Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bekicot sebagai Pakan Ternak, Kenapa Tidak?

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
22/07/2020
in JURNAKULTURA
Bekicot sebagai Pakan Ternak, Kenapa Tidak?

Bekicot merupakan salah satu potensi sumber protein bagi ternak. Bekicot memiliki kandungan protein sekitar 60 persen dan asam aminonya tergolong cukup lengkap.

Bekicot merupakan hewan yang bisa dikonsumsi. Di Bojonegoro misalnya, bekicot biasa diolah jadi makanan dan lauk pauk seperti bekicot goreng atau rica-rica. Ia bisa dimakan dengan nasi jagung.

Namun, selain bisa dikonsumsi, bekicot ternyata juga cocok digunakan sebagai pakan ternak. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, bekicot bisa diolah untuk jadi pakan ternak yang bernutrisi tinggi.

Dalam usaha peternakan, pakan merupakan salah satu hal penting. Hewan ternak membutuhkan asupan protein yang tinggi melalui pakan yang diberikan tiap hari.

Bekicot merupakan salah satu potensi sumber protein bagi ternak. Bekicot memiliki kandungan protein sekitar 60 persen dan asam aminonya tergolong cukup lengkap. Di samping itu, cangkang bekicot juga kaya akan kalsium.

Bagaimana cara membuat pakan dari bahan bekicot? Ada 5 jenis varian pakan yang terbuat dari bekicot. Apa saja pakan-pakan tersebut? Berikut ini adalah 5 varian pakan dari bahan bekicot.

1. Tepung Bekicot Mentah
Untuk membuat tepung bekicot mentah caranya cukup sederhana. Pertama adalah mencuci bekicot hingga bersih. Usai dicuci, daging bekicot langsung dikeluarkan dari cangkang.

Selanjutnya bagian dari daging bekicot dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari selama 4-5 hari atau menggunakan oven dengan suhu rata-rata 60°C lebih kurang 12 jam. Setelah kondisi daging bekicot benar-benar kering, proses selanjutnya adalah menggiling hingga halus.

2. Tepung Bekicot Rebus
Untuk membuat tepung bekicot rebus dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih. Pertama, bekicot terlebih dahulu dicuci hingga bersih, selanjutnya dilakukan perendaman selama setengah jam menggunakan air garam sambil diaduk.

Setelah selesai perendaman bekicot selanjutnya dicuci dengan air bersih kemudian direbus. Proses perebusan: air dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih, baru dimasukkan bekicot selama 20-30 menit.

Selanjutnya keluarkan daging bekicot dari cangkangnya dan dicuci lagi dengan air bersih. Kemudian daging bekicot dicacah dan selanjutnya dikeringkan dengan penjemuran selama 2 hari atau dioven. Setelah kering daging bekicot digiling hingga halus.

3. Bekicot Segar
Daging bekicot segar direndam dalam larutan garam dengan perbandingan 1 liter air dan 75 gr garam dapur selama 15 menit. Selanjutnya daging bekicot dicuci, kemudian dimasukkan ke dalam air mendidih selama 20 menit.

Setelah cukup matang, bekicot bisa didinginkan terlebih dulu sebelum diberikan kepada ternak. Untuk memudahkan, bekicot yang sudah diolah itu bisa dihaluskan atau dicacah kasar supaya bisa dimakan dengan mudah oleh hewan ternak.

4. Silase Bekicot
Sebagai makanan ternak, bekicot dapat dibuat silase. Secara sederhana, Silase adalah jenis pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi yang diberikan kepada hewan ternak.

Untuk membuat silase caranya daging bekicot basah yang sudah digiling atau dicacah halus dicampur dengan tepung singkong kering dengan perbandingan 2 : 1, selanjutnya difermentasikan selama 14 hari, dan dijemur. Silase ini mengandung protein sebesar 20 persen.

5. Tepung Cangkang Bekicot
Selain daging, bagian cangkang bekicot juga bisa digunakan sebagai pakan. Cangkang bekicot kering dan bersih dibuat tepung dengan cara dihancurkan/digiling, kemudian diayak dengan saringan 40 mesh.

Tepung cangkang bekicot ini mengandung protein 28%, serat kasar 1%, kalsium 25%, fosfor 0,14%. Oleh karena itu pemanfaatan cangkang sebagai pakan sangat bagus untuk pertumbuhan tulang ternak, sehingga tepung cangkang bekicot dapat dicampurkan dengan tepung daging bekicot.

Bagi para peternak, bekicot ini bisa dijadikan bahan pakan yang berkualitas. Dengan protein yang tinggi, bekicot mampu memberikan manfaat yang baik bagi hewan ternak. Tak ada salahnya untuk mencoba kan, Nabs?

Tags: BekicotPakan TernakTepung Bekicot
Previous Post

Kaus Bergambar, Wasilah Pesan yang Efektivitasnya Melebihi Prasasti atau Buku

Next Post

Peran Madin Dalam Membentuk Karakter Islami Anak-anak

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

21/05/2026
Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

20/05/2026
Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

19/05/2026
Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: