Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

Bakti Suryo by Bakti Suryo
11/08/2026
in Peristiwa
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

KKN Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro di Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro pada Senin (10/8/2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro menebar 10 ribu benih ikan di embung Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Selain itu, juga mendukung potensi perikanan di tingkat desa.

Penebaran benih ikan dilaksanakan melalui sinergi 3 pihak. Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, serta Pemerintah Desa Pilang. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Namun, memberikan manfaat jangka panjang. Terutama bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Koordinator KKN-01 STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Adi, mengatakan penebaran benih ikan merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN. Menurutnya, program tersebut dipilih dengan mempertimbangkan keberadaan embung desa. Embung di Desa Pilang memiliki potensi untuk dikembangkan. Lokasi ini merupakan bagian dari sumber daya perairan masyarakat.

“Kami ingin kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya selesai selama masa KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Adi.

Selain itu, Adi juga menuturkan bahwa para mahasiswa ingin mendorong kesadaran masyarakat. Khususnya para generasi muda agar ikut menjaga peran dan fungsi embung. Seluruh sumber daya dan ekosistem perairan di lingkungan desa perlu dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Desa Pilang, Noto, mengapresiasi kegiatan penebaran benih ikan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan berbagai manfaat bagi desa. Selain itu juga sebagai contoh pentingnya kolaborasi. Terutama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Dia berharap agar nantinya benih ikan dapat berkembang dan bermanfaat bagi warga desa.

“Mudah-mudahan benih yang ditebar dapat berkembang dengan baik dan nantinya memberi manfaat bagi masyarakat Desa Pilang,” ujar Noto.

Noto juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga embung. Termasuk menjaga kebersihan kawasan perairan desa. Demikian pula dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ikan.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, M. Rondi, menilai penebaran benih ikan memiliki nilai edukasi dan ekologis. Menurutnya, pengabdian mahasiswa idealnya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sumber daya ekologi perlu dikelola seara berkelanjutan.

“Penebaran benih ikan dapat menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan fungsi perairan, tetapi keberhasilannya tetap membutuhkan pemeliharaan kualitas air, keseimbangan ekosistem, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga habitatnya,” jelas Rondi.

Rondi menambahkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya hadir membawa program. Namun, juga perlu membangun pemahaman masyarakat. Terutama mengenai keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir. Pada esensinya, kegiatan KKN ialah menghadirkan proses pemberdayaan. Mahasiswa dari meja akademik hadir langsung untuk membantu masyarakat. Terutama dalam mencarikan solusi atas berbagai isu di lingkungan warga setempat. Selanjutnya, masyarakat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutannya.

“Kegiatan seperti ini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga terdorong untuk menjaga dan mengembangkan potensi yang sudah ada di desanya,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, embung Desa Pilang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tampungan air, tetapi juga berkembang menjadi ruang ekologis yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta membuka peluang pengembangan potensi perikanan berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

Embung bukan sekadar genangan air. Ia adalah ruang hidup. Menjaga lingkungan bukan pekerjaan terpisah dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika ekosistem dirawat, sumber daya alam dapat berubah menjadi sumber penghidupan.

Pembangunan desa semestinya tidak selalu dimulai dari sesuatu yang baru. Kadang, jawabannya sudah tersedia di depan mata. Tantangannya adalah bagaimana masyarakat diberdayakan untuk merawat sekaligus mengelolanya secara berkelanjutan.

Previous Post

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

BERITA MENARIK LAINNYA

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata
Peristiwa

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

10/08/2026
Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu
Peristiwa

Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu

09/08/2026
Ayam Panggang Ledok: Festival yang Menghidupkan Ekonomi dan Kebersamaan Warga
Peristiwa

Ayam Panggang Ledok: Festival yang Menghidupkan Ekonomi dan Kebersamaan Warga

09/08/2026

Anyar Nabs

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

11/08/2026
Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

11/08/2026
Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

10/08/2026
Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

10/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: