Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Hanacaraka dan Ummul Barahin

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
19/11/2024
in JURNAKULTURA
Hanacaraka dan Ummul Barahin

Pegon Padangan: Titik Temu Jawa dan Arab.

Bentang alam di kedua sisi lembah Lusi dan Bengawan ternyata sangat penting secara historis pada periode Islam. Sebagian besar kisah tentang para Wali, tokoh suci nan kharismatik yang konon membawa Islam ke tanah Jawa, berkaitan dengan wilayah ini dan dari sepanjang pesisir Utara-Timur Jawa.

Tentunya hal ini berhubungan dengan keberadaan kota-kota perdagangan kuno, karena bagaimanapun, Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan.

Dalam sejarah keluarga Raja-raja Mataram, daerah-daerah ini juga di “tua” kan, sebagai tempat asal-usul leluhur mereka; Medang Kamulan. Kisah-kisah yang terkait dengan Sela mengabarkan kejadiannya, sementara Jipang hanya dapat ditundukkan oleh Mataram secara susah payah.

Para pujangga Surakarta telah memasukkan cerita-cerita tentang Pesisir Utara-Timur dan bentang alam lembah Lusi dan Bengawan dalam sejarah paling legendaris mereka; Aji Saka dan Angling Dharma.

Jelaslah naskah Babad terinspirasi dari legenda lama untuk kemudian diterapkan dalam mitos-mitos baru dengan cara yang luar biasa, dan sedemikian memperdaya pelantun dan pendengarnya.

Sedangkan para Rakawi Majapahit, yang umum diketahui, seperti ingin membatasi diri mereka pada negeri-negeri di lembah Brantas, karya-karya mereka bahkan tersimpan di Bali, tak terkecuali Sutasoma.

Apapun asumsi yang kemudian ditarik oleh para sarjana sejarah, pada akhirnya membawa kisah klasik tentang pewaris wilayah Lusi dan Bengawan, Blora dan Bojonegoro, menjadi sangat menarik untuk digali dan diteliti lebih lanjut.

Bengawan dikenal sebagai wilayah penentu berakhirnya transisi Keraton Medang, pengantar ketetapan Kahuripan, dan Jawa tidak benar-benar terbelah meskipun terbagi menjadi dua Mandala; Jenggala dan Panjalu. Sehingga ketika Majapahit berhasil menyatukan kedua wilayah kerajaan tua Jawa itu, dengan sendirinya menjadi pertanda era kejayaan ke seluruh penjuru Nusantara.

Bagian dari Kitab Sanusiyah (Ummul Barahin) tulisan tangan Syekh Abdurrohman Padangan (ditulis pada 1820 M)

Betapapun sulitnya bukti penyatuan Mandala itu akibat kesengajaan tafsir prasasti yang terlepelintir, namun jejak penyatuan itu akan lebih mudah ditemui dalam konteks geoarkeologi dan kebudayaan yang tertinggal di bukit-bukit hulu Lusi sekaligus Bengawan. Di sini, kebijakan endemik yang terpatri dalam “Etika Jawa”, pada dasarnya merupakan bunga rampai laku “Lelana” dan motif pencarian “Mrtasanjiwani”.

Pengembaraan seorang Mpu Kerajaan, sebagaimana Narottama dan Bharada, datang mengikuti pendahulu mereka ke wilayah terakhir “Wiku Bramacari” ini, di mana ia belajar sastra Kawi. Ia kemudian mencipta Hanacaraka, 20 huruf itu. Faktanya, karya ini memberikan ruang bagi pembaharu berjuluk Ummul Barahin, atau kitab Sifat 20 itu, agar menemukan jalannya di Tanah Jawa.

Tags: HanacarakaKitab Ummul BarahinMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Tak Pedulikan Guyuran Hujan, Masyarakat Mantab Dukung Wahono-Nurul

Next Post

Energi Terbarukan, Menengok Masa Depan

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: