Hari ini Mark Hoppus berulang tahun. Pemilik nama lengkap Markus Allen Hoppus lahir pada 15 Maret 1972. Sebagai musisi Mark mengisi posisi bass pada band pop punk ternama. Siapa lagi kalau bukan Blink 182.
Tidak ada yang mengajari Mark bermain bass. Mark secara swasiswa belajar bermain bass. Usia 15 tahun Mark mulai mendapatkan bass pertamanya. Dari situlah Mark jatuh cinta pada alat musik itu.
Nama Mark semakin tenar semenjak menjadi member dari Blink 182. Dari sinilah karir Mark dimulai. Selain karir musik, Mark juga merambah dalam bisnis. Seperti kebanyakan musisi lainnya Mark mencoba dalam bidang apparel.
Bersama dengan Tom, Dylan dan Jon. Mark membuat apparel bernama Atticus. Nama Atticus menanjak pesat. Karena kredibilitas Mark dan Tom. Brand Atticus jadi buruan para fans dari Blink 182. Ya, Mark dan Tom tidak hanya bermusik. Tapi juga berbisnis apparel.
Tak sekadar membuat apparel saja. Bahkan, Mark membuat konsep yang matang atas Atticus ini. Sebagai icon youth culture. Secara independen, mereka memproduk dan menjual produk secara online. Tidak beda jauh kok Nabs dari beberapa apparel lokal kita.
Nabs, personil Blink 182 memang tidak hanya identik dengan kreasi bermusik. Namun juga kelihaian berbisnis Apparel. Baik Tom Delonge, Mark Hoppus dan Travis Barker memiliki lini bisnis apparel masing-masing.
Tom Delonge dengan Macbeth-nya, Travis Barker dengan Famous Star and Straps-nya dan Mark Hoppus dengan Atticus-nya. Nabs, itu menunjukkan bahwa selain bermusik, mereka juga berbisnis lho. Hee
Atticus juga mengendorse band anak muda masa itu. Seperti Alkaline Trio, AvA, Alexis on Fire dll. Selain menjual apparel, Atticus juga pernah merilis beberapa album kompilasi. Berisikan band-band anak muda di kala itu. Seperti New Found Glory, Sugarcult, Fall Out Boy dan masih banyak lagi.
Hingga 2006 Atticus sudah merilis empat album kompilasi. Dengan judul album Dragging The Lake. Dengan mensinergikan fashion dan musik. Atticus berhasil mengambil segmen pasar anak muda.
Selain mengendorse band Atticus juga pernah mengendorse designer dan ilustrator ternama Brian Ewing.
Mark Hoppus berhasil mencapai karir bermusik serta bisnisnya, Nabs. Dengan keatifitas ide mensinergikan fashion dan musik. Sampai Mark menjadi ikon youth culture. Kerja keras yang terbayar ya nabs.
Sebagai generasi muda kita bisa kok nabs melebarkan sayap imajinasi kita. Dengan didukungnya era sekarang dan hadirnya industri kreatif. Siapa tahu kita bisa menjadi seperti Mark Hoppus dan kawan-kawan.
Di Indonesia, kolaborasi musik dan bisnis apparel juga diminati. Contohnya, Dochi Pee Wee Gaskins, Jerinx SID, Arian Seringai dan Otong Koil.
Terlebih vibe industri kreatif lagi hangat-hangatnya di Indonesia. Mungkin di kota besar persaingan semakin ketat. Namun bagi kota lain industri kreatif bisa menjadi opsi dan kesempatan besar untuk berkarir.
Kreatifitas bisa datang dari mana saja. Asal dikemas dengan unik dan baik. Maka ide akan terjual dengan medium hasil torehan imajinasi liar kita. Selama itu positif dan berdampak baik. Sehingga turut memunculkan potensi lokal tempat kamu berkarya, Nabs.








