Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Produktif Menulis Buku dengan Notes Ponsel

Usman Roin by Usman Roin
08/04/2025
in Cecurhatan
Produktif Menulis Buku dengan Notes Ponsel

Menulis Buku via Ponsel

Sungguh kita luput, gadget yang kebanyakan orang digunakan melihat kabar medsos hingga menyita waktu, atau keasyikan ngegame sambil misuh-misuh, nyatanya bisa digunakan menulis hingga terlahir karya buku.

Perihal gadget, riset Fitriana dkk (2020:184), kemudian Julia Novita Putri dkk (2024:380), menuturkan bila kini keberadaannya dominan digunakan membuka media sosial, chatting, dan game. Simpulan penulis, gadget yang dimiliki sebatas untuk hiburan. Sedangkan keperuntukan untuk proses kreatif –menulis contoh, masih sedikit literatur yang mengetengahkan ulasannya.

Berdasar riset di atas, penulis coba ingin menawarkan upaya agar saat berlama-lama memegang gadget, kita bisa menggunakannya untuk meningkatkan keterampilan diri.

Sebagai bukti, Editor in Chief Jurnaba.Co, Ahmad Wahyu Rizkiawan, kini telah memiliki 5 buku serta satu yang sedang proses pengajuan ISBN. Uniknya, 6 buku tersebut, ia tulis di gadget melalui aplikasi notes atau dengan nama lain catatan.

Enam buku karya beliau yang murni ditulis via aplikasi notes yang sudah terinstal pada merek gadget apapun, berjudul: Dongeng Sebelum Makan (2017), Pembual Milenial (2018), Gurat Cerita Orang Biasa (2019), Hikayat Padangan Kota Cahaya (2021), Tarikh Padangan (2023), serta Peradaban Nggawan (on progress 2025).

Dalam penuturan sederhana kala penulis ngopi bersama beliau, Senin (07/04/25), menulis via notes itu seperti menginvestasikan gagasan.

Apa yang mas Wahyu –panggilan khas penulis kepada Ahmad Wahyu Rizkiawan, sampaikan memang betul. Saat gagasan menulis itu muncul, ia perlu dicatat dulu secara mudah. Dalam hal ini, bisa ditanamkan (investasikan) dahulu dengan cara menuliskannya via notes di gadget.

Hal itu juga pernah penulis lakukan untuk menyelesaikan opini. Beberapa tulisan yang publis di jurnaba.co, yang mengunakan perangkat gadget via notes diantara berjudul, Menjaga Kebersihan Diri, Hakikat Kemenangan, Menghidupkan Malam Ramadan dengan Tirakat Membaca, dan masih banyak yang lain salah satunya tulisan ini.

Jika demikian adanya, menulis via notes memiliki keuntungan yang perlu pembaca coba, agar proses kreatif tercipta kala memegang gadget, diantaranya:

Pertama, lebih mudah. Menulis via aplikasi notes di gadget, merupakan sarana mudah untuk menulis. Meminjam bahasa Ipnu R. Noegroho (2022:49), bisa dilakukan dimana, kapan dan saat apa saja. Beda sekali dengan menulis via laptop. Sebab, kita kudu menghidupkan dahulu, kemudian sepanteng seperti khusyuk.

Iya, bila aliran idenya muncul lancar. Bila tidak, tentu tulisan yang baru beberapa baris diketik, akan menjadikan bad mood menyala, hingga tulisan yang bubuhkan pada keyboard tidak kunjung usai.

Kedua, fokus menulis. Perihal ini, pengalaman praktis mas Wahyu menunjukkan bila menulis via notes memberi kemanfaatan “fokus”. Artinya, fokus menulis. Bukan fokus “ingin” selalu melakukan editing.

Bahkan dalam pengalaman beliau, menulis via notes itu betul-betul orientasinya fokus menyelesaikan tulisan. Kemudian setelah tulisan rampung –utuh, tahap editing bisa dilakukan melalui laptop guna membenahi kata-kata yang masih ada typo, diksi yang belum tepat, serta penggunaan tanda baca mulai titik, dan koma yang kurang betul.

Ketiga, mudah mengakses rujukan. Menulis via notes juga memberi kemudahan melakukan akses sumber-sumber rujukan secara langsung. Apalagi, untuk berpindah layar dari lembar notes ke mesin pencari google, selain mudah juga cepat.

Kemudahan tersebut juga didukung oleh penambahan tab-tab baru, seiring jumlah rujukan yang dibutuhkan saat kita ingin menyelesaikan sebuah tulisan.

Akhirnya, menulis via aplikasi notes atau catatan yang sudah terinstal di gadget, akan melahirkan produktivitas karya tulis secara signifikan. Apalagi, mengutip data.ai (2023) kita –sebagai orang Indonesia, rata-rata menghabiskan 5-7 jam perhari tahun 2022.

Jika dengan kebiasaan menghabiskan waktu 5-7 jam perhari itu digunakan untuk menulis via notes, tentu 281,2 juta penduduk Indonesia, akan melahirkan karya tulis yang betebaran di media massa serta dunia penerbitan.

*Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.

Tags: Menulis via HapeProduktif Menulis
Previous Post

Shalat Jumat Pertama Kali Bersama Rasulullah Saw

Next Post

Tlatah Bhinnasrantaloka: Tanah yang Dihormati Para Raja

BERITA MENARIK LAINNYA

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab
Cecurhatan

Dedolarisasi dan Si Kancil di Jazirah Arab

15/09/2026
Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara
Cecurhatan

Ironi Lulusan Sarjana di Desa: Ketika Gelar Kalah Pamor dari Menantu Juragan dan Abdi Negara

14/09/2026
Para Cendekiawan di Dapur Kekuasaan
Cecurhatan

Para Cendekiawan di Dapur Kekuasaan

10/09/2026

Anyar Nabs

Dari Jemari Perempuan Desa, Rajutan Bojonegoro Menembus Pameran Jabanusa

Dari Jemari Perempuan Desa, Rajutan Bojonegoro Menembus Pameran Jabanusa

17/09/2026
Lokakarya Media 2026: Ketika Industri Butuh Cerita

Lokakarya Media 2026: Ketika Industri Butuh Cerita

17/09/2026
SKK Migas: Pers Profesional Jadi Mitra Strategis Industri Hulu Migas

SKK Migas: Pers Profesional Jadi Mitra Strategis Industri Hulu Migas

16/09/2026
Ketika Tanah Bertemu Kekuasaan

Ketika Tanah Bertemu Kekuasaan

16/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: