Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bramasori menuju Pesantren Senori

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
06/11/2024
in JURNAKULTURA
Bramasori menuju Pesantren Senori

Bramasori, Lembaga Pendidikan yang Menginspirasi Pesantren

Bramasori merupakan lembaga pendidikan kuno didirikan para Wiku. Secara historis, eksistensinya berhubungan dengan pesantren-pesantren di Bumi Njipangan, khususnya Singgahan dan Senori. 

Di Nusantara atau Jawa khususnya, telah lama dikenal memiliki keyakinan asli yaitu Animisme dan Dinamisme sebelum masuknya agama Hindu dan Buddha. Beberapa peneliti kebangsaan Belanda, semisal Vlekke, dan juga Indonesia semisal Agus Munandar, telah mengambil kesimpulan bahwa di Jawa telah mengenal keyakinan Pantheistik, atau juga pemujaan terhadap arwah leluhur. Pendapat para peneliti itu didasari semata-mata atas kajian arkeologis mereka.

Kajian tersebut ternyata sangat berbeda dengan hasil kajian yang didasarkan pada riset filologis. Kajian atau riset ini pernah dilakukan oleh Prof. H. Kern dalam mencari objek, pekerjaan, dan adat istiadat (kebudayaan) yang dikenal orang Jawa asli berdasar perbendaharaan kata asli Jawa dengan menghapus semua istilah yang diimpor kemudian.

Dalam kajian filologis, sebelum Hindu dan Budha yang menekankan keberadaan seperangkat sistem yang mengabdikan diri pada kehidupan sesuai ajaran tersebut, seperti misalnya otoritas pandita, brahmana, rsi, muni, dan biksu, ternyata di Jawa Kuno sendiri telah ada pejabat sejenis yang asli, yaitu pejabat otoritas asli yang disebut dengan Wiku.

Menurut Zoetmulder, Wiku adalah kata asli Jawa Kuna yang merujuk pada arti orang berstatus atau berfungsi religius, orang yang mengabdikan diri pada kehidupan religi, orang suci, pertapa, pendeta, biarawan, biarawati, pertapa laki-laki atau perempuan.

Keberadaan Wiku tersebut, menunjukkan jika ada seperangkat nilai atau ajaran asli Jawa Kuna, yang membuat para Wiku tersebut mengabdikan diri untuknya. Sangat menarik, bahwa keberadaan Wiku ternyata tidak lenyap seiring masuknya Hindu dan Budha dan berkembang pesat di Jawa beserta otoritas yang menanganinya.

Prasasti Adan-adan

Sangat menarik, bahwa keberadaan Wiku ternyata tidak lenyap seiring masuknya alkulturasi Hindu dan Buddha yang berkembang pesat di Kerajaan Jawa beserta otoritas yang menanganinya.

Pada prasasti Adan-Adan (1301 M) yang ditemukan di Bojonegoro, yang terdiri dari tujuh belas lempengan berbahan perunggu yang pada masing-masing lempeng memuat 4 baris tulisan beraksara serta berbahasa Jawa Kuno.

Bramasori, Lembaga Pendidikan yang Menginspirasi Pesantren

Prasasti Adan-adan menunjukan titik-titik penting wilayah kuno kawasan Jipang. Prasasti ini ditulis tak lama dari penulisan Prasasti Maribong, yang menyebut wilayah Jipang sebagai pusat peradaban di tengah antara lembah Kendeng dan Bengawan.

Pada Prasasti Adan-adan, menyebut kata Wiku (Wikhu) pada lempeng ke-16 b. Kata Wiku bersandingan dan paling utama dari jajaran otoritas yang menangani lembaga-lembaga pendidikan resmi, yaitu; Wikhu Brāmaçāri Grhastha Ganaprastha Biksuka.

Isi prasasti ini juga yang paling jelas menyebut nama Singgahan (Singgahan, Tuban), mengindikasikan sebagai sebuah wilayah yang cukup penting pada saat pembentukan pertamakali Kerajaan Majapahit. Mengingat, Adan-adan ditulis pada awal pendirian Majapahit.

Dalam prasasti itu dijelaskan, wilayah Adan-adan yang semula menjadi satu kesatuan dengan Singgahan, akhirnya diserahkan oleh Sang Maharaja Nararyya Sanggramawijaya Kertarajasa Jayawarddhana (Raden Wijaya) kepada Paduka Rajarsi (pemimpin para Rsi) untuk dikelola secara mandiri. Rajarsi berkuasa di wilayah Kendeng antara Kedewan, Malo, hingga Trucuk.

Muasal Senori 

Wiku dapat dimaknai sebagai seorang pengajar (guru), yang juga mengajarkan tentang Brāmaçāri, sebuah istilah Jawa yang mengadopsi kata-kata Sanskerta brahmacarati iti Brahmacarya, sehingga dapat bermakna “perilaku yang konsisten sesuai dengan zat Ilahi”, atau dapat juga sebagai laku sungguh-sungguh dalam catur-ashrama atau tataran pendidikan “gaya hidup yang kondusif untuk mengejar ilmu pengetahuan suci dan sekaligus pembebasan spiritual”.

Kegiatan-kegiatan Brāmaçāri Inilah yang kemudian dikenal sebagai “Pesantren”, ketika sebuah tradisi pengajaran itu berkembang sesuai kebudayaan Islam di Jawa, dimana para siswa belajar bersama dengan bimbingan seorang guru atau Kyai yang memiliki asrama untuk menginap para santri.

Brāmaçāri atau Bromosori ini kemungkinan berada di wilayah Senori, yang tak jauh dari Singgahan. Sebab, istilah Senori berasal dari kata Sori (dari Bromosori) yang mendapat Seselan (sisipan atau infiks) -in- dengan menghilangkan/menyamarkan kata Brahma, yang bermakna sebuah pencarian terhadap “Diri”.

 

Tags: Makin Tahu IndonesiaTauhid JawaWiku Nusantara
Previous Post

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Setyo Wahono-Nurul Azizah akan Bangun Puluhan Sekolah Unggulan

Next Post

Geopark Bojonegoro Dicatat Prasasti Sejak Ribuan Tahun Silam

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Anyar Nabs

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

18/10/2026
Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

17/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: