Laporan 2026 Edelman Trust Barometer baru saja rilis, dan jujur saja, isinya cukup bikin dahi mengkerut. Tema tahun ini, “Trust Amid Insularity”, seperti sedang menyindir kondisi kantor-kantor startup di Indonesia sekarang. Kita lagi terjebak di fenomena “Insularitas”; alias cuma mau percaya sama orang yang sefrekuensi saja.
Buat kamu, Gen Z yang sekarang sudah duduk di kursi Manager (padahal baru kemarin sore belajar bikin content plan), tantangannya bukan cuma soal target KPI. Tantangannya adalah gimana caranya dipercaya sama anak buah yang usianya jauh di atas kamu (para senior yang kenyang asam garam) dan sekaligus mengarahkan tim Gen Alfa yang pola pikirnya sudah fully digital native.
Kepercayaan Adalah Koentji (Tapi Harganya Mahal)
Data Edelman bilang, di Indonesia, 92% orang paling percaya sama “My Employer”. Artinya, ekspektasi tim ke kamu itu tinggi banget! Tapi masalahnya, ada gap kepercayaan sebesar 26 poin antara si kaya dan si miskin, plus kecemasan ekonomi yang bikin 79% karyawan takut kena layoff.
Sebagai Manager, kamu bukan cuma “bos”, tapi harus jadi Trust Broker. Gimana caranya?
1. Jembatani Si “Kaku” dan Si “Savage”
Di satu sisi, ada tim senior yang mungkin merasa lebih tahu segalanya. Di sisi lain, ada Gen Alfa yang kalau dikasih perintah sedikit langsung bilang “itu nggak aesthetic“.
Ke Senior: Jangan cuma kasih perintah lewat Notion. Ajak ngobrol personal. Gunakan bahasa yang menghargai pengalaman mereka, tapi tetap tegas soal output.
Ke Gen Alfa: Jangan pakai bahasa birokrasi. Mereka butuh purpose. Jelaskan why-nya, bukan cuma how-nya.
2. Hancurkan Dinding “Insularitas”
Data Edelman menyebut 43% karyawan lebih milih pindah divisi daripada kerja bareng orang yang beda nilai. Ini bahaya!
Sebagai Manager kekinian, tugasmu adalah bikin culture di mana beda pendapat itu slay, bukan red flag. Jangan biarkan timmu cuma ngumpul sama yang “satu sirkel” saja.
3. CEO/Manager Sebagai Penengah
CEO dan Manager sekarang diharapkan jadi jembatan dialog. Kamu harus bisa mendengarkan tanpa menghakimi. Kalau ada misinformasi atau drama internal, jangan dihadapi dengan data, tapi sampaikan dengan empati. Ingat, optimisme generasi masa depan lagi turun 9 poin. Tugasmu adalah kasih mereka harapan kalau kerja keras mereka di perusahaan ini ada gunanya.
Menjadi Manager di usia muda memang berat. Kamu harus jadi “kakak” buat Gen Alfa, dan jadi “rekan profesional” buat para senior. Tapi kalau kamu bisa jadi Trust Broker yang adil, skor kepercayaan 92% itu bukan cuma angka di atas kertas, tapi kenyataan di meja kerja.
Jadi, sudah siap meeting pagi ini tanpa drama “beda frekuensi”?








