Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Rekam Feodal Alun-alun Blora

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
25/07/2024
in Cecurhatan
Rekam Feodal Alun-alun Blora

Foto Lama Alun-alun Blora

Selama berabad-abad, Ringin Kurung di tengah Alun-alun, tempat bersemayamnya kepala ular naga dalam Legenda Tanah Blora itu, menjadi tempat kawula untuk mengadu, mengaharapkan keadilan.

Sungguh dia harus berpuasa mutih selama tujuh hari tujuh malam di situ, sehingga dengan kebulatan tekadnya dia dilihat dan dipanggil untuk bertemu dengan Bupati.

Dia menuju ke arah utara tempat Pendopo berada. Tampak gerbang masuk besar dengan pilar-pilar ganda, bulat dan menjulang, sementara di sisi kiri dan kanannya terdapat bangunan berbentuk Joglo, untuk keperluan penjagaan.

Tegak lurus dengan gerbang terlihat tiang-tiang besi teras Pendopo, dikelilingi sejuknya pohon Beringin Putih dari penjuru Kawedanan. Meski bukan bentuk Pendopo Joglo megah layaknya keraton Surakarta, namun tampak bahwa bangunan itu paling dominan diantara yang lainnya.

Semua bentuk tampilan itu berkesan simetris, antara kiri dan kanan, persis Gunungan Wayang. Sebagai bukti sifat adil penghuni, tetapi haruskah kawula merangkak dengan pelan dan hati-hati?

Di seluruh wilayah Blora, tak ada orang yang sanggup mengalahkan wibawa Bupati, sehingga kawula tak sanggup untuk berkata apalagi berdiri. Niat kuat di awal itu hanya singgah dihati, akan halnya petunjuk Bupati, oleh adat dijadikan ramalan esok hari, bahkan oleh kalangan abdi, adalah Sabda Pandhita Ratu yang selalu ditaati.

Itu keadaan dulu, sebelum feodalisme ala kolonial itu berlalu. Sekarang, semua bentuk sudah berubah, tak ada lagi gapura dengan pilar, bangunan dengan jendela dan pintu ganda; terpaksa menjadi minimalis.

Kaidah Macapat, disimbolkan dengan empat pintunya, sudah tak dikenali. Atap-atap sirap, gardu-gardu paseban, berganti pos-pos satpam. Tak ada orang yang berjuang dengan merangkak dari alun-alun, sementara pohon beringin sisi utara hampir rubuh, jarang dikunjungi siapapun.

Semua bangunan “putih” kolonial itu pastinya sudah rusak, tetapi kawasan Pendopo tetap menyisakan jejak batin feodal yang masih kentara sampai sekarang. Jejak itu mungkin berada di alam pemikiran mistis, yang seakan tak lekang oleh perubahan zaman. Untuk memastikan hal itu, lihatlah ekspresi dan bahasa tubuh sebagian besar orang-orang yang berkunjung ke Pendopo Bupati Blora.

Tags: Alun-alun BloraFeodalisme BloraMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Mitos Presiden Tak Berani ke Bojonegoro, Inilah Fakta Bumi Brahmana 

Next Post

Adakan Sosialisasi Pilkada 2024, KPU Bojonegoro Undang Awak Media

BERITA MENARIK LAINNYA

Batu Bara dan Piring Kosong
Cecurhatan

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 
Cecurhatan

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: