Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Hakikat Insomnia dan Tafakur Konten Edisi Pertama

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
10/06/2020
in Peristiwa
Hakikat Insomnia dan Tafakur Konten Edisi Pertama

Teknik menyiasati insomnia dan ragam kelucuan di balik acara Tafakur Konten Jurnaba edisi pertama.  

Tak ada hujan dan angin, acara diselenggarakan keluarga kecil Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Insomniah wa Jurnabiyah berjalan cukup meriah. Jauh dari kata mewah, hanya memanfaatkan peralatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Dilaksanakan secara sederhana, dan bukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Entah dari mana ide kami menyelenggarakan acara yang pertamakali digelar di dunia ini. Mengapa pertama? Coba search di google tentang Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Insomniah wa Jurnabiyah, niscaya tak akan pernah kau temukan. Wqwq

Jam’iyyah yang dibikin dengan penuh keisengan ini, berupaya mentradisikan konsep ngangsu kaweruh dan berusaha melestarikan nilai-nilai kemanusiaan melalui beragam cara. Tapi juga autokritik atas diskusi berkonsep kaku nan formalistis yang sedang marak dilakukan. Heuheu.

Jam’iyyah ini menerima siapa saja untuk belajar bersama, khususnya dalam hal kekontenan alias literasi. Tidak memandang dari mana kamu barasal, apa latar belakang pendidikanmu itu tak perlu, apa agamamu dan bagaimana kamu mengejawantahkan? Hanya kamu dan Tuhan yang tahu.

Jam’iyyah yang baru seumur jagung ini, mencoba menyapa anggota dengan menggelar Tafakur Konten pada 9 Juni 2020 via zoom dengan tema Saat Malam Hari dan Ngantuk Tak Segera Menghampiri.

Sebelum acara dimulai, kritik dari beberapa kalangan muncul. Pasalnya pamflet yang telah berulang kali mengalami kesalahan penulisan dan layout itu, menarik mata pembaca. Sebab terdapat kalimat berbahasa Arab plus di bagian bawah terdapat tulisan aksara Arab gundul.

Tak pelak, bagi mereka yang berhaluan keras, mengkritik habis-habisan dan cap kafir sesat pun menimpa kami, wqwqwq. Namun bagi mereka yang santuy, sederhana dan peka pada keisengan, itu hal biasa. Sebab tulisan itu merupakan kalimat “mengabarkan degup kebahagiaan” yang ditulis dengan huruf Arab Pegon. Wqwq lagi.

Paradigma santuy dan sederhana membuat kami tegar bak batu karang yang tetap gagah dihantam ombak di lautan. Juga seperti kapal yang tetap berlayar walau badai menghantam. Dengan izin Sang Kuasa Alam, acara malam kemarin berhasil dilaksanakan.

Karena berangkat dari keisengan, acara tersebut mengalir seperti air. Jurnabiyin dari berbagai belahan bumi, ikut gabung. Mulai dari Thailand, Surabaya, Bojonegoro, Trucuk, Dander, Sumberrejo, Malo, dan lain-lain ikut meramaikan acara yang digelar dengan penuh kesederhanaan tersebut. Beberapa peserta mengutarakan beragam uneg-unegnya soal insomnia.

Widodo Ramadhani, penabuh darbuka kelas kakap yang suara tabuhannya bisa meluluhkan hati siapapun itu, memberikan pandangan terkait insomnia yang dia alami. Dia menghubungkan insomnia dengan giat produktif berupa laku menulis puisi romantis yang diilhami kisah cinta nan tragis.

Sayang disayang, tandemnya Widodo, Coplo Marcopollo alias Burhanul Hikam tak bisa hadir karena ada kegiatan lain. Namun niatnya perlu diacungi lebih dari satu jempol, karena dia sebenarnya juga ingin hadir di forum yang juga berfungsi sebagai silaturahmi virtual itu. Konon dia ada kegiatan yang lebih penting, jadi Bung Coplo tidak bisa ikut.

Hadir pula pendekar pencak silat prestatif berdarah Minang yang berdomisili di Trucuk, yaitu Eko Prasetyo. Tulisan Eko Prasetyo beberapa kali menghiasai kanal Jurnaba.co. Eko bercerita bagaimana dia bisa menulis di kanal yang dia yakini sebagai wasilah curhat secara elegan tersebut.

Mahasiswa aktivis yang juga komentator medsos terkenal Bojonegoro, Arikun, hadir dengan penuh semangat dalam pertemuan kemarin malam. Dia bercerita banyak hal. Mulai dari teknik mengkritik secara asyik, hingga bagaimana melawan insomnia dengan cara tidur diam-diam. Alias tidak pamit kalau sedang mau tidur.

Ahli literasi kuliner, yaitu Intan Setyani juga ikut di forum daring tersebut. Sayangnya, karena sinyal kurang mendukung, ia tidak bisa ikut dalam tempo yang lama. Beberapa peserta juga tak segan mengutarakan perjalanan spiritual dalam hal menggoreskan pena atau menekan tuts keyboard dalam melahirkan karya.

Khoirun Nisa’, misalnya, aktivis dari Bojonegoro yang sedang ngangsu kaweruh di perguruan tinggi negeri di Jember tersebut, juga mengutarakan uneg-unegnya tentang kepenulisan dan teknik menyiasati insomnia secara produktif.

Edisi Tafakur Konten dalam rangka membahas konten-konten Jurnaba, berlangsung hingga larut malam. Banyak ibrah yang bisa dipetik dari edisi ini, salah satunya mengenai hakikat insomnia.

Bahwa insomnia bisa bernilai berkah dan musibah. Berkah apabila bisa dimanfaatkan dengan baik, dan musibah apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang kurang baik.

Selain itu, yang terpenting dan utama, kami meyakini bahwa hakikat insomnia adalah keberanian. Dalam hal ini berani mengawali proses menulis di tengah malam. Sebab, malam hari dan kesendirian adalah momen menakutkan, kok berani-beraninya kita malah menulis. Ya iyalah, segala hal kan harus bisa dikelola dan dimanfaatkan. Tak terkecuali insomnia.

Karena itu, kami mengajak siapapun yang sedang mengalami insomnia untuk tidak takut. Sebab insomnia bisa disembuhkan dengan laku menulis. Kan writing is healing. Terutama buat kamu yang langsung mengantuk saat melihat kumpulan huruf.

Tengah malam yang sunyi dimana malaikat turun ke bumi, selain bagus digunakan untuk ibadah, juga bisa diisi dengan menulis. Maka tak jarang beberapa penulis menyikapi insomnia sebagai laku rasa syukur dengan menulis.

Dengan kata lain, penulis yang masih tegap berdiri di tengah malam bukannya mengeluh, tapi malah mengucap rasa syukur yang tak terkira dengan melahirkan beberapa karya.

Menulis merupakan laku kompleks, hanya hamba pilihan yang bisa menunaikan itu, mengingat setatus kita adalah hamba, seyogianya bisa atau tidak bisa menulis tinggal bagaimana iktikadnya.

Kompleksitas menulis bisa dilihat dari; gerakan jari-jemari yang merupakan bentuk olah raga ringan, berpikir dan merenung yang merupakan olah spiritual, dan duduk berlama-lama yang merupakan olah kesabaran, hingga akhirnya melahirkan segumpal tulisan.

Setelah acara berlangsung, Widodo mengendarai sepeda motor dengan kecepatan Sonic the Hadgehog menuju sebuah tempat untuk bertafakur secara offline. Penabuh darbuka plus penyair muda Bojonegoro itu, dengan sedikit trauma karena pernah menjadi korban obrakan satpol PP, menyampaikan testimoninya soal insomnia.

Beberapa cangkir kopi, meja, rembulan, kursi, bangunan, dan komponen abiotik lainnya menjadi saksi bisu obrolan gayeng kemarin malam. Alhamdulillah, acara malam itu berkesan, baik secara ruhani maupun jasmani. Serta semua berharap kalau edisi Tafakur Konten bisa terlaksana lagi.

Tags: JurnabaJurnabiyinTafakur Konten
Previous Post

Tren Bersepeda pada Masa Pandemi

Next Post

7 Toko Sepeda Terbaik di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi
Peristiwa

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

15/06/2026
Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

14/06/2026
Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: