Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dari Al-Ghazali dan Abangkulah Aku Menulis

Siti Rahmawati by Siti Rahmawati
28/03/2022
in Cecurhatan
Dari Al-Ghazali dan Abangkulah Aku Menulis

“JIKA-kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah!”

Sebuah kutipan dari seorang ulama besar, Imam Al-Ghazali ini secara tidak langsung telah menampar saya. Saya menjadi teringat kepingan kenangan bersama almarhum abang saya.

Memutar kembali kenangan saat di mana beliau begitu antusias memberikan dukungan kepada saya ketika saya mengatakan “Saya ingin menjadi penulis.” Dan sejak saat itu saya bertekad untuk selalu menulis.

Bermimpi ingin menjadi seperti beliau yang juga menyukai dunia kepenulisan.
Kutipan populer dari Imam Al-Ghazali ini benar-benar menjadi semacam penyemangat untuk saya kembali terjun di dunia kepenulisan.

Saat itu, saya sedang terpuruk selama hampir satu tahun karena ditinggal oleh satu-satunya penyemangat saya dalam menulis. Saat itu saya berpikir “Buat apa menulis lagi, toh sudah tidak ada yang menyemangati.”

Sebab, pada waktu itu hanya ada abang saya yang tak pernah lelah menyemangati saya.

Jika dihitung, saya mengenal abang saya dalam waktu yang cukup singkat. Bukan karena beliau pergi begitu cepat, melainkan tentang apa yang dilakukannya dengan menulis.

Meskipun tidak dalam bentuk tulisan berbuku-buku, namun beliau seakan menginspirasi saya untuk menulis. Apa saja. Menulis harian, menulis kejadian, menulis cerita, karangan, atau pun tulisan yang lain. “Cukup tulis saja,” tutur beliau pada saat itu.

Dulu saat abang saya masih ada, beliau adalah seorang mahasiswa rantau. Menuntut ilmu di kota orang. Segala peristiwa yang pernah terjadi baik saat di perjalanan saat pulang pergi, peristiwa di yayasan tempat beliau tinggal, peristiwa di tempat beliau kuliah, dan peristiwa di mana saja yang pernah beliau alami. Semua tulisan itu tetap tertulis rapi di laptop beliau hingga saat ini.

Abang saya termasuk sosok pendiam. Beliau tidak pernah menceritakan apa yang telah beliau alami kepada siapa pun termasuk keluarganya sendiri. Tidak peduli untuk kejadian penting atau bukan. Beliau hanya menuliskan hampir semuanya dalam catatan beliau.

Ada sebuah kejadian menarik ketika saya membaca catatan harian beliau di laptop di mana saat itu beliau membantu mengejar sebuah laptop seorang mahasiswi yang tertinggal di kereta api.

Di ceritakan saat itu beliau mengejar kereta api dengan naik bus dari Surabaya sampai Semarang. Untung saja saat itu laptop yang beliau kejar belum berpindah ke tangan orang lain.

Maka tidak heran, ketika Al-Ghazali mengingatkan saya tentang menulis, saya teringat orang tua saya. Dari abang saya, saya belajar untuk tetap menulis.

Orang tua beliau adalah orang tua saya juga bukan seorang ulama besar dan bukan seorang raja, tetapi abang saya menulis. Tulisannya mampu terkenang meskipun beliau telah tiada.

Walau bukan sebuah kitab rujukan agama dan bukan pula novel best seller tetapi beliau tetap akan terkenang karena menulis.

 

* Penulis adalah pengurus UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia dan mahasiswi Prodi PAI UNUGIRI Bojonegoro.

Tags: LiterasiPesan Al Ghazali
Previous Post

Bangkit dari Rebahan dan Memulai Pergerakan

Next Post

TurunTangan Bojonegoro Berhasil Gelar Event Nasional

BERITA MENARIK LAINNYA

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026
Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi
Cecurhatan

Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi

05/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: