meski begitu, struktur patriarki terselubung tetap bertahan melalui beberapa dimensi. Kategori normatif di Barat secara historis menempatkan laki-laki sebagai pemegang otoritas. Khususnya di ranah publik dalam bindang politik, bisnis, dan sains. Sementara itu, perempuan diproyeksikan pada ranah domestik atau pengasuhan.

Persepsi sosial masih sering menilai kapasitas perempuan berdasarkan penampilan fisik. Atau, batasan atas hak reproduksi mereka. Perkara tersebut malah menempatkan otonomi tubuh perempuan di bawah kompromi politik.

Konsep penempatan perempuan sebagai kelompok subordinat dalam tradisi Barat dianalisis secara mendalam oleh filsuf eksistensialis Prancis, Simone de Beauvoir. Simone menulis dalam karyanya yang monumental, The Second Sex (1949):

“One is not born, but rather becomes, a woman… He is the Subject, he is the Absolute—she is the Other.” (Seseorang tidak dilahirkan sebagai perempuan, melainkan dibentuk menjadi perempuan… Laki-laki adalah Subjek, Dialah yang Absolut—sedangkan perempuan adalah Sang Lain.)

Kutipan tersebut menegaskan gagasan “perempuan sebagai masyarakat lapis kedua” di dunia Barat. Gagasan yang muncul bukan disebabkan oleh faktor biologis, melainkan konstruksi sosial dan budaya. Konstruksi pemikiran yang sengaja menempatkan laki-laki sebagai standar utama dan perempuan sebagai penyeimbang yang sekunder.

Padahal, jika kita membuka kembali lembaran sejarah, perempuan dalam peradaban Islam telah lama berdiri di garis depan. Mereka menjadi pendiri perguruan tinggi, pejuang di medan perang, hingga pakar sains terkemuka.

Berikut adalah 5 tokoh perempuan hebat dalam sejarah Islam yang jejaknya menginspirasi dunia:

  1. Fatima Al-Fihri: Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Pada tahun 859 M, seorang wanita dermawan bernama Fatima Al-Fihri mendirikan Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Lembaga ini diakui oleh UNESCO dan Guinness World Records sebagai institusi pendidikan tinggi tertua. Bahkan, masih beroperasi hingga sekarang. Fatima menggunakan seluruh warisan dari ayahnya untuk membangun pusat ilmu pengetahuan. Tempat inilah yang kemudian melahirkan banyak cendekiawan besar dunia.

  1. Nusaybah Bint Ka’ab: Perisai Nabi di Perang Uhud

Nusaybah Bint Ka’ab (Umm ‘Amarah) adalah sosok ksatria perempuan perkasa. Dia terkenal karena keberaniannya yang luar biasa. Dalam Perang Uhud, Nusaybah mengayunkan pedang dan menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindungi Nabi Muhammad SAW. Itu ketika pasukan Muhammad sedang terdesak. Dia terus bertempur dengan gigih meskipun mengalami luka-luka berat di sekujur tubuhnya.

  1. Maryam Al-Astrulabi: Perancang Navigasi Langit

Pada abad ke-10, Maryam Al-Astrulabi mengukir sejarah di bidang astronomi. Dia berhasil menyempurnakan pembuatan astrolabe. Astrolabe adalah sebuah alat navigasi terperinci yang berfungsi sebagai peta langit. Detailnya, untuk menentukan waktu dan arah pelayaran. Penemuan dan desain instrumen yang disempurnakan Maryam menjadi fondasi penting bagi eksplorasi laut dan navigasi umat manusia selama berabad-abad.

  1. Sutayta Al-Mahamili: Cendekiawan Matematika dan Hukum

Lahir dari keluarga terpelajar di Baghdad pada abad ke-10, Sutayta Al-Mahamili dikenal sebagai pakar matematika ternama. Dia menguasai bidang aljabar dan kalkulasi pewarisan ilmu matematika (arithmetic inheritance). Dia juga menguasai ilmu hadis dan sastra. Para sejarawan mencatat kepiawaiannya dalam memecahkan soal-soal matematika kompleks. Terutama yang membingungkan para ilmuwan pada zamannya.

  1. Lubna dari Cordoba: Penyair dan Ahli Matematika Andalusia

Di pusat kejayaan Andalusia pada abad ke-10, Lubna dari Cordoba bersinar sebagai cendekiawan serba bisa. Selain menguasai matematika dan ilmu sains, dia juga seorang penyair bakat tinggi. Bahkan, dia menjadi sekretaris istana pada masa kerajaan. Lubna bertanggung jawab mengelola Perpustakaan Cordoba yang megah, memimpin penterjemahan, serta menuliskan kembali teks-teks penting pengetahuan dunia.

Kisah kelima tokoh tersebut membuktikan bahwa sejarah Islam tidak pernah mengekang peran dan potensi perempuan. Sebaliknya, peran sentral perempuan adalah fondasi utama peradaban. Khususnya sebagai seorang ibu. Dalam tradisi Islam, ibu adalah madrasatul ula, yakni lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak-anaknya. Mereka benih yang akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.

Arus nilai moral barat kerap mempromosikan paham kebebasan individualistis. Namun, di sisi lain justru melanggengkan budaya patriarki dan objektivikasi perempuan. Peradaban Islam telah lebih dulu menempatkan perempuan pada derajat keilmuan dan martabat yang tinggi.

Dari rahim dan keteladanan seorang ibu yang terpelajar, beriman, dan berkarakter kuat, lahir para pemimpin, ilmuwan, serta pejuang besar penerus bangsa. Memahami sejarah ini adalah kunci untuk melawan narasi patriarki barat. Sekaligus menegaskan kembali bahwa sejatinya perempuan adalah pilar utama pembentuk peradaban dunia.

Tags: PatriarkiPerempuan MuslimSejarah DuniaSejarah Islam
Previous Post

Petakan Air Sungai, Tim Ekspedisi Patriot Unair Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Manukwari

Next Post

Bahaya Laten Hobi Mancing Mengintai Isi Kulkas Rumah Tangga

BERITA MENARIK LAINNYA

Daun Kelor Padangan: Dari Penolak Bala hingga Cokelat dan Mie Instan
Figur

Daun Kelor Padangan: Dari Penolak Bala hingga Cokelat dan Mie Instan

28/09/2026
Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini
Figur

Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini

05/08/2026
Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti
Figur

Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti

04/08/2026

Anyar Nabs

Bahaya Laten Hobi Mancing Mengintai Isi Kulkas Rumah Tangga

Bahaya Laten Hobi Mancing Mengintai Isi Kulkas Rumah Tangga

03/10/2026
5 Perempuan Muslim Pengubah Wajah Dunia

5 Perempuan Muslim Pengubah Wajah Dunia

03/10/2026
Petakan Air Sungai, Tim Ekspedisi Patriot Unair Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Manukwari

Petakan Air Sungai, Tim Ekspedisi Patriot Unair Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Manukwari

02/10/2026
Belajar dari Yogyakarta, Dewan Pendidikan Bojonegoro Rancang Pendidikan Khas

Belajar dari Yogyakarta, Dewan Pendidikan Bojonegoro Rancang Pendidikan Khas

01/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: