Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Forum Rembug Desa: BI Gelar Diskusi Penghidupan Berkelanjutan

Aska Pradipta by Aska Pradipta
02/07/2025
in Peristiwa
Forum Rembug Desa: BI Gelar Diskusi Penghidupan Berkelanjutan

Pemetaan SLA di Desa Padang, Trucuk.

Bojonegoro Institute (BI) Gelar Diskusi Pemetaan Penghidupan Berkelanjutan Desa Kawasan Migas dan Hutan

Dalam rangka perkenalkan model Penghidupan Berkelanjutan, Bojonegoro Institute bekerjasama dengan Ford Foundation helat kegiatan Forum Rembug Desa, bertema: Fasilitasi Perencanaan Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan Desa Padang, bertempat di kantor Balai Desa Padang, Trucuk, pada (26/5/2025).

Dalam kegiatan berkonsep forum rembug desa itu, tampak puluhan warga beserta sejumlah tokoh masyarakat Desa Padang Trucuk ikut meramaikan. Selain itu, hadir pula Kepala Desa Padang Trucuk, Subagio dan Anggota DPRD Bojonegoro dari Desa Padang, Sudiono.

Untuk diketahui, Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan atau Sustainable Livelihood Approach (SLA), merupakan suatu pendekatan pembangunan menekankan pada peningkatan kapabilitas masyarakat dalam mengatasi kerentanan, mempertahankan dan meningkatkan aset penghidupan untuk menghasilkan penghidupan yang lebih baik tanpa mengurangi daya dukung alam di masa mendatang.

Direktur Bojonegoro Institute, AW Syaiful Huda menjelaskan, sebanyak 147,33 ribu jiwa atau sekitar 11,69 persen masyarakat Bojonegoro masih berada di bawah garis kemiskinan. Mayoritas berada di pedesaan; bergantung pada mata pencaharian yang mengandalkan dari atau berbasis sumber daya alam.

Berdasar jenis usahanya, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian, baik petani gurem (petani dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektar) maupun buruh tani ‘serabutan’ dengan keterbatasan
keterampilan dan teknologi.

Pemetaan Sustainable Livelihood Approach (SLA) di Desa Padang, Trucuk.

Masyarakat miskin kawasan pedesaan semakin rentan, akibat meningkatnya kerusakan lingkungan, bencana alam dan perubahan iklim. Sebagaimana diketahui, pertanian- peternakan merupakan sektor perekonomian yang paling terdampak perubahan iklim. Terlebih lagi, Bojonegoro juga langganan bencana: kekeringan saat kemarau dan banjir saat penghujan.

“Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di Bojonegoro yang cukup kompleks tersebut, dibutuhkan suatu pendekatan yang efektif, efisien dan tepat sasaran, yakni: Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihood Approach/SLA)” ucapnya.

Menurut Awe, SLA merupakan sebuah kerangka kerja dan pendekatan holistik yang dipakai untuk mengidentifikasi kemampuan individu atau rumah tangga dalam sebuah masyarakat sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan aset penghidupan yang dimiliki, meliputi aset sumberdaya manusia, sosial, alam, finansial, dan fisik.

“Saya kira SLA menjadi pendekatan yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan, membangun transformasi sosial ekonomi dan ekologi yang berkelanjutan untuk lintas generasi,” jelas Awe.

Menurutnya, BI akan melakukan pemberdayaan masyarakat miskin dan rentan dengan kerangka kerja SLA di desa-desa kawasan Migas dan hutan yang ada di Bojonegoro. Desa Padang, kata dia, merupakan desa kawasan Migas di wilayah Blok Cepu.

Lebih lanjut, Awe menyebut bahwasanya Padang termasuk salah satu desa penyangga migas nasional. “Padang ditetapkan sebagai Desa Ring II kawasan migas lapangan Kedung Keris (KDK) Blok Cepu. Selain itu kurang lebih 33 hektar lahan pertanian produktif di Desa Padang terdampak pembuatan Bendung Gerak, yang konon dibangun, salah satunya untuk menyuplai kebutuhan air di Blok Cepu.”

Kepala Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Subagio dalam sambutannya menyatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungan BI yang telah melakukan fasilitasi diskusi, dalam rangka mengembangkan potensi dan penghidupan berkelanjutan di Desa Padang.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini mampu membawa hasil yang prospektif” ujar Subagio.

Sementara Anggota DPRD Bojonegoro dari Desa Padang, Sudiono, berharap kegiatan SLA di Desa Padang tak hanya menganalisa kerentanan, tapi juga secara langsung memunculkan berbagai macam potensi yang terdapat di desa tersebut. Sebab, menurutnya, Desa Padang punya banyak potensi yang belum maksimal untuk digali dan dimunculkan lagi.

“Dari kolaborasi ini, kami berharap mampu memunculkan potensi positif yang ada di Desa Padang. Sehingga masyarakat bisa mengembangkan sumber-sumber penghidupan yang lebih baik” tegasnya.

Tags: Bojonegoro InstituteSLASustainable Livelihood Approach
Previous Post

Hidup dan Minuman: Tegukan Penentu Kehidupan

Next Post

Noer Fauzi Rachman: Bangun Sarang, Rawat Kampung Halaman

BERITA MENARIK LAINNYA

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi
Peristiwa

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026

Anyar Nabs

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026
Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

08/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: