Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Benarkah Sunda Pernah Jadi Bagian dari Sriwijaya?

Totok Supriyanto by Totok Supriyanto
09/01/2025
in Cecurhatan
Benarkah Sunda Pernah Jadi Bagian dari Sriwijaya?

Bumi Sriwijaya

Chou K’u-fei, tahun 1178, lewat tulisannya mengabarkan begitu banyak hal yang menarik mengenai perdagangan di laut Cina Selatan, dan menunjukkan dengan jelas bahwa dunia perdagangan pada masa itu berada di tangan negara-negara asing, terutama Arab dan negara asing lainnya.

Menurut keterangannya:
Setiap tahun pada bulan ke 10 Inspektorat Khusus mengadakan pekan raya besar bagi para pedagang asing dan (bila selesai) memulangkan mereka (kembali). Ketika mereka pertama kali tiba (di China) setelah titik balik matahari musim panas, (maka) Inspektorat memungut (bea) atas perdagangan mereka dan memberi mereka perlindungan.

Dari seluruh negeri asing yang kaya raya dan mempunyai simpanan barang berharga dan beraneka ragam dalam jumlah yang besar, tidak ada yang melampaui orang-orang Arab (Ta-shi). Kemudian adalah Jawa (Sho-p’o); yang ketiga adalah Palembang (San-fo-ts’i); banyak lainnya yang berada di peringkat dibawahnya.

San-fo-ts’i merupakan wilayah terpenting di jalur laut pedagang asing dalam perjalanannya menuju dan dari (Tiongkok). Ia merupakan jalur penting, sebagai pelabuhan persinggahan di rute laut bagi orang asing dari negeri Jawa (Sho-p’o) di timur dan dari negeri Arab (Ta-shi) dan Ceylon (Ku-lin) di barat; mereka semua melewatinya dalam perjalanan ke China. Kapal-kapal (saat berangkat) berlayar ke utara, dan melewati kepulauan Shang-hia-chu (pulau Alor), untuk sampai di perbatasan Tiongkok.

Kapal yang datang dari Jawa (Sho-p’o) (pada awalnya) mengarah sedikit ke barat laut, namun ketika telah melewati karang Karimata, mereka menempuh jalur yang sama dengan kapal-kapal Palembang, di bawah (yakni selatan) kepulauan Shang-hia-chu.

(Pedagang) yang datang dari negeri Arab, setelah melakukan perjalanan ke selatan ke Ceylon (Ku-lin) dengan kapal kecil, berpindah ke kapal yang lebih besar, dan melanjutkan perjalanan ke timur, untuk sampai di Palembang (San-fo-ts’i). Setelah itu mereka menuju ke Tiongkok melalui jalur yang sama dengan kapal Palembang.

Satu tahun cukup bagi semua orang asing untuk melakukan perjalanan pulang pergi ke Tiongkok, kecuali orang Arab yang memerlukan waktu dua tahun pelayaran.

Berita tentang San-fo-t’si dari abad ke-12 ini kemudian dilanjutkan oleh informasi dari Chau-Ju-kua (1227M):
Negara-negara bagian dari kerajaan (San-fo-T’si) adalah: Pong-fong, Tong-Ya-Nong, Ling-ya-ssi-kia, Ki-lan-tan, Fo-lo-an, Ji-lo-t’ing, Ts’ien-mai, Pa-t’a, Tan-ma-ling, Kia-lo-hi, Pa-lin-fong, Sin-t’o, Kien-pi, Lan-wu-li, Si-lan.
Negara ini mulai menjalin hubungan dengan Tiongkok pada masa Tien-yu pada masa dinasti Tang (904-907 M). Selama periode k’ien-lung (960-963) mereka mengirimkan upeti sebanyak tiga kali. Pada tahun ketiga kaisar Shun-Jua (992) dilaporkan bahwa negeri ini telah diserang oleh Sho-p’o (Jawa), dan meminta perlindungan kepada Kekaisaran.
Hingga periode King-to, Siang-fu dan Tien-hi (1004—1022) dan pada periode yuan-yu (1078—1094) negara ini mengirimkan sejumlah upeti, ketika pesan-pesan Kekaisaran dengan jaminan (perlindungan) disampaikan kepadanya.
Di sebelah timur negeri ini berbatasan dengan Jung-ya-lu atau Chung-kia-lu.

Berita Cina yang berasal dari abad ke 13 M diatas, menyebutkan negara bawahan San-fo-T’si ada 15 wilayah meliputi; Pong-fong (Pahang), Tong-Ya-Nong (Trengganu), Ling-ya-ssi-kia (Lengkasuka/Kedah), Ki-lan-tan (Kelantan), Fo-lo-an (Beranang), Ji-lo-t’ing (Jelatang dekat Jambi), Ts’ien-mai (Semawi dekat Pasai), Pa-t’a (Pidada), Tan-ma-ling (Kwantan), Kia-lo-hi (area Kamboja), Pa-lin-fong (Palembang), Sin-t’o (Sunda), Kien-pi (Kampar), Lan-wu-li (Lamuri/Aceh) dan Si-lan (Sihalam pulau dekat Ceylon).

Sekitar tahun 1377 San-fo-ts’i ditaklukkan oleh orang Jawa, dan nama tersebut menghilang dari karya-karya penulis Cina.

San-fo-ts’i menurut penulis China hampir identik dengan Palembang.
Sebutan San-fo-ts’i tampaknya pertama kali digunakan pada periode dinasti Sung. Bentuk nama Cina yang paling awal adalah Shi-li-fo-shi, yang muncul pada akhir abad ke-7 oleh I-tsing. Pada abad kedelapan, Kia-Tan menggunakan bentuk singkatan Fo-shi.
Shi-li-fo-shi dan San-fo-ts’i menunjuk pada sebutan oleh India; Sri-Bhoja, dan Fo-shi dan Fo-ts’i (karena bentuk itu juga muncul) sebagai Bhoja. Nama asli Sri-Bhoja juga disebut Serboza, yang digunakan bangsa Arab pada abad kesembilan untuk menyebut Pulau Sumatera.
San-fo-T’si adalah kerajaan Menang-kabau, induk negeri Melayu di Sumatera. Tetapi George Coedes tahun 1918 lewat bukunya, Le Royaume De Sriwijaya, mengatakan bahwa San-fo-T’si adalah kerajaan yang telah hilang bernama Sriwijaya.
Yang agak pasti adalah, apapun nama asli kerajaan San-fo-T’si itu, di abad ke-13, Sunda menjadi satu-satunya wilayah di pulau Jawa yang menjadi negri bawahan kerajaan Sumatra. Yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan kerajaan Jung-Ya-lu atau Jenggala?

 

 

sumber: CHAU JU-KUA: His Work on the Chinese and Arab Trade in the twelfth and thirteenth Centuries, entitled Chu-fan-chi, FRIEDRICH HIRTH And W. W. ROCKHILL, 1911.

Tags: Makin Tahu IndonesiaSunda dan Sriwijaya
Previous Post

Eks Lapangan Terbang Padangan, Jejak Penerbangan Hindia Belanda di Bojonegoro pada 1934

Next Post

Dorong Inovasi UMKM Desa Ngrejeng, Mahasiswa KKN Unugiri Adakan Workshop Pelatihan Pembuatan Makanan Berbahan Dasar Hasil Pertanian

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan
Cecurhatan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya
Cecurhatan

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari
Cecurhatan

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: