Jika estetika membuat tempat indah dipandang, fungsi membuat tempat layak dihuni. Jalan Panglima Polim (Pangpol) Bojonegoro, tampaknya sedang menuju dua definisi itu.
Jalan Pangpol Bojonegoro kian tertata. Kawasan yang dikenal sebagai salah satu kantong pendidikan—karena deretan gedung sekolah yang berdiri di sepanjang ruas jalan ini—kini tampil lebih representatif dan modern. Tak hanya mempercantik kota, pembenahan ini juga menegaskan keberpihakan pada keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
Transformasi tersebut terwujud melalui proyek pembangunan saluran drainase dan rehabilitasi trotoar. Kehadiran trotoar yang lebih layak menjadikan Jalan Pangpol semakin ramah bagi aktivitas berjalan kaki, khususnya bagi pelajar dan warga sekitar. Di saat yang sama, sistem drainase diperkuat untuk mengurangi risiko genangan air saat hujan deras—masalah klasik kawasan perkotaan.
Lukman, warga sekaligus pedagang di Jalan Pangpol mengatakan, dirinya senang melihat perubahan kondisi jalan di wilayah itu. Sebab selama ini, jalan Pangpol dikenal sebagai kawasan sibuk yang dipenuhi para pelajar. Meningkatnya fasilitas publik (trotoar dan gorong-gotong), dia harap berdampak pada kenyamanan pejalan kaki.
“Harapannya para pejalan kaki nyaman. Semakin banyak pejalan kaki, kawasan jalan juga tambah ramai pembeli” ucap pria menjajakan kuliner itu.
Rehabilitasi ruang publik berbiaya Rp 10,1 M itu, memang harus totalitas. Dikutip dari web Pemkab Bojonegoro, proyek ini mencakup penataan ulang saluran drainase, perbaikan trotoar, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga penanaman kembali pohon sebagai bagian dari revitalisasi ruang hijau.
Langkah penataan ini juga dilengkapi dengan solusi darurat penanganan genangan air. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memasang dua pompa air permanen, masing-masing di depan Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip di Jalan Pattimura No. 1A serta di depan SMP Islam di Jalan Panglima Polim No. 38, Kelurahan Sumbang.
Pemasangan pompa air bukan sekadar penambahan perangkat teknis, melainkan bagian dari strategi integrasi drainase perkotaan. Pompa berfungsi sebagai alat bantu mekanis untuk menyedot dan membuang air secara cepat, sehingga aliran air dapat segera diarahkan menuju sungai atau penampungan utama.
Dengan pembenahan yang menyeluruh—mulai dari trotoar, drainase, pencahayaan, hingga vegetasi—Jalan Panglima Polim perlahan menjelma menjadi ruang publik yang lebih manusiawi. Sebuah ikhtiar menghadirkan kota yang tidak hanya rapi secara visual, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan.
“Untuk jenis pohon yang ditanam sepanjang Jalan Panglima Polim ialah pohon pule,” ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Zunaedi, dikutip dari web Pemkab Bojonegoro.








