Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menangis Semalam dan Tertawa Bermalam-malam

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
18/07/2019
in Peristiwa
Menangis Semalam dan Tertawa Bermalam-malam

Karaoke Karokowe menunjukkan bahwa di dalam tubuh yang tegar, terdapat hati yang nyemek-nyemek digodog kesedihan.

Acara Karaoke Karokowe dengan tajuk Menangis Semalam dan tagline yang benar-benar melumpuhkan: Nyanyi Banter Nangis Ngejer di Hotel Aston pada (17/7/2019) malam, benar-benar menggetarkan dan melumpuhkan.

Selain menggetarkan, acara tersebut membuktikan bahwa menangis adalah hak segala manusia dan oleh sebab itu, pura-pura tegar di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Karaoke Karokowe menunjukkan bahwa di dalam tubuh yang tegar serupa baja, terdapat hati yang nyemek-nyemek digodog kesedihan. Dalam acara tersebut, banyak lagu sendu dibawakan secara berjamaah.

Uniknya, yang membawakan adalah anak-anak muda yang punya reputasi sebagai pemuda tegar dan gahar. Ini menegaskan bahwa kegaharan dan ketegaran tak memiliki hubungan kekeluargaan dengan tangisan.

Tangisan punya ruang terpisah dari ketegaran. Orang yang menangis bukan berarti dia tidak tegar. Justru, dia adalah pemberani. Apalagi, proses menangisnya di depan (((mantan))) banyak orang.

Sepintas, acara Karaoke Karokowe mengingatkan kita pada konsep konser Efek Rumah Kaca bertajuk Tiba-tiba Suddenly Rekaman pada akhir Januari 2019 lalu. Di mana, semua penonton bersenandung dan direkam secara live.

Arthur Schopenhauer, filsuf Jerman yang identik dengan pesimisme dan penderitaan, pernah mengatakan jika musik bukan suatu salinan kehendak layaknya arsitektur, hortikultur, lukisan, maupun puisi. Sebab, musik adalah bentuk dari kehendak itu sendiri.

Schopenhauer yang populer dengan Filsafat Kehendak itu mengatakan, musik memiliki keunggulan dari seni lain seperti patung atau lukisan. Sebab, ia tak terbatas pada batasan rupa dan tampilan. Musik mengekspresikan perasaan dengan cara yang tak bisa dilakukan bentuk seni lainnya.

Musik melankolis memudahkan seseorang untuk menangis. Siapa yang tidak kaget ketika mendapati Adityo Dwi Wicaksono menyanyikan lagu berjudul Tewas Tertimbun Masa Lalu (Nella Kharisma) sambil prembik-prembik memeras air mata?

Pemuda yang lekat dengan musik gahar namun diam-diam mengagumi Didi Kempot tersebut, menunjukkan pada kita semua bahwa tak ada ketegaran yang hakiki, ketika menangis adalah wujud dari ketegaran itu sendiri.

Adityo yang sudah lupa kapan terakhir kali menangis itu, tahu jika segala sesuatu jika dilakukan sendirian memang sulit. Sebab memang, sudah waktunya dia mengubah konsep status quo kesendirian dalam hidupnya.

I’ve been singing a sad song since I lost my way.
Dreaming of the day when the pieces of me come together.
Let me cry again.
Let me recall how to cry.
Where’s my mind that’s trying to be honest (Jupiter, Dustbox)

Adityo tentu sangat hapal di luar kepala lagu tersebut. Sebuah lagu yang menunjukkan bahwa menangis bukan perkara sederhana. Suatu hari, Adityo berkata pada saya: mereka yang sudah lupa caranya menangis, sesekali patut mendengar lagu itu.

Nabs, sekuat dan setegar apapun manusia menerima kesedihan, menangis tetap perlu diwujudkan. Sebab, serupa dahak, ia komponen metabolisme tubuh yang harus dikeluarkan agar tak menyumbat tenggorokan dan perasaan.

Dan jika menangis secara lawaran sulit dilakukan, mendengar dan mendendangkan musik tentu menjadi pengantar paling tepat untuk memperlancar perlintasan air mata dan tangisan.

Ketegaran dan kemampuan untuk tidak menangis hanyalah baju belaka. Sekuat apapun menahan kesedihan, menangis adalah fitrah manusia. Jika tak mampu menangis sendirian, menangis berjamaah tentu lebih meringankan.

Pepatah lama mengatakan: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Tak mampu menjinjing tangis sendirian, tak ada salahnya memikul tangis dalam kebersamaan.

Sesekali, berpikirlah jika menangis itu perlu dilakukan. Sebab, tubuh manusia terlalu banyak cairan. Karena itu, mereka yang tak suka berolahraga, harus punya pengalaman mengelola air mata sebagai ganti keluarnya keringat.

Itu alasan kenapa seseorang yang sering menangis, kadang-kadang mudah kurus. Meski, teori itu sering gagal jika diniati sebagai langkah program diet. Karena yang membikin gemuk bukan air, tapi lemak.

Meski harus dilakukan, terlalu banyak menangis juga buruk. Menangislah, tapi jangan lupa tersenyum dan tertawa. Hidup harus seimbang. Contohnya, menangisnya cukup semalam dan tertawanya yang bermalam-malam.

Tags: Karaoke KarokoweMenangis Semalam
Previous Post

5 Manfaat Uji Coba Lawan Timnas U-19 Indonesia bagi Persibo

Next Post

Motif Sisik Naga di Jersey Persibo saat Lawan Timnas U-19 Indonesia

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah
Peristiwa

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah
Peristiwa

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM
Peristiwa

Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM

22/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

29/07/2026
Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

28/07/2026
Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

27/07/2026
Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

26/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: