Leiden is lijden: memimpin adalah menderita. Pepatah Belanda yang dikutip Mohammad Roem tersebut, harus jadi bekal siapapun yang jadi pemimpin. Termasuk kawan saya, Angga Nur Cahya Putra.
Angga Nur Cahya Putra terpilih secara aklamasi dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) DPC GMNI Bojonegoro ke- IX diselenggarakan pada Minggu (15/12/2019) pagi di Aula Dekopinda Bojonegoro.
Dalam kepemimpinannya, Bung Angga bakal didampingi M.Irfan Aftoni atau Bung Ojan, Sekretaris DPC GMNI Bojonegoro yang juga dipilih pada forum Konfercab.
Ditemui seusai acara, wajah Angga tampak sumringah bahagia, seperti baru menyatakan cinta, dan diterima oleh si dia. Ia membenarkan bahwa dirinya dipilih secara mufakat oleh forum setelah mendapat beberapa pandangan dari ke-5 Komisariat.
Dalam pidato kemenangannya, Angga mengapresiasi seluruh kader GMNI yang tetap konsisten memegang teguh komitmen terhadap pacarnya perbaikan organisasi.
“Setelah bermusyawarah, akhirnya forum sepakat saya ditetapkan sebagai Ketua DPC bersama Bung Ojan sebagai Sekretaris. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Konfercab,” tutur Angga.
Ke depan, Angga berharap semua pihak dapat bersatu demi organisasi, kaum marhaen, serta bangsa dan negara. Di samping itu, sinergitas antar kader dapat terus terjalin hingga ke pelaminan selamanya.
Sebagai kawan Angga, saya punya 615 pesan untuk dia. Tapi, karena sadar dia tak akan membaca semuanya, hanya satu pesan yang akan saya sampaikan kepadanya. Tentu saja, pesan tentang kepemimpinan.
Leiden is lijden: memimpin adalah menderita. Pepatah Belanda yang dikutip Mohammad Roem tersebut, harus jadi bekal siapapun yang jadi pemimpin. Termasuk kawan saya, Angga Nur Cahya Putra.
Memimpin itu menderita, Bung Angga! Jika yang kamu bayangkan hanya memajang nama, kamu jangan memimpin, mending memimpikan si dia bisa segera kau lamar. Eh
Memimpin itu menderita, Bung Angga! Berani bergerak meski tak ada yang melihat, berani berteriak di dalam sepi, dan berani berdiam diri di dalam riuh yang tak bertepi. Memimpin mempertajam telinga.
Untuk diketahui, Bung Angga terpilih setelah melalui sejumlah rangkaian sidang pleno yang diikuti oleh peserta yang terdiri atas peserta penuh dan peserta peninjau. Sidang pleno membahas berbagai hal yang berkaitan dengan DPC GMNI Bojonegoro.
Sebelum pemilihan ketua DPC GMNI Bojonegoro periode 2019-2021, dilakukan juga pendemisioneran terhadap Ketua terdahulu. Serangkain sidang pleno berlangsung cukup interaktif.
Terjadi adu argumentasi antar peserta yang berasal dari komisariat saat itu. Walau demikian, sidang pleno tetap berjalan lancar hingga akhir. Pada Konfercab ini, hadir puluhan anggota GMNI yang merupakan kader-kader terpilih. Kader yang gandrung akan persatuan seperti ajaran Soekarno.








