Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mencermati Bahasa Indonesia Generasi Milenial

Fathimatuzzahro by Fathimatuzzahro
25/05/2022
in Cecurhatan
Mencermati Bahasa Indonesia Generasi Milenial

Bahasa adalah entitas yang dinamis. Tiap zaman, ia selalu berubah. Bagaimana kondisi bahasa di era milenial?

Bahasa Indonesia, adalah bahasa resmi nasional yang merupakan sebuah jati diri suatu bangsa. Bahasa adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dengan adanya bahasa kita dapat berkomunikasi satu dengan lainnya.

Bahasa harus memiliki makna yang jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi. Namun, di era  zaman milenial ini, pengaruh globalisasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama di kalangan remaja.

Mulai dari  gaya hidup yang baru, cara berpakaian yang serba mengikuti trend, sampai bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi pun banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa.

Hal tersebut berdampak pada perkembangan bahasa Indonesia. Karena Bahasa Indonesia, mulai tergeser oleh bahasa  gaul yang diambil dari bahasa serapan. Eksistensi bangsa Indonesia sebagai bahasa nasional sekaligus bahasa persatuan dan kesatuan mulai luntur.

Bahasa, menjadi media komunikasi utama dalam kehidupan manusia untuk saling berinteraksi. Jati diri bangsa dapat dilihat dari bahasa. Bahasa, itu ibarat rumah di mana rumah itu sebagai pemersatu antara satu orang dengan lainnya dalam hubungan komunikasi yang baik, entah itu latar belakang dari budaya kita, dari mana suku kita, dan dari mana kita berasal.

Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa nomor satu yang di gunakan untuk berkomunikasi. Tanpa adanya bahasa, kita akan tersingkirkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Generasi milenial adalah masa adanya sebuah peningkatan penggunaan teknologi digital seperti sekarang ini. Generasi yang hidup di era ini memiliki ciri sangat khas, Mengapa demikian?

Karena sejak di bangku sekolah, mereka sudah menggunakan gawai dan menjadikan internet sebagai kebutuhan untuk bersosialisasi di media sosial.

Dan mengapa hal itu bisa terjadi? Keinginan untuk mempersiapkan diri memasuki era globalisasi tentu saja boleh. Namun, jika hal itu dapat mengorbankan jati diri bangsa kita apalah gunanya.

Dulu, Bahasa Indonesia digunakan dengan baik dan benar sesuai kaidah bahasa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang serba modern ini, Bahasa Indonesia justru luntur di tangan para pemudanya sendiri.

Di era millenial ini, banyak remaja yang menggunakan bahasa gaul. Bahasa gaul jika digunakan dalam situasi non-formal akan mudah dipahami. Namun, sangat tidak tepat jika penggunaan bahasa gaul ini digunakan dalam situasi yang formal, seperti halnya saat mengajar maupun saat melakukan Interview.

Banyaknya pengguna bahasa gaul ini dipicu oleh gengsi dalam diri mereka, karena jika mereka ada yang tidak menggunakan bahasa gaul, maka mereka dianggap ketinggalan zaman.

Bahkan mereka kerap menciptakan bahasa gaul yang mereka gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, mereka pun mencampur adukkan Bahasa Indonesia dengan bahasa asing, kemudian muncullah kosakata baru untuk mengganti kata-kata dalam bahasa Indonesia.

Misalnya, kata “Mantap Betul” di singkat menjadi “Mantul” “Negara berkembang” menjadi “Negara ber Flower”, “Terciduk” menjadi “Tercyduk”, “Negara Indonesia” menjadi “Negara +62” dan lain sebagainya.

Penggunaan bahasa gaul merupakan hasil dari bahasa serapan. Penggunaan bahasa gaul ini, sering digunakan pada saat melakukan chatting (mengirim pesan) maupun saat berkomunikasi dengan sesamanya.

Selain kata di atas, sebenarnya masih banyak jenis bahasa gaul yang digunakan pada saat mengirim pesan untuk mempersingkat waktu. Seperti Post a Picture (PAP), On The Way (OTW), Cash on Delivery (COD).

Dan juga banyak istilah-istilah bahasa alay yang digunakan oleh para remaja saat chatting bersama lawan jenisnya seperti, Sayang (Cxnk), forever (4 Ever), kamu (kamue) dan lainnya.

Alasan di pakainya bahasa alay dan gaul, itu y untuk mempersingkat waktu dalam memberi kabar dan mengikuti trend yang ada. Mereka, juga merasa lebih modern dan jika berkomunikasi menggunakan bahasa Asing atau bahasa gaul. Padahal kata-kata tersebut tidak sesuai dengan kaidah EYD.

Penggunaan Bahasa Indonesia di kalangan remaja saat ini hampir tidak ada yang menggunakannya dengan benar. Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD telah tergeser dengan bahasa asing.

Adannya penyimpangan ini dapat menghambat perkembangan bahasa Indonesia. Hilang dan lunturnya penggunaan Bahasa Indonesia dikarenakan kurangnya kesadaran dalam diri untuk mencintai dan menggunakan Bahasa Indonesia di negeri sendiri.

Jadi, seharusnya kita sebagai generasi milenial patut bangga berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah, agar jati diri bangsa tidak mudah luntur dan semakin menghilang.

Penulis adalah Mahasiswi PAI UNUGIRI Bojonegoro.

Tags: Bahasa MilenialPerkembangan Bahasa
Previous Post

Agar Anak Kita Peduli Lingkungan

Next Post

Benarkah Bantuan Ekonomi Era Covid Berdampak pada Masyarakat?

BERITA MENARIK LAINNYA

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026
Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi
Cecurhatan

Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi

05/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: