“Lari bukan soal kaki Anda, tapi soal pikiran dan hati Anda.” ~ Eliud Kipchoge, pelari maraton pemegang rekor dunia.
Berlari bukan hanya melangkahkan kaki. Berlari juga mampu menggerakan pikiran dan hati. Buktinya seperti yang terjadi di Bojonegoro pada Jumat (4/9/2026) malam. Komunitas lari di Bojonegoro mengadakan charity yang dikemas dalam bentuk Fun Run di 33 Timur Coffee & Space, Kota Bojonegoro. Kegiatan lari tersebut bertajuk “Burn Your Energy for Humanity”.
Kegiatan lari bersama tersebut sekaligus sebagai gerakan amal dalam bentuk galang dana. Terutama untuk korban kebakaran hutan di Kalimantan dan gempa di Nusa Tenggara Timur beberapa saat lalu. Lari bersama ini diikuti berbagai komunitas lari Bojonegoro antara lain Slowpace, Team Upluk Trail, Smarterun bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Bojonegoro.
Peserta berkumpul dan mulai melakukan pemanasan di halaman parkir kafe pada pukul 19.00 wib. Sekitar 50 peserta lari turut serta dalam kegiatan olahraga dan amal tersebut. Keringat mulai membasahi wajah sebagai tanda tubuh mulai panas dan siap berlari. Peserta lari mulai mendengar arahan rute dari panitia. Rute lari kurang lebih berjarak 5 kilo meter mengitari jalanan kota Bojonegoro.
Seluruh peserta lari berhasil menyelesaikan rute dalam waktu kurang dari satu jam. Para peserta disambut refreshment berupa air mineral dan buah-buahan segar. Di samping sajian penyegaran, tersedia sebuah kotak dengan gambar barcode. Kotak tersebut berfungsi sebagai wadah uang amal. Barcode menjadi opsi beramal melalui aplikasi dompet digital.
“Setelah ambil refreshment, jangan lupa dengan kotaknya, kawan-kawan. Yang penting Ikhlas ya,” ucap Angger Bilal Sasongko dari Slowpace sekaligus inisiator kegiatan.
Tampak para peserta berlalu lalang secara bergantian di hadapan kotak. Sebagian menggunakan gawai untuk scan barcode, sebagian lagi memilih menggunakan cash. Sebuah bukti bahwa hati mereka turut tergerak untuk saudara di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur.
Menurut Angger, Slowpace kerap mengadakan kegiatan lari bersama komunitas lain. Terlebih dalam kegiatan olahraga dan amal. Olahraga merupakan kegiatan yang menyehatkan. Tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Mental yang sehat pastinya membuat jiwa dan hati memiliki kepekaan. Khususnya atas kondisi lingkungan saat ini dan nashi saudari sebangsa setanah air.
“Berlari sudah menjadi kegiatan biasa bagi kami. Mengapa tidak sekalian berdonasi untuk saudara yang terdampak bencana?” kata Angger.

Angger menggandeng lembaga amal sebagai wujud keseriusan dalam berdonasi. Jumlah donasi yang terkumpul diamanahkan kepada LAZISMU Bojonegoro. Menurutnya, ini bagian dari bentuk tanggung jawab moral dan keseriusan.
“Kami cukup exited dengan acara ini dan terima kasih banyak sudah diberi amanah dengan baik,” kata Sartono sebagai perwakilan dari LAZISMU Bojonegoro saat ditemui di tengah kegiatan.
Olahraga lari tidak hanya menyehatkan tubuh secara fisik. Berlari juga menyehatkan jiwa dan pikiran. Pikiran yang sehat mampu meningkatkan kesadaran. Terlebih bila dilakukan bersama-sama. Kesadaran yang terbangun secara kolektif pasti menumbuhkan rasa persaudaraan.








