Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Ahmad Fuady by Ahmad Fuady
28/07/2026
in Cecurhatan
Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Menotti dan Maradona

Namanya Cesar Luis Menotti, pelatih yang mengantarkan Argentina sebagai juara pada Piala Dunia tahun 1978. Der star ist die mannschaft atau “pemain bintang adalah kesebelasan” merupakan filosofi Menotti.

Mario Kempes merupakan kapten tim Argentina. Kempes menjadi pencetak gol terbanyak dalam turnamen sekaligus bintang Argentina di turnamen empat tahun sekali tersebut. Setelah Mario Kempes, di tahun 1986 Diego Maradona menjadi kapten yang mengantarkan Argentina menjadi kampiun Piala dunia, dan tentu saja Lionel Messi menjadi kapten saat Argentina menjadi juara Piala Dunia tahun 2022.

Mario Kempes, Diego Maradona, dan Lionel Messi merupakan nama-nama bintang sepak bola yang tidak diragukan lagi. Bahkan, Messi dan Maradona sering berada di urutan top tier pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Mereka ini pemain bintang yang menjadi penerang jalan bagi rekan setimnya untuk meraih kemenangan.

Pemain bintang di dalam tim sepak bola, pada dasarnya adalah anugerah. Pemain bintang yang diberkati dengan skill dan kemampuan brilian dan magis mampu tampil menjadi pembeda, mempertontonkan aksi ciamik, mengacaukan skema strategi lawan, dan lebih penting lagi: Menjadi magnet yang menarik 10 pemain lainnya bermain bersama secara spartan dan tangguh.

Ketika Argentina berhasil meraih juara Piala Dunia tahun 2022, beberapa pemain paska-pertandingan mengatakan bahwa salah satu kunci juara adalah semua pemain dalam satu tim berusaha jibaku untuk memenangkan pertandingan demi Lionel Messi. Kehadiran Messi bagi rekan setimnya adalah harapan cerah dan mampu menjadi pengatrol mental juang rekan-rekan setimnya. Messi menjadi pemain bintang yang sinarnya menjadi halo pengikat tim.

Pemain bintang, memiliki kharisma sebagai pemimpin, dan mampu menggerakkan rekan-rekan satu tim adalah anugerah yang tidak hadir di setiap tim. Bahkan, tidak jarang, kehadiran pemain bintang berubah dari anugerah menjadi bencana.

Pasalnya, ego ke-bintang-an-nya menjadi perusak keharmonisan tim. Merasa diri sebagai bintang, pengin senantiasa dilayani oleh rekan lainnya, dan tidak mau jibaku dengan sesama rekan setim.

Sebagaimana Tsubasa Ozora, apa yang menjadikannya luar biasa? Dia pemain bintang, sepakat. Dia juga pemain yang rela membantu dan kerja sama dengan rekan setimnya untuk bertahan-menyerang, berjibaku dan jatuh-bangun di tanah. Tsubasa adalah metafora pemain bintang yang turut hadir di tengah-tengah tim. Menjadi teladan. Menjadi penggerak.

Memiliki pemain bintang di dalam tim adalah impian. Tentu juga, memiliki rekan tim yang solid dan bergerak di sekeliling pemain bintang juga impian. Kempes, Maradona, Messi, dan Tsubasa seorang diri mustahil memenangi pertandingan tanpa dukungan tim yang mau bergerak bersama.

Begitu juga dalam pemimpin dan kepemimpinan, kan?

Tags: Diego MaradonaLuis MenottiTimnas Sepak Bola Dunia
Previous Post

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis, dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V - End)

Next Post

Reformasi, Oligarki, dan Kursi Panjang di Ruang Tamu

BERITA MENARIK LAINNYA

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory
Cecurhatan

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten
Cecurhatan

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026
Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026

Anyar Nabs

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

27/10/2026
Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

26/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: