Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Jomblo Dadakan dan Maklumat Kesendirian

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
17/03/2020
in Cecurhatan
Jomblo Dadakan dan Maklumat Kesendirian

Jadi jomblo? Alangkah mulianya. Namun, ada maqom atau tingkatan yang lebih mulia daripada jomblo reguler, yakni Jomblo Dadakan.

Nabs, bagaimana kondisimu pada hari di mana pertemuan-pertemuan dibatasi hingga pertemuan dengan doi jarang terjadi ini? Tetap tenang. Semoga kita selalu dilimpahi kesehatan, apabila sakit hati menyerang, jadikan itu sebagai ibrah atau pelajaran hidup ya.

Di tengah pembatasan pertemuan ini, mari kita nyalakan api, eits..bukan api cemburu atau api curiga lho ya..hehe. Namun api literasi agar dunia senantiasa hidup dan bunga-bunga terus bersemi.

Baik, Nabs. Hari-hari ini, bagaimana cara kamu menghabiskannya? Apa dihabiskan dengan teks-teks kuno dan lusuh tentang masa lalu? Atau dihabiskan dengan ngopi, tapi pesannya es teh?

Waktu terus berlalu. Masih sendiri alias jomblo atau sudah ada yang menemani, semoga kamu tetap santun dan santuy. Jangan terpengaruh dengan stigma jomblo yang terkesan memojokkan.

Tapi buatlah momen kesendirian itu untuk mengupgrade atau meningkatkan daya tahan kesendirian pemahaman dan kualitas diri untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Moralis banget ya, hmm.

Aku mau kasih maklumat sedikit soal jomblo dan kesendirian nih. Buat kamu yang santuy, sila siapkan kopi, udud, dan uborampe lainnya sembari membaca untaian maklumat ini:

Jadi jomblo? Alangkah mulianya. Namun, ada maqom atau tingkatan yang lebih mulia daripada jomblo reguler, yakni Jomblo Dadakan.

Ini bukan sejenis jomblo yang diputus pujaan hati secara mendadak, atau menjalin hubungan dalam waktu yang singkat. Jomblo Dadakan, bisa dibilang hanya sebatas istilah, kata-kata, atau bisa juga prinsip hidup.

Jomblo Dadakan adalah jomblo yang “merdeka” dan “memberdayakan”. Akronim ini dipakai agar tidak boros kata. Di tengah musim lockdown, yang boros-boros harus dikurangi. Tak terkecuali penggunaan kata. Dadakan adalah Merdeka dan Memberdayakan ahahaha.

Merdeka di sini tidak harus butuh wilayah, pengakuan dari pribadi lain maupun negara, seperangkat peraturan, dan sebagainya. Sebab subjeknya individu, bukan negara, hehe.

Merdeka dimulai dari dalam diri dan diawali dari pikiran, kemudian ter-ejawantah dalam perbuatan. Namun bagaimana cara memerdekakan perasaan pikiran? Ya, salah satunya dengan berpikir itu sendiri.

Bagaimana cara mengundang otak untuk lebih giat berpikir? Sejatinya, otak kita selalu bekerja. Bahkan ketika Jomblo Dadakan sedang ngopi, nyusu geni (ngerokok), atau sekadar bermain gawai.

Sesekali cobalah melakukan ibadah yang memberi manfaat dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Ibadah tersebut merupakan instruksi pertama dalam kitab suci, yakni iqro atau bacalah!

Perintah membaca sangatlah spesial, sebab dengan membaca bisa membuka cakrawala dunia. Membaca apa saja, termasuk membaca hati dan perasaan si dia dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender cinta eaaa

Lakukan ibadah membaca, apalagi di era Revolusi Industri 4.0 ini, di mana digitalisasi merajalela dan bahan-bahan bacaan sangat banyak dan mudah diakses bak kating temlecek koyo remukan peyek.

Tergantung kita, bisa memanfaatkan atau tidak. Apalagi buat kamu-kamu yang suka video ceramah, motivasi moralis dan sebagainya, kondisi itu sudah sama plek seperti yang dikatakan Imam Besar Jurnaba, Wahyu Rizkiawan, sebagai: Surga Sedang Bocor.

Dengan membaca, sebagai upaya stabilisasi spiritual, intelektual, dan kecerdasan mengelola emosi. Apalagi jomblo yang rajin membaca dan ringan tangan ketika dimintai bantuan kawan, emak-emak, mbah-mbah, dan sebaginya.

Kamu harus percaya bahwa jodoh akan tiba dengan sendirinya. Dan pastinya dibarengi dengan sedikit dilema dan usaha yang sifatnya laten atau tersembunyi, seperti doa dan perjuangan secara nyata (manifest).

Yakni mengungkapkan mahabbah atau rasa cinta kepadanya dan bersama-sama mengarungi samudera kehidupan yang, tentu saja, fana. Eaaa ~

Hal itu termaktub dalam maklumat Jomblo Dadakan. Apalagi yang menjadikan Jomblo Dadakan sebagai prinsip hidup dalam rangka berjuang. Juga secara langsung maupun tidak,  sebagai dakwah amar ma’ruf nyambi nahi munkar.

Jangan lupa, bacalah buku-buku bernafaskan perjuangan (untuk rakyat). Seperti maha karya Macan dari Lembah Suliki alias Sutan Ibrahim alias Tan Malaka, yang keindahan isinya tak akan pudar dimakan usia.

Nah, setelah kemerdekaan personal Jurnabawan dan Jurnabawati, atau Jurnabiyyin dan Jurnabiyyah merdeka telah tercapai, saatnya untuk memberdayakan.

Kata pemberdayaan, acap kali muncul di bidang korporasi dan giat berorientasi Corporate Social Responsibility (CSR) — sebuah program di mana korporasi mendengungkan janji-janji, tak beda jauh dengan para politisi.

Bisa jadi, program yang dilakukan korporasi berjalan dan okelah berhasil. Tapi di tengah jalan bakal ditinggal begitu saja karena unsur formal telah tercapai.  Mirip kayak ditinggal pas sayang-sayange.

Namun, program pemberdayaan yang dimaksud dalam Jomblo Dadakan di sini, mencoba untuk tidak sama dengan apa yang dilakukan korporasi.

Pemberdayaan di sini, dalam konteks individu untuk melakukan kesalehan secara sosial. Bisa dengan cara cooperation (kerjasama) dengan berbagai pihak. Konsep pemberdayaan sesuai passion masing-masing.

Misal bagi penulis atau orang-orang yang suka menggoreskan pena, bisa melakukan pemberdayaan lewat pena. Beragam cara bisa ditempuh, salah satunya dengan menulis di beranda sosial media, buku, catatan harian yang tak bertepi, dan sebaginya.

Tidak lupa mengajari kawan-kawan atau beragam orang dari berbagai latar belakang untuk mengguratkan tulisan sehingga menghasilkan karya.

Dari karya yang dihasilkan, bisa disimpan atau dijadikan sumber primer, atau dikirim ke beragam media. Siapa tahu kalau rezekinya, sangu untuk ngopi akan turun, hehe.

Setelah itu, merayakan kemenangan secara sederhana dengan ngopi, ngeteh, nge-es, dan sebagainya secara berjamaah atau bersama-sama di warung kopi.

Dalam maqom atau tingkatan yang lebih tinggi, bisa membantu menyuarakan keluh-kesah rakyat. Toh nantinya juga akan mengalir pahala, eits tapi jangan diorientasikan untuk mencari pahala lho ya, hehe

Sebab, pahala secara kulaitatif maupun kuantitatif, sudah ada yang ngatur yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, seyogianya niatkan (laku kebaikan) karenanya saja.

Baik Nabs, cukup sekian dulu tulisan di masa peretemuan yang dibatasi ini.  Namun jangan jadikan social distancing ini sebagai alasan untuk tidak ngopi, berkarya, dan mengirim tulisan di Jurnaba.co, Ya. Hehe

Ada ungkapan tak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan tulisan penulis yang masih banyak keretakan sanubari ini. Karena itu, penulis menginginkan saran, kritik konstruktif, dan sebagainya.

Sehingga keretakan bisa diminimalisir dan hubungan antara kamu dan aku tetap terjaga hingga akhir zaman menyapa. Eaaa ~

Yogi Alur, pemuda progresif yang suka berkelana dan mengalur-alur seperti udara ~

Tags: Jomblo DadakanJomblo Produktif
Previous Post

Dampak Corona dan Penyesuaian Jadwal Event Olahraga Indonesia

Next Post

Berburu Alkohol untuk Membuat Hand Sanitizer secara Mandiri

BERITA MENARIK LAINNYA

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026
Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi
Cecurhatan

Negara Arab: Perjanjian Dinasti Saudi dan Keluarga Wahabi

05/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: